Rabu, 11 April 2018

Aku Ingin Berhenti




Beberapa hari yang lalu, ada sebuah chat dari seorang teman. Menyampaikan bahwa ingin berhenti dari sebuah komunitas menulis. Kebetulan aku juga ada pada komunitas yang sama.

Sedih membaca chat tersebut. Mengingat dia begitu bersemangat pada awal mengikuti. Berbagai tantangan menulis telah berhasil diselesaikan dan masuk kategori lulus. Bahkan kini telah melanjutkan ke kelas lebih lanjut.

Lantas terbersit tanya, apa yang menyebabkan sang teman ingin berhenti menulis? 

Pertanyaan tersebut terajukan juga. Jawabannya adalah, dia merasa tidak punya ide untuk menulis.

Ah ... Alasan klise sebenarnya. Tidak hanya dia. Bahkan banyak yang mengalami hal serupa. Merasa buntu ide hingga tidak bergerak untuk menulis. Aku juga pernah mengalami hal yang sama. Malah sering. Lantas, apakah aku berhenti menulis? 

Alhamdulillah hingga saat membuat tulisan ini, aku masih menulis. 

Kejenuhan, merasa tidak ada ide hingga ingin berhenti menulis, merupakan hal yang kualami juga. Apalagi kendala waktu yang juga alasan klise sebetulnya.

Kalau sudah dalam.kondisi seperti ini, aku memilih untuk sejenak berhenti dari aktivitas apapun yang berhubungan dengan menulis. Mencoba me-refresh diri, melakukan aktivitas atau rutinitas berbeda, juga mengistirahatkan fisik. 

Ide menulis sebetulnya banyak, tinggal kita saja yang harus pandai menangkap.

Sebagai pengingat diri, aku ingin tetap bisa menulis, meskipun hanya sekadar berbagi cerita kehidupan pada orang lain. Meskipun tulisan seolah sepetti curahan hati belaka. 

Aku ingin membebaskan diri dengan menulis tentang apapun, termasuk di blog ini. 

Memang tidak mudah untuk bisa mengambil sikap konsisten terhadap suatu hal, meskipun sebetulnya hal tersebut mendatangkan banyak manfaat, termasuk menulis.

Bila diri mau menyadari, bahwa sesungguhnya, sikap konsisten melakukan hal-hal yang positif, akan mendatangkan kebaikan. Tidak percaya? Silakan dicoba.

Lantas, kebaikan seperti apa yag akan datang pada diri?

Tentu saja aku tidak tahu. Allah telah memberi porsi sendiri-sendiri pada setiap hamba-Nya, dalam bentuk apapun, juga dari arah tak terduga.

Dari tulisan ini aku ingin menyampaikan pada sang teman, bahwa konsisten melakukan menulis, akan membawa kebaikan tersendiri, baik pembaca, terlebih untuk si penulis.

Semoga temanku juga membaca tulisan ini. Berharap agar dia tetap semangat menebar kebaikan lewat tulisan-tulisannya.


#onedayonepost


#nonfiksi

11 komentar:

  1. hem, males, ya males lah yang menjadi awal kita nggak ada inspirasi menulis. coba kasih saran. main ke blog teman-teman. pasti ada ide lagi ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keren sarannya. Terima kasih sudah diingatkan, mas Fajar. Self Reminder juga buatku ^^

      Hapus
    2. heheheh, saling mengingatkan aja mbak. sesama blogger

      Hapus
  2. Ayo menulis, menulis akan menambah kosa kata, memperkaya pengetahuan.
    hehe... salam kenal

    BalasHapus
  3. Mba Nova termasuk yang persistan menulis, aku salute banget, secara aku pernah merasa bersemangat sekali ngeblog, dan pernah juga merasa down sampai palung terdalam... Kurang persistan banget kalo aku, masih PR, jangan juga sih sampai berhenti krn ini salah satu terapi jiwa saya dari depresi

    BalasHapus
  4. Writer block, rasa-rasanya seperti kehabisan ide. Tapi menurut saya pribadi, lebih kemandekan inspirasi dan gairah semangat.

    Ide itu berputar di sekeliling kita, cuma kurang lihai menarik kail yang pas, hehe.

    InsyaAllah, apapun yang kita tulis dengan niat baik, pasti ada kemanfaatan untuk pembaca dan kita sendiri, seperti yang kakak bilang. So keep writing! :)

    BalasHapus
  5. Saya tercolek nih mbak Nova. Makasih ...

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...