Jumat, 11 Mei 2018

Refleksi Diri di Ramadhan Terakhir


Refleksi Diri di Ramadhan Terakhir



Beberapa hari lagi ramadhan tahun ini tiba. Rasanya baru kemarin aku menjalani ibadah di bulan suci, bulan penuh berkah bagi semua umat muslim di dunia. Kini bulan yang ditunggu telah di depan mata.


Banyak hal telah terjadi dan dialami, termasuk juga aku. Begitu banyak peristiwa yang seharusnya menjadi refleksi, menjadi perenungan bagi diri untuk lebih mengevaluasi, segala kekhilafan dan dosa yang telah dijalani.

Terasa masih banyak yang belum kulakukan untuk menuju kearah perubahan diri yang lebih baik. Masih terlalu sibuk dengan urusan duniawi, masih belum banyak yang dilakukan untuk menambah bekal menuju jannah-Nya.

Lantas, apabila ada yang bertanya, apakah yang akan dilakukan bila ramadhan tahun ini adalah yang terakhir bisa kunikmati? Apakah akan tetap sibuk mengejar dunia, atau sadar diri dan bergerak untuk menyiapkan bekal menuju surga-Nya?

Memang, kita tidak boleh berandai-andai akan sesuatu yang belum tentu terjadi. Itu sama saja mendahului takdir Allah. Hanya saja, kita diperbolehkan untuk berupaya mempersiapkan diri agar bisa menjadi lebih baik.

Saling mengingatkan pada sesama, agar mau berubah, merupakan satu hal yang sangat dianjurkan. Bukankah sudah menjadi kewajiban bagi seluruh umat muslim untuk selalu mengingatkan, selalu memberi nasehat dalam kebaikan? Aku merasa bersyukur saat diingatkan tentang saat terakhir di dunia, termasuk ramadhan kali ini, yang bisa jadi menjadi ramadhan terakhir.

Lantas, apakah yang akan kulakukan?

Pertanyaan yang seharusnya tidak menjadikan aku gelisah, bingung dan sebagainya. Justru seharusnya bersyukur diberi pertanyaan seperti itu, karena dengan demikian aku bisa “melihat” diri, menjadi semcam refleksi, pengingat juga sebagai kesempatan untuk mempersiapkan menuju akhirat.

Pengingat seperti di atas, tidak semua dialami semua orang. Tidak banyak orang yang masih mempunyai waktu untuk memperbaiki diri. Jangankan menunggu ramadhan, bahkan esok atau beberapa detik lagi, bisa jadi Allah yang memanggil kita. Bila sudah saatnya, sementara belum sempat bertaubat dan menebus kesalahan serta dosa-dosa, kita bisa apa?

Namun aku perlu menuliskan beberapa hal bila ini menjadi ramadhan terakhir disisa usia yang kita tidak tahu sampai kapan.

Pertama, aku ingin diberi kesempatan untuk bisa beribadah sebanyak dan selama mungkin. Rasanya akhir-akhir ini semakin banyak waktu yang lebih terfokus dengan urusan dunia. Aku tak ingin menyesali hidup yang dijalani bila urusan ini lebih condong dilakukan daripada mempersiapkan diri menuju akhirat.

Kedua, aku ingin diberi kesempatan untuk melunasi hutang. Ya, sebagai manusia yang hidup di dunia, hidupku memang tak lepas dari hutang, baik dalam materi maupun immateri. Mungkin saja aku pernah mempunyai janji pada keluarga atau orang lain, yang tanpa disadari menjadi hutang yang belum sempat terpenuhi, bahkan hingga dia atau mereka meninggal. Astaghfirullah. Sungguh dosa yang berat akibat kelalaian.




Ketiga, aku ingin diberi kesempatan lebih banyak untuk membahagiakan ibuku. Ya, orangtuaku tinggal ibu, karena bapak sudah almarhum 8 tahun lalu. Aku merasa masih belum sepenuhnya bisa membahagiakan ibu.

Keempat, aku ingin ada bidadari lagi yang bisa membahagikan suami dan anakku. Ah … sebuah keinginan yang (mungkin) saja akan mendapat beragam respon. Tapi apa salahnya mempunyai keinginan ini? Anakku masih kecil, tentu sangat membutuhkan perhatian yang cukup dari seorang ibu. Sedangkan suamiku, tentu diri ini ingin ada yang mendampinginya menghabiskan sisa waktu di dunia. Bisa jadi keinginan ini sebuah omong kosong. Namun ada semacam keyakinan, bahwa hal ini menjadi salah satu keinginan bila ini adalah ramadhan terakhir buatku.

Jujur, sebetulnya dalam hati masih belum ada kesiapan bila sisa usia hanya tinggal selangkah lagi. Diri merasa belum mempunyai cukup bekal menghadapNya. Masih terlalu banyak hal duniawi yang lebih menjadi perhatian. Kecendurungan memilih pada urusan fana dibandingkan memupuk bekal menuju surga-Nya. Masih sering lalai bahwa kesempatan lebih sering disia-siakan.



Ah ya. Satu lagi yang ingin kulakukan bila ramadhan kali ini adalah yang terakhir buatku. Keinginan untuk menulis sebanyak mungkin, tentang pengalaman hidup, tentang harapan-harapan, dan banyak hal. Aku ingin menulis, menulis dan menulis. Mungkin tidak sekarang tulisan itu akan memberi manfaat. Mungkin esok, lusa atau entah waktu itu akan datang.

Selagi masih ada kesempatan, yang bisa jadi menjadi ramadhan terakhir buat diri ini, dari dalam lubuk hati terdalam, aku sangat berharap dibukakan pintu maaf yang seluas mungkin dari semua.

