Rabu, 28 Maret 2018

Akhirnya Mencapai 100 Ribu





Kali ini saya lagi ingin norak!


Pasti pada penasaran kan ya? Hehe. Sok tau ya? Biarin deh.


Jadi begini. Sudah 2 hari ini, saya lihat pageview blog sudah mencapai angka 100 ribu lebih!


Horeee... Saya senang banget dan langsung tepuk tangan! Nggak percaya? Alhamdulillah. Toh teman-teman nggak bakalan tahu juga, saya benar-benar bertepuk tangan atau tidak, bukan? ^^


Mungkin ada yang bertanya, memang sudah berapa lama nge-blog, kok senang banget lihat pageview segitu? Masih newbie ya? Yang udah mencapai angka jutaan aja nggak segitunya. Norak amat!


Lha, suka-suka dong ya! Biarin dibilang norak, saya tidak peduli! Hehe.


Yang jelas saya hepi! Nggak nyangka saja bisa secepat ini bisa mencapai angka itu. Perkiraan sih mau dekat lebaran baru bisa angka itu 'nangkring' di blog.


Ya ampun, segitunya ya! #tepokjidat.


Mungkin bagi sebagian orang, mencapai angka 100 ribu lebih untuk sebuah blog merupakan hal biasa. Bahkan tidak membutuhkan waktu yang lama. Namun tidak bagi saya.


Hampir 2 tahun sejak mulai senang nge-blog, baru bisa merasakan bahagia dengan tercapainya angka itu.


Bukan saya meremehkan angka-angka sebelumnya, tetapi justru berusaha menikmati setiap proses selama nge-blog.


2 tahun bisa jadi waktu yang pendek, tetapi bisa jadi waktu yang terlalu lama bagi seorang blogger agar bisa tercapai jumlah pengunjung hingga ratusan ribu.


Saya sih, whatever everybody says aja! Yang penting hati senang dengan nge-blog.


Tapi jangan dikira tidak pernah merasa sedih selama menjalani aktivitas sebagai blogger lho (eh, sudah pantaskah saya mendapat sebutan itu? #ambilkaca).


Pernah mengalami galau akut karena tidak ada yang meninggalkan komentar, nyaris tidak ada yang berkunjung, bahkan sangat sedih karena nilai DA/PA yang turun drastis! Sempat berpikir bahwa hal ini akan membuat blog jadi sepi dan tidak lagi bisa menghasilkan alias tidak bisa di-monetize!


Nah loh! Udah mulai matre nih!


Suatu hal yang wajar kok menurut saya, bila ada blogger yang ingin blog jadi salah satu atau bahkan menjadi sumber penghasilan.


Siapa sih yang nggak ingin pundi-pundi makin bertambah dengan nge-blog? Saya sih ingin banget.


Banyak cara untuk bisa menjadi blogger keren dan berhasil me-monetize blog. Saya nggak bahas di sini ya. Masih perlu banyak belajar dan merasa belum menjadi blogger sejati.


Tulisan saja isinya masih sering curhatan nggak jelas. Saya malu. Tapi karena ingin menuliskan pengalaman dan segenap rasa, ya ujung-ujungnya tetap posting juga.


Untuk mencapai sebuah kesuksesan, tentu akan mengalami beragam proses, menuntut lebih banyak waktu, tenaga bahkan materi.


Saya ingin tetap bisa menikmati proses itu.


Bukan karena angka-angka sebagai ukuran sebuah kesuksesan, tetapi proses berubah untuk menjadi lebih baik, jauh lebih penting bagi saya.


Semoga saya tidak cukup puas dengan pencapaian angka 100 ribu lebih ini. Namun justru semakin terpacu dan bersemangat untuk terus menulis, menebar manfaat dan berbagi kebaikan bagi sesama.

Aamiin.

Senin, 26 Maret 2018

Menjadi Blogger Keren

sumber foto : pixabay


Semalam tiba-tiba saya mendapat sebuah direct message melalui akun instagram. Dari seseorang yang tidak dikenal. Dibaca dari nama yang tertera, dia adalah seorang laki-laki. Tak lama dia memperkenalkan diri sekaligus menanyakan beberapa hal.

