Tetaplah Berprasangka Baik

 Tetaplah Berprasangka Baik

design by Canva
 

Sudah memasuki ramadan hari ke-6 dan saya baru membuat postingan di blog kesayangan. Entah apa yang menjadi sebab hingga diri merasa enggan mengeja kata. Tetapi satu hal yang pasti adalah saya mulai membiarkan rasa malas menyerang.

Tentu saja ini bukan hal yang baik.


Padahal saat awal mengikuti program atau tantangan menulis yang diadakan oleh komunitas One Day One Post, serta menjadi kebanggaan tersendiri karena bisa menjadi bagian dari komunitas tersebut sejak tahun 2016, adalah agar saya tetap bersemangat untuk terus menulis.

Whatever happen.

Nyatanya, diri masih saja dikelilingi akan pikiran-pikran yang tidak perlu.

Merasa tidak akan sanggup, tidak mempunyai cukup waktu, kawatir aktivitas terganggu apalagi pada bulan ramadan, akan ada beberapa hal yang mengalami sedikit perubahan terkait aktivitas keseharian.

Nyatanya, saya hanya memperburuk kondisi dengan beragam prasangka yang sebenarnya tidak perlu dilakukan.

Mengira bahwa aktivitas menulis hanya akan mengganggu ibadah selama bulan ramadan. Duh ... alasan yang terlalu mengada-ada, bukan?

Bagaimana mungkin menjadikan menulis sebagai salah satu hal yang mengganggu aktivitas beribadah, apalagi di bulan ramadan? Bukankah menulis yang baik-baik, juga bisa mendatangkan pahala? Apalagi bila teringat janji Allah Swt, bahwa Dia akan melipatgandakan pahala kita di bulan ramadan?

Kenapa tidak berusaha dan berlomba dalam kebaikan, termasuk dalam melakukan aktivitas menulis yang baik-baik?

Saya saja yang terlalu banyak berprasangka tidak baik dan meragukan kemampuan diri sendiri. Kebiasaan yang sangat tidak patut untuk ditiru.

Sebenarnya, seringkali terpikir untuk terus mengurai aksara dalam bait-bait kalimat, dan menjadi catatan pribadi di blog kesayangan ini. Namun seringkali rasa malas terbiarkan menyesap dalam relung, hingga tanpa disadari, sehari telah terlewatkan begitu saja tanpa menulis.

Menjadi konsisten memang tidak mudah, tetapi tetap bisa.

Saya hanya harus bisa melawan kelemahan diri yaitu saat rasa malas menulis mulai menyerang, dan menghempas rasa itu sedemikian hingga, agar harapan untuk tetap bisa menulis tetap terwujud.

Hal yang tidak boleh dilupa adalah saya harus tetap berprasangka baik pada diri sendiri, bahwa saya mampu melawan rasa malas, dan akan datang hal-hal tak terduga dari setiap tulisan tentang kebaikan, dari blog ini.

Saya harus yakin untuk itu. tentu saja dengan izin Allah Swt.

 

#inspirasi

Post a Comment

0 Comments