Semoga ramadhan ini dan ramadhan-ramadhan selanjutnya, kita menjadi insan yang lebih baik. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.


Tulisan ini diikutkan dalam postingan tematik Blogger Muslimah Indonesia


#PostinganTematik
#PosTemSpesialRamadhan
#BloggerMuslimahIndonesia






40 komentar:

  1. Semoga Ramadhan ini lebih baik dari sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih mbak Kiky ^^

      Hapus
    2. Aamiiin...semoga ya Mba. Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan. Mohon maaf lahir dan batin.

      Hapus
    3. Mohon maaf lahir dan batin juga mbak Denik ^^

      Hapus
  2. semoga setiap kegiatannya selalu berkah ya mbak O:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doa yang sama untuk mbak Aulia ^^

      Hapus
  3. Iya benar sekali Bun. Kalau dipikirkan jika ini menjadi ramadhan terakhir kita. Bikin kita deg-degan untuk merenunginya. Padahal hal inj harus kita pikirkan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita makin bermuhasabah ya mbak Yeni Sovia ^^

      Hapus
  4. semoga semua harapannya terkabul ya, dan bahkan diberkahi dengan hal yang lebih baik lagi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doa yang sama untuk mbak Farida. Semoga kita jadi insan yang lebih baik, lebih berkah hidup kita. Aamiin ^^

      Hapus
  5. Ah ya, perlu juga ya Mba memikirkan bagaimana mempersiapkan keluarga ketika kita 'pergi'... Terima kasih ya Mba sudah mengingatkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekaligus pengingat diriku mbak Leila ^^

      Hapus
  6. Semoga kita tetap istiqomah menjalankan semua ibadah saat Ramadhan. Dan sesudahnya tetap nisa menjaga konsistensi itu, ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga tetap istiqomah. Semangat ya mbak Rika ^^

      Hapus
  7. Dari semua keingInan dan harapan2 itu semoga semua sudah dijalankan ya Mbak. Agar saatnya tiba, semua sudah bukan lagi harapan, tapi pencapaian.

    Action!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih untuk supportnya mbak Okti ^^

      Hapus
  8. Semua harapannya terwujud ya Mbak...Dan Ramadhan ini bisa dijalani lebih baik lagi...

    Terima kasih sudah diingatkan lewat tulisan ini :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Kita saling mengingatkan ya mbak Dian ^^

      Hapus
  9. Semoga selalu bisa menulis untuk menyebarkan kebaikan. Biarpun kali bukan Ramadhan terakhir... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Terima kasih supportnya ya mbak ^^

      Hapus
  10. Ikut mengaminkan harapan dan doanya Mbak. Memang gak kerasa ya dari tahun ke tahun Ramadlan tiba-tiba sudah datang lagi, semoga Ramadlan kali ini kita bisa naik kelas #nunjukdirisendiri soalnya setiap datang tamu agung itu belajar lagi terus dari nol, seolah dari tahun kemaren belum naik kelas atau belum lulus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga kita lulus dan mendapat nilai terbaik ya mbak

      Hapus
  11. Ya Allah Mbaaaaak, ini beneran membuat saya terhenyak, dan beneran kebawa perasaan, gimana kalau memang benar, ini Ramadan terakhir kita. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saatnya lebih evaluasi diri. Semoga kita jadi insan yang lebih baik ya mvak. Aamiin ^^

      Hapus
  12. Semoga Ramadhan kali ini amal ibadah lebih maksimal sehingga tdk banyak penyesalan seusainya y mb... aamiin

    BalasHapus
  13. Harapan yang hampir sama jika ini Ramadan terakhir saya. Khususnya tentang membahagiakan ibu. Sama, Mbak. Saya juga hanya punya ibunda sekarang dan sampai saat ini memilih untuk serumah dg beliau.
    Selamat berpuasa, Mbak. Semoga lancar sampai akhir, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sungkem buat ibu ya mbak ^^
      Turut meng-aamiinkan

      Hapus
  14. Semoga ini bukan Ramadhan terakhir kita dan kita bisa menghabiskan waktu berkah dan penuh kebahagiaan bersama orang rang tersayang, keluarga kecil kita :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah memberkahi hidup kita bersama orang-orang tersayang. Aamiin ^^

      Hapus
  15. Masya Allah mbak, luar biasa ya bagaimana tema yang diangkat sama BM buat kita terhenyak dan merenung habis-habisan. Refleksi diri sebaik mungkin, mudah2an amalan kita selama ramadhan ini diterima olehNya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga kita jadi insan yang lebih baik ya mbak

      Hapus
  16. Amiin semoga terkabul apa yang diharapkan ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. terima kasih supportnya ya mbak Wid ^^

      Hapus
  17. InsyaAllah, bisa dikasih semangat terus buat produktif terutama nulis. Sebagai ladang ibadah juga. Amin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin.
      Aku juga ingin tetap produktif nulis meskipun di bulan ramadhan. Terima kasih supprtnya ya mbak ^^

      Hapus
  18. semoga bukan Ramadhan terakhir kita ya mb T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Terima kasih ya mbak Novi. Semoga ramadhan menjadi komen untuk semakin bisa memperbaiki diri kita ^^

      Hapus
  19. Semoga ya mbak pengandaian terakhir kita di ramadhan kali bisa jadi cambuk agar bisa lebih mengoptimalkan ibadah di bulan ini dan mempersiapkan diri lebih baik lagi untuk kehidupan yg abadi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga ramadan menjadi momen untuk refleksi diri ya mbak ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...