Kamis, 21 Juni 2018

Seharusnya Tidak Menjadi Alasan

Seharusnya Tidak Menjadi Alasan



Sudah memasuki minggu ke-3 bulan ini. Aku sama sekali belum menulis dan memposting di blog ini. Dengan dalih masih banyak kesibukan dalam suasana lebaran.

Betulkah seperti itu? Hanya karena alasan kesibukan hingga  sama sekali tidak menyempatkan menulis?


Sebenarnya ada rasa malu. Saat banyak teman dan orang-orang baru disekitar turut merasakan senang dan bangga akan karya yang bisa kupersembahkan untuk mereka. Tidak sedikit yang menanyakan, apakah buku solo masih ada?

Mereka hanya tahu bahwa aku suka menulis dan telah menerbitkan beberapa karya, baik antologi maupun solo.

Aku malu bahwa sejatinya akhir-akhir ini  sangat jarang menulis. 

Kemana dikau wahai jiwa aksara? Apakah sedemikian hingga waktu tiada hanya untuk sekadar berbagi rasa lewat tulisan? Mana semangat berbagi yang sering engkau dengungkan?

Aku sebenarnya malu. Disaat orang lain merasa bahwa aku bisa jadi tempat untuk sekadar 'curhat' tentang menulis, bisa dijadikan tempat sharing, tetapi aku seolah tidak mau tahu (lagi), hanya karena alasan kesibukan.

Sedemikian parahkah?

Sempat terhenyak. Tentang seseorang, yang kukenal lewat komunitas yang turut membesarkan namaku. Meski kini tak lagi bersama, tetapi justru dia malah sering membuat tulisan di blog pribadi. Tidak banyak kata, memang. Tetapi konsistennya sungguh patut kuacungi jempol, mengingat dulu dia termasuk 'malas' posting tulisan di blog.

Aku malu. Merasa tertampar. Membiarkan kenyamanan tidak menulis di blog pribadi. Sikap yang tak patut ditiru.

Ada sesal memang. Bukankah menulis juga menjadi semacam terapi jiwa bagiku? Kegelisahan hati bisa sedikit terobati dengan menulis, dan itu sudah terbukti. Kenapa kini justru kujauhi?

Seharusnya kesibukan di dunia tidak menjadi alasan bagiku untuk tidak menulis.

Aku harus berjanji untuk memulai lagi. Menulis, menulis dan menulis. Sebelum terlambat menyadari bahwa menulis dengan tujuan untuk berbagi, merupakan salah satu kebaikan yang bisa kulakukan. Bukankah begitu?


#selfreminder

5 komentar:

  1. Cepetnya ai nulis. Hehehe

    Oh iya, ada tulisannya mbak dewi dee lestari yang berkaitan sama writer's block. Coba tak cari dulu di blognya

    BalasHapus
  2. Ini linknya:

    http://googleweblight.com/i?u=http://deelestari.com/menulis-sehat-part-1/&hl=id-ID&tg=1057

    http://googleweblight.com/i?u=http://deelestari.com/menulis-sehat-part-2/&hl=id-ID&tg=951

    http://googleweblight.com/i?u=http://deelestari.com/menulis-sehat-part-3/&hl=id-ID&tg=845

    BalasHapus
  3. terima kasih mbak Nova. tulisannya menjadi penyemangat buat kembali menulis 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk semangat lagi, mbak Kiky. Kita saling support ya ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...