Menggapai Kesuksesan dengan Membangun Kebiasaan-Kebiasaan Baik Sejak Dini

Menggapai Kesuksesan dengan Membangun Kebiasaan-Kebiasaan Baik Sejak Dini



Banyak anak muda yang mempunyai kebiasaan buruk yang mulanya mereka anggap biasa saja. Seiring waktu kedewasaan mereka bertambah hingga mereka sadar betapa banyaknya kebiasaan buruk mereka selama ini.


Anak muda yang tidak beruntung bisa terus terjebak dalam kebiasaan buruk mereka sampai tua. Tentunya berpengaruh pula terhadap kehidupan mereka.

Saya pernah riset kecil-kecilan  dan menemukan bahwa orang-orang yang sudah berkeluarga tetapi rumah tangga dan finansialnya jelek, ternyata masih memelihara kebiasaan buruk dari masa mudanya. Misalnya minum-minum, nongkrong yang tidak berfaedah, judi, dan hal-hal negatif lainnya.

Orang yang sadar diri akan berusaha menghilangkan kebiasaan buruknya. Tetapi umumnya susah dilakukan dan butuh waktu cukup panjang. Itupun ketika mereka mulai bosan dan hilang fokus, kebiasaan buruknya dengan mudah bisa datang kembali.

pic by pixabay


Tetapi sebaliknya meski kita punya sedikit atau sedikit sekali kebiasaan buruk, saat ingin mempunyai sebuah kebiasaan baik, ternyata susah juga meraihnya. Misalnya komitmen bahwa di tahun ini bakal lebih serius ngeblog. Banyak kan ternyata komitmen yang rusak, hangus, bahkan sebelum diwujudkan dalam tindakan nyata?

Jadi kita harus bagaimana, menyerah saja pada kebiasaan buruk yang kita miliki selama ini? Jangan! Kebiasaan buruk sangat bisa dihilangkan dan kebiasaan baik sangat bisa untuk dimiliki, mari kita mulai dengan mengenali bagaimana kebiasaan itu terbentuk.

Faktor Pembentuk Kebiasaan
Kebiasaan terbentuk oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari diri kita sendiri dan berkaitan erat dengan identitas kita. Passion, nilai-nilai yang kita yakini, dan moralitas akan membentuk kebiasaan kita.

Misalnya kita menyukai ilmu beladiri. Maka kebiasaan kita akan ada yang terkait dengan beladiri misalnya hampir setiap hari latihan, suka hunting buku beladiri, membenci kejahatan, suka koleksi senjata, dan suka baca novel silat.

pic by pixabay


Jika kita blogger kebiasaan kita pun ada yang terkait dengan ngeblog. Misalnya suka belajar menulis, rajin mengumpulkan referensi untu bahan ngeblog, dan selalu update teknik-teknik SEO.

Faktor eksternal berasal dari lingkungan dan komunitas. Orang yang hidup di lingkungan tropis seperti Indonesia akan terbiasa mengenakan baju yang tipis dan tidak berlapis-lapis. Sedangkan orang yang hidup di pegunungan bersalju akan terbiasa minum minuman hangat/panas dan tidak menyukai minuman dingin (es teh, es jeruk, dan lain-lain).

pic by pixabay


Komunitas juga sangat mempengaruhi kebiasaan kita. Misalnya sarapan, biasanya apa yang kita makan untuk sarapan terpengaruh oleh kebiasaan keluarga besar kita. Saya contohnya suka sekali sarapan nasi pecel karena sejak kecil tahunya nasi pecel adalah menu sarapan keluarga dan tetangga-tetangga saya. Seterusnya saya pun menganggap bahwa nasi pecel dimakan saat sarapan itu hal yang normal.

Mencapai Tujuan dengan Membangun Kebiasaan Baik
Tahukah kamu jika kebiasaan baik itu bisa digunakan untuk mencapai tujuan tertentu? Dan ini bukan hal yang baru, karena sejak dulu memang kebiasaan baik (disadari atau tidak) digunakan untuk mencapai tujuan.

Hal itu banyak terjadi di sekitar kita. Yuk kita lihat contohnya.

Kamu ingin dapat medali emas di lomba lari? Maka kamu harus punya kebiasaan baik disiplin berlatih lari dan menjaga pola makanmu.

Kamu ingin lulus kuliah? Maka kamu harus punya kebiasaan baik untuk rajin masuk kelas, belajar, dan mengerjakan tugas.

