Kamis, 08 Februari 2018

Plagiat Mematikan Kreativitas




Hari ini, di sebuah grup khusus untuk blogger yang saya ikuti, ada tema menarik yaitu tentang plagiat. Semua anggota grup diharap memberikan pendapat tentang hal tersebut, serta membagidi akun media sosial masing-masing. Tentu saja beragam pendapat muncul. Tidak sedikit yang merasa gemas.



Bagaimana tidak? Perbuatan plagiat itu merugikan sekali. Sebuah tindakan yang sama sekali tidak patut untuk ditiru, tidak menghargai hasil karya orang lain, perbuatan orang-orang yang sama sekali tidak punya kreativitas, dan termasuk perbuatan dosa, yaitu mengambil milik orang lain dengan sengaja. Duh.

Ngomong-ngomong, ada yang tahu apa tidak, pengertian plagiat? Berikut beberapa penjelasan yang saya dapat.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat) dan sebagainya orang lain, dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri; jiplakan. Sedangkan pelakunya disebut sebagai plagiator. Untuk pengertian plagiarisme adalah penjiplakan yang melanggar hak cipta.

Dari situs Wikipedia, dijelaskan bahwa plagiarisme atau plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri (1) (2) Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Singkat kata, plagiat adalah pencurian karangan milik orang lain (3).

Ternyata, dalam dunia pendidikan, tentang plagiat ini juga diatur tersendiri lo. Menurut Permendiknas Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi, Pasal 1 angka 1, plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memeproleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai, untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai.

Lebih lanjut dalam Permendiknas dijelaskan, bahwa plagiator adalah orang perseorangan atau kelompok orang pelaku plagiat, masing-masing bertindak  untuk diri sendiri, untuk kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan (Permendiknas Nomor 17 tahun 2010 Pasal 1 angka 2).

Menurut beberapa teman yang memberikan pendapat di linimasa akun media sosial mereka, ada yang menyebutkan bahwa plagiat merupakan perbuatan pura-pura agar mendapat pujian dari orang lain. Bangga tapi hasil ‘mencuri’ ide orang lain, nggak banget deh ya!

Apalagi bagi seorang penulis. Jangan jadi plagiator deh! Boleh bila mengutip tulisan, tapi harus disebutkan sumbernya dengan jelas. Tentu masih ingat dong, dengan metode ATM. Bukan Anjungan Tunai Mandiri lho, tapi Amati, Tiru, dan Modifikasi. Nah, jelas disini sama sekali tidak ada kata ‘menjiplak’. Awalnya kita bisa membaca karya orang lain, lantas menuliskan kembali, dan memodifikasi kata-kata. Bukan sama persis dengan karya orang lain.

Untuk menghasilkan sebuah tulisan yang bagus, memerlukan proses yang panjang. Hal ini tentu juga dialami para penulis yang sekarang sudah sukses dengan karya mereka. Jatuh bangun dalam berkarya, mengalami penolakan dan cibiran, menghasilkan tulisan yang benar-benar bisa diterima banyak orang, tentu bukan hal yang mudah. Membutuhkan perjuangan yang berat.

Yuk, kita mulai dari sendiri, untuk tidak mematikan kreativitas dengan melakukan plagiat. Meskipun orang lain menganggap tulisan kita jelek, yang penting karya sendiri. Bukankah begitu?
#LawanPlagiat

Dari berbagai sumber.


#30harimenulis
#hari25
#onedayonepost





24 komentar:

  1. Alhamdulillah kemarin ngecuit kompakan soal plagiator ini Mba Nod, karna novel saya juga kena imbas plagiat di watpad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ikut sedih bacanya. Bikin novel juga butuh pemikiran yang rumit, eh orang lain seenaknya main copas. Tanpa menyebut sumber pula :(

      Hapus
  2. 2 hari yang lalu juga kami menyerukan #LawanPlagiat

    BalasHapus
  3. Wah iya .. saya sendiri dalam menulis memang suka mencari inspirasi sana sini, tapi untuk urusan plagiat ini...
    Naudzubilah jangan sampaaiii saya gitu, karna karma itu ada wkwkkw

    Nanti tulisan saya di plagiat juga sedih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Inspirasi bisa darimana saja. Tapi plagiat, it's a big no!

      Hapus
  4. Kasian yang penulis yang tulisannya di plagiat, padahal menulis pasti ga segampang yang plagiator pikirkan. mencari ide dan bahan tulisan sangatlah tidak mudah :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Nulis itu pake mikir kan? Sedih banget deh kalo ada yang asal copas tulisan kita tanpa nyebutin sumber tulisan :(

      Hapus
  5. Iya, alhamdulillah banget kemren pun aku diajakin buat gabung ngetuit #LawanPlagiat, ternyata banyak banget yang udah kena getahnya yaa. Moga saja inspirasi para penulis/blogger didengar dan masalah Plagiat cepet diatasi oleh pemerintahan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga gerakan #LawanPlagiat bisa bikin para plagiator melek dan sadar diri ya mbak

      Hapus
  6. Setuju pakek banget. Saya lebih senang ATM (amati, tiru, modifikasi) karena ciri khas tidak bisa ditipu maupun menipu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap penulis harusnya mempunyai ciri khas ya mbak

      Hapus
  7. Gemes-gemes gimanaaa gitu ama yang namanya plagiat ini. Padahal tindakan plagiat ini justru ngerugiin dia yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang jelas si plagiator harus siap dibully. Apa enaknya coba? :(

      Hapus
  8. #lawanplagiat

    Dapet job content placement pun harus dimodif ya biar ga bener2 njiplak. Apalagi kalau mencuri karya oranglain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyap. Kalo dapat job, trus tulisan hasil jiplakan, siap-siap saja dibanned pihak brand. Bisa-bisa kelar itu karir

      Hapus
  9. Ga bisa ikut pas kemarin di twitter ada acara serentak berantas plagiat ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meski nggak bisa ikut, tapi tetap mendukung kan mbak :)

      Hapus
  10. Org yang melakukan plagiat kemungkinan kurang pede sama kemampuannya :(
    Moga2 dijauhkan dr kegiatan plagiat meskipun tersudut aamin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Para plagiator itu jelas nggak pede dengan tulisan sendiri

      Hapus
  11. "Tuangkan idemu ke dalam tulisan. Gunakan gaya menulismu sendiri, gunakan juga bahasa yang baik dan mudah dipahami. Yakin lah, tulisan dari buah ide sendiri, akan jauh lebih baik daripada menyalin/plagiasi karya orang lain. Plagiasi itu buruk banget, jika ketauan, kita bisa mati gaya. Malu. Bukan begitu, Mba?
    #lawanplagiat

    BalasHapus
  12. Sebenarnya setiap orang punya kreativitas masing". Nah tinggal orangnya aja nih mau mengasah atau mengembangkannya atau tidak. Klo tidak ya jadilah orng yang gak punya kreativitas dan ujung"nya jdi plagiat. Duh bahaya nih ya klo jdi plagiat, bisa merugikan orang lain.

    BalasHapus
  13. emm, terkadang ada beberapa tulisan yang tak sengaja atau mungkin sengaja di contoh hanya sebagai acuan.
    kalaupun plagiat minimal, asal sumbernya diketahui :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...