Jumat, 23 Maret 2018

Perhatian Dulu, Baru Kerjasama

sumber foto : pixabay


Ada sebuah percakapan dari beberapa teman kantor yang menjadi ide untuk membuat tulisan kali ini. Tentang perhatian dan kerjasama.

Saat ada aktivitas kantor, yaitu membuat sebuah surat, di akhir kalimat, salah seorang teman menyarankan agar kata ‘perhatian’ ditulis terlebih dahulu, baru ‘kerjsama’. Ada yang sedikit bercanda, dengan mengatakan bahwa dalam suatu hubungan, perhatian diutamakan, maka kerjasama akan terjalin dengan indah dan sesuai harapan.


Hmm … mungkin ada benarnya juga ya. Perhatian yang penuh maka akan terjalin sebuah ikatan sekaligus kerjasama yang baik, antara kita dan orang lain, juga keluarga.

Misalnya begini. Saat bersama anak, kita bisa lho, memberikan perhatian penuh padanya. Lupakan sejenak tentang gawai dan semua obrolan di grup media sosial. Kalau perlu matikan notifikasi atau di-silent saja. 

Mungkin saja, dengan memberi perhatian pada anak, dia merasakan kedekatan dari orangtuanya. Kita juga bisa saling mengungkapkan rasa sayang. Suatu hal yang bisa jadi jarang terjadi dalam sebuah keluarga, karena tingkat kesibukan masing-masing anggota keluarga cukup tinggi.

Nah, perhatian itu memang penting, bukan? Bisa saja lho, saat bersama kayak gini, anak lantas mempunyai inisiatif untuk menunjukkan kreativitas atau ide apapun pada orangtua, yang diperlihatkan misalnya melalui hasil menggambar, mewarna, membuat bentuk-bentuk dari permainan lego atau melalui apapun.




Eh … tapi tidak hanya dengan anak lho. Memberikan perhatian penuh sangat boleh pada pasangan, baik istri maupun suami (sendiri #ups). Ya iyalah, masa’ pasangan orang lain? LOL. 

Nah, kalau kita sudah memberikan perhatian penuh pada pasangan, bakal ada kerjasama yang terjalin dengan baik antara keduanya. Misalnya, istri yang mendapat perhatian penuh dari suami, misalnya sering diajak jalan-jalan, shopping, uang belanja yang lebih dari biasanya, sering dipijitin suami, atau apapun, pokoknya perhatian banget dari suami, dijamin istri bakalan seneng deh (ini kerjasamanya dimana dong?).

Bentuk kerjasamanya ya, istri bakalan bahagia lah! Hihi… Kalau itu pasti. Hal lain ya, mungkin saja, istri bakalan lebih rajin bikin masakan kesukaan suami. Mungkin lho, ya :D

Setidaknya, volume omelan istri bisa berkurang lah #ups.




Tapi jangan lupa lho ya, tidak cukup perhatian yang penuh untuk diberikan pada orang-orang terkasih, juga orang-orang disekitar kita, tetapi juga ungkapan dalam kalimat-kalimat yang menyejukkan juga diperlukan.

Kita bisa kok jadi teman bicara yang menyenangkan bagi siapapun. Tidak harus turut mengimbangi isi pembicaraan. Terkadang seseorang itu hanya butuh teman untuk mendengar.




Nah, menurut teman-teman, benarkah perhatian penuh yang diberikan, bisa menghasilkan kerjasama yang baik? Ditunggu jawabannya di kolom komentar ya ^^


20 komentar:

  1. Perhatian ini dalam bentuk mendengarkan ya mba. Karena paling sulit itu mendengarkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak semua mau jadi pendengar yang baik ya mbak ^^

      Hapus
  2. intinya saling ya mbak..kalau sudah memberikan perhatian, pasti tak akan sulit untuk mengajak kerjasama....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu. So, kitaharus banyak memberi perhatian pada orang-orang disekeliling kita ya mbak ^^

      Hapus
  3. aku sepakat, karena masih ada teman-teman tipe gak mau mendengarkan pendapat orang lain ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa jadi teman dengar yang baik ya mbak ^^

      Hapus
  4. Iyaa
    Karena jadi merasa dimanusiakan gitu, Mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perhatian kita pada orang lain akan membuat mereka merasa dihargai ^^

      Hapus
  5. Iya banget mba, hehehe kok baru ngeh ya dengan ending surat yang menyertakan gitu hahaha
    padahal sering bikin dan abai hal satu itu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang memang kita kurang memerhatikan hal-hal kecil ya mbak ^^

      Hapus
  6. Sayangnya masih ada yg suka cuek saja dg perhatian yang diberikan. Entah itu emang tidak peka atau orangnya emang gak ngerti2 hahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, masing-masing orang memang punya karakter yang berbeda. Semoga kita mau menjadi pendengar yang baik ya ^^

      Hapus
  7. Kerja sama saling mendengarkan dan bicara...
    Jangan sampai..satu cerita..satunya sibuk mainin gawai..

    Siapapun kesel.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tentu akan lebih baik bila mau belajar menjadi pendengar yang baik ya mbak

      Hapus
  8. iya mbak...kerjasama biasanya tercapai apabila ada meeting of minds. lha klo ga ada perhatian pastinya MoM ga kan ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih memperhatikan akan memudahkan kerjasama demi meraih tujuan bersama ^^

      Hapus
  9. Ada benernya juga ya mbak, ketika ada perhatian tentu tidak akan sulit untuk bekerjasama ketimbang yang sebelumnya cuek cuek tiba tiba minta kerja sama heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Perhatian pada hal-hal penting bisa mendatangkan keberuntungan juga lho mbak ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...