Kamu ingin dapat gaji? Maka kamu harus menjalani kebiasaan baik datang ke kantor tepat waktu, mengerjakan apa yang jadi kewajibanmu, dan tidak pulang sebelum waktunya.

Dari contoh di atas kita melihat bahwa untuk mencapai tujuan tertentu, kita dituntut membangun kebiasaan-kebiasaan baik dalam jangka panjang. Sekarang tulislah di kertas atau komputer tujuan yang ingin kamu capai, lalu tuliskan pula kebiasaan-kebiasaan baik apa saja yang harus kamu lakukan untuk mencapai tujuanmu.

Menghilangkan Kebiasaan Buruk dan Membangun Kebiasaan Baik
Tujuan dibangun oleh kebiasaan, kebiasaan dibangun oleh faktor internal dan eksternal. Dari pemahaman ini kita bisa membuat satu set tips bagaimana menghilangkan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik.

pic by pixabay


1.       Pahami bahwa ini memerlukan waktu, ini adalah marathon bukan sprint. Jadi bersabarlah, jangan terburu-buru menuntut hasil, dan berjuanglah untuk jangka panjang.
2.       Kamu bakal jatuh bangun. Di sela-sela proses kamu akan gagal beberapa kali. Jangan terseret pada kegagalan itu, tapi bangkit lagi dan mulai lagi menghilangkan kebiasaan burukmu dan membangun kebiasaan baik yang kamu inginkan.
3.       Fokus pada proses, jangan fokus pada hasil.
4.       Hilangkan atau minimalkan faktor eksternal pembentuk kebiasaanmu. Tinggalkan komunitas lamamu yang buruk tapi tetap menjaga pertemanan (yang tidak terlalu akrab) dengan mereka. Pemabuk yang tobat dan mulai shalat di masjid bisa kembali jadi pemabuk gara-gara tak tahan diledek teman-temannya: pak ustadz lewat, sok suci lu, awas minggir ada kyai lewat nanti kesenggol kita kena najis dia.
5.       Ganti kebiasaan buruk dengan kebiasaan baik. Hal ini biasanya lebih mudah dilakukan daripada hanya membuang kebiasaan buruk tanpa menggantinya dengan kebiasaan baik.
pic by pixabay


6.       Bergabung dengan komunitas yang baik. Komunitas bisa ‘memaksamu’ untuk terus melakukan kebiasaan baik. Kamu bisa malas jika berlatih fitness sendirian, tapi kalau masuk kelas fitness kamu akan ‘dipaksa’ untuk berlatih meski sedang malas.
7.       Kecanduan itu berasal dari kebiasaan yang dilakukan terus-menerus. Kecanduan akan rokok terbentuk karena orang terus-menerus merokok, saat ingin berhenti mereka susah lepas dari rokok. Hal ini bisa dimanfaat kan untuk hal positif, agar kamu bisa kecanduan melakukan hal yang baik.
8.       Pilih kebiasaan yang terasa mudah untuk kamu lakukan. Kebiasaan yang terlalu berat susah untuk kamu lakukan dalam  jangka waktu panjang. Jadi bertahap, dari yang mudah dulu lalu ditingkatkan perlahan-lahan.

Penutup
Itulah sedikit bahasan tentang kebiasaan, sebenarnya bahasannya bisa lebih luas lagi. Saya berharap setidaknya kamu mendapat pengetahuan awal bagaimana menghentikan kebiasaan buruk dan membangun kebiasaan baik.

Kebiasaan itu ternyata sesuatu yang penting sebab bisa dibilang hidup kita sekarang ini adalah bentukan dari kebiasaan kita. Sedih dan gembiranya kita juga hasil dari kebiasaan kita. Sukses tidaknya kita juga sangat dipengaruhi kebiasaan yang kita miliki.

Tetapi sekarang kamu tahu kalau mau kamu bisa mengontrol kebiasaanmu sendiri. Mulailah dari sekarang dan capailah kesuksesan yang kamu inginkan.

#guest post from Pambarep.com


pic by pixabay

8 komentar:

  1. Motivasinya bagus, 👍👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Anis. Guest post dari Pembarep.com yang keren ya ^^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Terima kasih mbak Eni. Semoga bermanfaat ya ^^

      Hapus
  3. Wah bagus. Harus ku-share ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan di-share mas Zen. Semoga bermanfaat ya ^^

      Hapus
  4. Makasih banyak atas kesempatan guest post-nya mbak :)

    BalasHapus
  5. Mbak, keren bangt si tulisannya.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^