Ingin Anak Menjadi Apa?


Ingin Anak Menjadi Apa?

pic by pixabay


“Bunda, aku ingin menjadi youtuber”, katanya mantap dan penuh keyakinan.
Sontak kaget lantas tersinyum simpul. Begitulah respon spontan saya, saat menanyakan keinginan Rafa kelak. Sebuah cita-cita –yang tentu saja- tidak mungkin terpikirkan saat saya masih usia kanak-kanak. Saat itu, hampir setiap anak kecil, ketika mendapat pertanyaan yang sama, mayoritas menjawab : aku ingin menjadi presiden, menteri, dokter, bidan, tentara, polisi ataupun guru.


Menjadi youtuber? Boro-boro tahu tentang istilah (aktivitas) ini. Terbayangkan saja tentu tidak. Lha bagaimana? Saat itu, kan masih belum era digital. Sarana komunikasi masih sangat terbatas. Jangankan punya telepon pintar, televisi juga masih warna hitam putih, itupun kadang nonton rame-rame di balai kelurahan. Kasihan banget hidup gue, hahaha. Pasti juga teman-teman bisa menebak usia saya sekarang, hehe.  

Kembali soal cita-cita. Keinginan kelak dimasa depan, seorang anak ingin menjadi seperti apa.

Kalau saya (dulu), ditanya ingin menjadi apa bila sudah besar, seringkali menjawab ingin menjadi guru –dan bukan- menjadi seseorang yang menyukai dunia menulis. Entah kenapa, setiap melihat sosok guru, rasanya melihat seseorang yang mempunyai banyak ilmu, pintar, mengajarkan banyak hal dan selalu sabar menghadapi murid-muridnya. Tidak hanya itu saja. Bahkan sama sekali tidak terbersit dipikiran, bahwa kelak akan mengikuti garis nasib menjadi seorang abdi negara, seperti kedua orangtua.

pic by pixabay

Ketika mempunyai anak, banyak hal yang saya dan suami inginkan untuk Rafa. Salah satunya adalah dia tidak harus mengikuti ayahnya menjadi seorang guru (dan hei, meskipun saya bercita-cita menjadi seorang guru, dan tidak kesampaian tetapi mendapat suami seorang guru, hehe), atau Rafa menjadi seorang abdi negara seperti saya. Kami ingin memberikan kebebasan memilih padanya. Bukan menjadi seseorang yang cenderung mengikuti apa yang diinginkan orangtua, yang bahkan kadang tidak sesuai dengan keinginan hati.

Ada saatnya, kala kami ngobrol berdua, saya mencoba menanyakan kembali tentang cita-citanya. Siapa tahu dia berubah pikiran. Namun ternyata keinginannya masih sama, hahaha. Rasa penasaran membuat saya mengajukan pertanyaan lebih lanjut padanya.

Sempat ada rasa geli ketika saya tanyakan, kenapa Rafa ingin menjadi seorang youtuber? Spontan dia menjawab : ingin punya banyak uang. Agar bisa mengajak ayah dan bunda jalan-jalan, keluar negeri, nginap di hotel mewah, naik pesawat dan belikan mobil yang bagusss buat Bunda. Ya Allah, segitunya! Ingin ngakak sekaligus nelangsa. Bisa jadi Rafa berkata seperti itu karena merasa jarang diajak liburan, jarang nginap di hotel, belum pernah naik pesawat terbang dan mobil kami bukanlah keluaran terbaru dengan jok yang empuk, AC yang dingin dan tidak sering ‘rewel’. Mendengar jawaban seperti itu rasanya jadi ingin nangis. Merasa belum bisa membahagiakan anak, hiks. Maafkan kami ya, Nak. Ayah dan Bunda masih belum sepenuhnya bisa memenuhi keinginanmu.

Sebagai orangtua, tentu kami mendoakan yang terbaik untuk Rafa. Meskipun sebenarnya tidak terbersit, kelak dia ingin menjadi apa, tetapi saya tetap berharap dia menjadi seseorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Tidak masalah menjadi seorang youtuber, asalkan bisa membawa kebaikan. Aamiin.

pic by pixabay



2 komentar:

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^