Dalam pesan yang disampaikan, ada beberapa pertanyaan yang menggelitik. Misalnya :
“Sejak kapan mbak suka menulis?”
“Mbak hanya suka ngeblog saja?”
“Minta web ya mbak.”
“Tema blog apa?”

Jumat, 23 Maret 2018

Perhatian Dulu, Baru Kerjasama

sumber foto : pixabay


Ada sebuah percakapan dari beberapa teman kantor yang menjadi ide untuk membuat tulisan kali ini. Tentang perhatian dan kerjasama.

Saat ada aktivitas kantor, yaitu membuat sebuah surat, di akhir kalimat, salah seorang teman menyarankan agar kata ‘perhatian’ ditulis terlebih dahulu, baru ‘kerjsama’. Ada yang sedikit bercanda, dengan mengatakan bahwa dalam suatu hubungan, perhatian diutamakan, maka kerjasama akan terjalin dengan indah dan sesuai harapan.

Kamis, 22 Maret 2018

Saya Belum Menulis

sumber foto : pixabay


Melihat list postingan di blog, rasanya ingin melekukkan ujung bibir ke bawah. Atau sedikit mengelus dada. Hingga menjelang minggu terakhir di bulan Maret ini, tulisan di blog masih jauh dari angka 10. Jauh dibanding bulan lalu. 

Minggu, 18 Maret 2018

Liburan Ngapain Saja?

sumber foto : pixabay


Sabtu, 17 Maret 2018 terlihat di kalender tanggal berwarna merah. Peringatan Hari Raya Nyepi. Saya, suami dan anak juga libur. Lantas berinisiatif memberi kelonggaran pada si mbak asisten untuk memberi ekstra libur juga. Hitung-hitung biar dia bisa lebih punya banyak waktu luang bersama keluarga. Atau mungkin juga ingin berlibur ke suatu tempat.

Jumat, 16 Maret 2018

Antara Blurb dan Sinopsis


sumber : pixabay

Kemarin ada sebuah email tertuju pada saya dari seorang pije (penanggungjawab) antologi yang diadakan oleh teman-teman komunitas One Day One Post (ODOP) Batch 4 khususnya kelas non fiksi.


Rabu, 14 Maret 2018

Semangat Saja Tidak Cukup!



Ketika mendapatkan hal-hal baru yang menarik dalam hidup, mayoritas dari kita akan mendapatkan semacam suntikan semangat. Apapun akan dilakukan agar hal tersebut tetap ada dalam genggaman. Merasa sayang bila terlepas begitu saja. Sebab tidak semua orang akan mendapatkan kesempatan yang sama.

Selasa, 13 Maret 2018

Serunya Kopdar ODOP



Ini tulisan yang kesekian kali tentang Kopdar ODOP beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 3-4 Maret 2018, di Yogyakarta. Sudah ada 3 postingan sebelumnya. Tetapi karena sudah kesepakatan bersama, bahwa bila tulisan tentang kesan selama kopdar yang akan diikutkan antologi telah terposting di blog, maka semua postingan harus dihapus.

Senin, 12 Maret 2018

Belum Ada Judul




Sudah beberapa hari ini saya tidak menulis. Kepikiran juga sih ingin menulis apa, gitu. Tapi masih bingung juga. Padahal ide banyak di sekitar, tapi nggak tahu kenapa, jemari tak segera beranjak, entah mengetikkan beberapa kata di gawai, maupun di laptop.

Senin, 05 Maret 2018

Mau Terbebas dari Anyang-anyangan? Minum Prive Uri-cran saja!




Melakukan perjalanan dengan jarak tempuh yang lumayan jauh dan selama beberapa jam, bisa dilakukan siapa saja, tidak terkecuali saya.

Beberapa bulan terakhir saya melakukan perjalanan cukup jauh dari tempat tinggal, yaitu dari Kabupaten Nganjuk ke Semarang dan Yogyakarta. Jarak tempuh kedua daerah tersebut sekitar 6-7 jam. Duh, lama banget ya. Bisa dibayangin pegelnya kaki dan seluruh badan, akibat terlalu lama duduk. Kebetulan saat perjalanan tersebut, saya harus naik bis.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...