Haruskah Membeli Baju Lebaran?


Haruskah Membeli Baju Lebaran?

pic pixabay


Hari-hari terakhir menjelang idul fitri, banyak kita jumpai pusat perbelanjaan penuh dengan pengunjung yang akan membeli baju lebaran. Mulai dari pasar hingga mall, seolah berlomba memberi potongan harga khusus terutama untuk produk fashion, untuk menarik pembeli. Tidak hanya belanja secara offline, bahkan banyak e-commerce memanjakan konsumen dengan menawarkan diskon khusus fashion, agar para konsumen yang ingin belanja secara online bisa lebih mudah memilih fashion idaman.


Fenomena yang hampir setiap tahun terjadi, terutama di Indonesia saat menjelang hari kemenangan tiba. Berjubelnya pusat perbelanjaaan, atau tingkat belanja yang melonjak tajam, seolah menunjukkan tingkat konsumerisme masyarakat yang semakin meningkat. Tidak hanya itu saja. Mindset sebagian masyarakat bahwa lebaran artinya menyambut hari baru , tentu penampilan juga harus baru.

Pola pikir seperti di atas tentu saja tidak bisa disalahkan. Namun alangkah sayang bila lebaran harus identik dengan baju lebaran yang baru. Tentu tidak menjadi masalah bila baju lebaran memang menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi, bukan hanya karena keinginan sesaat, apalagi hanya untuk menuruti gengsi. Merasa bahwa lebaran tidak akan seru tanpa baju baru.

Soal baju lebaran, aku teringat akan kenangan masa kecil. Saat itu, ibu kami seringkali menjahit sendiri untuk baju lebaran, untuk dikenakan aku dan adek. Mungkin agar lebih irit ya, agar tidak perlu membeli baju lebaran. Kebetulan kami hanya dua bersaudara, perempuan semua. Ibu seringkali membuat baju dengan motif dan warna yang sama. Lucu dan seru bila mengingat kenangan lebaran saat itu.

Hal ini berbeda saat kami mulai beranjak dewasa dan sudah mempunyai keluarga kecil masing-masing.  Selera fashion yang berbeda, membuat aku dan adik seringkali tidak lagi mengenakan baju lebaran yang senada. Bahkan, sangat jarang membeli baju lebaran karena masih bisa mengenakan baju yang lama, kecuali harus ada pengadaan baju baru karena baju yang lama sudah tidak muat lagi, akibat perubahan bentu tubuh menjadi gemuk .

Hanya saja, berbeda dengan ibu kami yang masih sering membelikan baju lebaran untuk cucu-cucunya, dengan alasan agar mereka senang dan semangat menyambut hari kemenangan. Toh, karena bagi beliau, tidak setiap hari membelikan baju baru untuk para cucu. Meskipun kami kurang sependapat, tapi kami tidak bisa melarang keinginan ibu.

Membeli baju baru bukanlah sebuah keharusan. Tapi memiliki jiwa baru yang lebih bersih, dan pribadi yang lebih baik tentu sebuah kewajiban agar hidup yang dijalani semakin bermakna. Bukankah begitu?


#30HariKebaikanBPN
#BloggerPerempuan
#Day24
#BajuLebaran





2 komentar:

  1. Aku pribadi juga gak harus beli baju baru Mba. Tapi orang tua yang suka nyuruh beli. Biar enggak itu-itu aja katanya..hhehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak bisa nolak buat beli baju lebaran ya mbak Denik hehe

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^