Kita Tidak Akan Pernah Tahu Hasil Bila Belum Pernah Mencoba

Kita Tidak Akan Pernah Tahu Hasil, Bila Belum Pernah Mencoba






"Aku tidak pede, mbak. Sudah lama tidak menulis, termasuk membuat postingan di blog".

"Kalau nanti tidak ada yang mau membaca tulisanku, bagaimana?"


"Ingin sih, dapat job dari nge-blog. Tapi aku tidak tahu caranya".

"Mbak punya tips apa tidak, supaya tulisanku bisa menarik dan bisa menang lomba?"

Begitulah beberapa obrolan daring yang mampir di whatsapp saya dengan beberapa teman. Hampir senada. Ingin tetap menulis, ingin belajar menulis, dan ingin menjadi penulis.

Hmm... Sepertinya ada yang mirip ya? Tentang belajar menulis dan menjadi penulis.

Belajar menulis itu, bisa dilakukan kalau suasana hati sedang enak, nyaman dan bahagia atau bisa dikatakan sedang dalam kondisi good mood. Kalau jadi penulis itu, ya tetap menulis, walaupun dalam kondisi serba terbatas, bahkan sedang bad mood sekalipun.

Menjadi penulis itu harus punya mental yang kuat. Punya rasa percaya diri cukup tinggi, tetapi rendah hati.

Belum menulis saja sudah merasa tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik, takut tulisan tidak ada yang membaca, hingga mengurungkan niat untuk menuang kata.

Lha kalau tidak pernah mencoba, ya tidak akan tahu, tulisan kita bisa diterima pembaca ataupun tidak. Bukankah begitu?

Ini tidak hanya tentang menulis lho. Tetapi juga dalam hal apapun. Kita tidak akan pernah tahu hasil, apabila belum pernah mencoba.

Sama seperti pengalaman pribadi yang pernah saya alami. Saat awal-awal menulis di tahun 2016, tidak mempunyai pengalaman menulis sama sekali, bahkan merasa tidak berbakat, sempat merasa minder teramat akut, khawatir mendapat kritikan tajam karena kata-kata yang saya gores, membuat diri menjadi urung menulis.

Padahal ada yang menggelegak dalam jiwa, seolah memberontak. Merasa terusik, akhirnya saya memberanikan diri untuk tetap menulis. Tidak berpikir hasil, yang penting ada aksi nyata.

Pada kenyataannya, kekhawatiran hampir tidak terbukti. Masih ada yang mau membaca, memberi saran dan masukan agar tulisan menjadi lebih baik, menjadi apresiasi bagi saya.

Kalau saya berhenti mencoba, maka diri tidak akan tahu, apakah tulisan bisa diterima atau tidak.

Demikian pula saat ingin turut serta dalam kompetisi blog. Meskipun tidak atau belum menjadi juara utama, setidaknya saya sudah berusaha sekaligus mencoba kemampuan nge-blog. Sangat bersyukur tentu saja saat diumumkan, bahwa nama saya tertera menjadi salah satu pemenang hiburan.

Begitulah. Kita memang harus terus mencoba dan berusaha dalam hidup ini, bukan? Doa dan ikhtiar merupakan kewajiban kita. Soal hasil, serahkan saja padaNya.

Post a Comment

12 Comments

  1. berarti sudah saatnya aku mengubah pola pikirku...kalau passion terbesarku ada di menulis harusnya terus dilakukan dengan konsisten....dan tentunya no reason...jangan banyak alasan������

    ReplyDelete
  2. kereen... kita punya penulis hebat yang kayq ide potensial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan-tulisan mas Win juga keren. Terima kasih apresiasinya ^^

      Delete
  3. Hebat tnyta jeng Nova. Harus banyak belajar nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih harus banyak belajar, mbak Eni. Semoga tulisan sederhana ini bisa memberi manfaat. Terima kasih sudah mampir ^^

      Delete
  4. Motivator keren dengan penyampaian yang tidak berbelit-belit.

    Keren!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya. Semoga Kopling makin jaya!

      Delete
  5. yang penting kita sudah berusaha dan berdoa. untuk hasil serahkan yang di atas.
    www.ipung.net

    ReplyDelete
  6. bener banget mbaa yang penting usaha aja dulu
    hasil akhirnya serahkan pada Allah :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^