Selasa, 08 Januari 2019

Begini Cara Menghadapi Masalah Perselingkuhan Menjelang Hari Pernikahan


Begini Cara Menghadapi Masalah Perselingkuhan Menjelang Hari Pernikahan

pixabay.com


Menikah merupakan salah satu impian bagi banyak orang. Menjalani hari-hari penuh kebersamaan bersama pasangan merupakan kebahagiaan tersendiri. Namun tak jarang beberapa orang mengalami hal-hal menegangkan, saat hari yang indah itu akan tiba.


Menjelang hari pernikahan, biasanya pasangan kekasih akan lebih sensitif dan emosional karena lelah secara fisik dan mental. Banyak hal yang harus dipersiapkan dan diselesaikan, semuanya harus sempurna.

Terkadang persiapan pernikahan tidak mulus-mulus saja. Kamu dan pasangan bisa jadi dihantam oleh ombak-ombak besar berupa masalah yang muncul dari luar maupun diri kalian sendiri. Salah satunya adalah perselingkuhan.

Siapa yang tidak akan bingung jika menjelang hari pernikahan dia dihadapkan pada masalah perselingkuhan? Semoga tidak ada yang mengalami hal seperti ini, ya.

Akan tetapi jika kamu mengalaminya, kamu bisa menggunakan cara ini untuk menghadapinya.

1. Tetap Tenang

Mengetahui atau memergoki bahwa kekasih yang akan melangsungkan pernikahan denganmu sedang berselingkuh dengan orang lain pasti sangat menyakitkan. Rasa marah, kecewa, emosi dan lain sebagainya pasti ingin untuk dilampiaskan.

Akan tetapi ada baiknya jika kamu tetap tenang. Tarik napas dalam-dalam dan jangan biarkan emosi yang mengendalikan. Kamu bisa menceritakan masalah tersebut kepada orang yang lebih dewasa dan tidak memihak.

pixabay.com

2. Jangan Buat Keputusan Ketika Emosi

Tetap tenang merupakan salah satu upaya agar kamu tidak melakukan hal-hal yang berada di luar kendali. Akan tetapi jika memang sudah terlanjur emosi atau memang tidak bisa mengontrolnya, lebih baik kamu meminta waktu untuk sendiri dulu.

Hal ini dilakukan agar kamu tidak membuat keputusan ketika emosi dan meledak-ledak di depan pasangan. Jika tetap memaksa melakukan, bisa saja yang tinggal hanya penyesalan belaka.

pixabay.com

3. Dengarkan Penjelasannya

Pernikahan bukan hal yang remeh. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Begitu pula dengan perselingkuhan, harus tetap mendengarkan penjelasan dari kekasih terlebih dahulu meskipun sebenarnya enggan melakukan.

Jika ini merupakan kali pertama dia selingkuh, mungkin saat itu sedang khilaf. Akan tetapi jika sudah berkali-kali, sepertinya dia memang bukan orang yang setia.

Melalui penjelasannya, akan dapat dibuktikan penyebab perselingkuhan yang dilakukannya.


pixabay.com

4. Introspeksi Diri

Introspeksi diri bukan hanya berlaku untuk pasangan yang melakukan kecurangan atau perselingkuhgan, melainkan untuk kamu juga. Hal ini harus dilakukan mengingat hubungan kalian sudah hampir menuju pernikahan.

Pasangan harus tahu bahwa apapun alasannya selingkuh adalah hal yang sangat salah dan bukan merupakan sebuah solusi. Kamu juga harus tahu apa kekuranganmu yang membuatnya selingkuh, meskipun perselingkuhan tersebut tetaplah salah.



pixabay.com

5. Jangan Balas Dendam

Apapun alasannya, jangan pernah membalas dendam. Ketika tahu bahwa pasangan berselingkuh dan kamu ingin membalasnya dengan berselingkuh juga agar semuanya menjadi adil, jangan pernah lakukan hal tersebut.

Hal tersebut akan memperkeruh keadaan. Sebagai pasangan yang hampir menikah, kalian tentu harus bisa menyelesaikan masalah dengan cara yang dewasa.

6. Berdiskusi dengan Kekasih dan Keluarga

Tetap harus ada diskusi dengan kekasih perihal kelanjutan hubungan kalian. Apakah pernikahan akan tetap dilaksanakan, atau semuanya harus dibatalkan?

Meskipun dia merupakan pihak yang salah, akan tetapi kamu tidak bisa memutuskan semuanya sendirian.

Selain itu, juga harus ada diskusi dengan keluarga kedua belah pihak tentang masalah tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman.

pixabay.com

7. Buatlah Keputusan Dengan Bijak

Setelah semuanya, kamu harus memutuskan dengan bijak kelanjutan pernikahan. Jika ada keyakinan bahwa si dia tidak akan mengulangi lagi dan rasa cinta kalian masih begitu besar hingga mampu menutupi masalah tersebut, lanjutkan saja hubungan sampai ke pelaminan.

Akan tetapi jika sudah tidak ada keyakinan dan teramat kecewa padanya, tentu harus ada keputusan untuk membatalkan pernikahan. Jika opsi ini yang kamu pilih, harus disadari bahwa akan ada banyak konsekuensi yang harus kalian dan keluarga masing-masing tanggung.


pixabay.com

8. Belajar Memaafkan

Baik memutuskan tetap melangsungkan pernikahan maupun membatalkannya, kamu harus belajar memaafkan. Kata orang, memaafkan merupaka obat paling mujarab dari sebuat penyakit bernama sakit hati.

Kamu harus belajar memaafkan dan ikhlas, sehingga apabila berlanjut pernikahan kalian akan menjadi lebih harmonis dan jika semuanya dibatalkan, tentu akan lebih mudah melanjutkan hidup tanpanya.


Nah, itu dia 8 cara menghadapi masalah perselingkuhan ketika pernikahan sudah di depan mata. Pertimbangkan baik-baik semuanya, jangan mengambil keputusan sebelah pihak karena bisa jadi akan membuatmu menyesal dikemudian hari.

Pada awalnya kamu akan merasa sangat hancur dan terluka, tetapi lama kelamaan semuanya akan sirna dan kebahagiaan akan menyelimuti. Percayalah.

And don’t forget, girl! Life must go on, right? ^^



7 komentar:

  1. terkadang waktu mau menikah ada aja ujian ya mbak, dan itu real bener adanya.
    semua orang yang uda mau nikah pasti ada masalah. menjelang h-1

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Aduh mba, kok serem yah, jd deg2an ��

    BalasHapus
  4. Wah artikelnya, semoga ujian sebelum menikah terlalui ya, apapun semoga saja ketika menikah benar-benar memasuki jenjang baru, bukan dendam babak baru :)

    BalasHapus
  5. Ihhh.. Serem ya, pasti berat mengalami hal semacam itu, apalagi kalau semua persiapan sudah siap. Semoga saya dan teman-teman lain dijauhkan dari hal semacam itu.
    Amien....

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...