Minggu, 18 Februari 2018

Blog Tour dan Giveaway Antologi Nostalgia Biru




Hallo semua! Kali ini saya diberi kepercayaan dari teman-teman Komunitas One Day One Post dan Penerbit Embrio untuk membuat blogtour dan give away buku berjudul Nostalgia Biru, periode 2. Buku yang dikemas dalam bentuk antologi ini berisi 12 cerpen dari 12 penulis kece yang tergabung dalam One Day One Post.


Oiya, kalian bisa lho, mendapatkan buku ini secara gratis. Tapi sebelumnya, simak dulu reviewnya ya!

Judul buku : Nostalgia Biru
Penulis.     : Anggota Komunitas One Day One Post
Penerbit.    : Embrio Publisher
Tebal buku : 176 halaman
Cetakan.    : I (Pertama)
Tahun terbit : 2018


Sedikit saya singgung tentang isi beberapa cerpen dalam buku antologi ini ya.

Cerpen berjudul Reuni Biru karya Hikmah Ali ini dibuka dengan sepenggal puisi. Bercerita tentang luka, pengkhianatan juga ketegaran, saat realita mengatakan bahwa justru pedih ditoreh oleh orang-orang terdekat, dan sangat disayangi oleh sang tokoh utama. Takdir memang tak penah bisa ditebak oleh siapapun.

Tentang takdir, kau tak kan pernah bisa menebak
Ia rahasia-Nya, serupa kotak Pandora yang beraroma magis

Lihatlah aku yang terperangah bernanah di simpang jalan ini
Takjub bahwa aku bukan lagi diriku

Sebab sudah mengengkau. Maka menetap aku
Dengan darah, dengan airmata. Meski.

Maka duhai Tuhan, taatkan rasaku pada janji-Mu.
Bukan deramu atas nafsuku.

Hingga berakhir reuni biru ini.
Dan tak tercabik yang sudah utuh.

***
Ada juga kalimat yang membuat hati terhenyak, bahwa saat kita mengedepankan ego, saat itulah nurani mengabaikan logika. Tak peduli ada yang tersakiti dengan sikap tersebut.
Mengaitkan tali yang salah, mengabaikan nurani yang terkapar darah.

***

Hanya lima siang sejak reuni biru itu, Rara mengambil keputusan terbesar sekaligus terberat dalam hidupnya. Di tengah keletihan memungut puing-puing kekuatan setiap waktu, rona merah yang hilang, senyum yang duka, pelukan hampa untuk anak-anak mereka, bunda 2 anak itu merelakan semuanya. Membiarkan kekasih menemukan kehalalan bersama perempuan lain, sahabat terbaiknya.
Biarlah pernikahan mereka jauh lebih berharga ketimbang perasaannya yang kadung luka, ada sakinah yang harus diperjuangkannya. Agar tak tercabik-cabik yang sudah purna melampaui apapun, mitsaqan ghaliza dan jagoan kembar mereka.
Biarlah, mungkin saja reuni yang didambakan anak-anak mereka akan lebih meriah dengan banyak warna, sebab tak lagi hanya ada satu ayah satu bunda, tapi satu ayah dua bunda.

***
Cerpen selanjutnya yang cukup menarik berjudul Misteri Cinta karya Tita Dewi. Sebuah pernikahan, tidak cukup hanya bermodalkan cinta, tetapi juga kesiapan dalam menerima pasangan, termasuk soal kehadiran buah hati. Harus disadari, bahwa anak merupakan hak prerogatif Tuhan. Sebagai pasangan suami istri, ketidakhadiran anak seharusnya bukan satu-satunya alasan untuk mengkhianati cinta.

Berikut ini sedikit cuplikan isi dari cerpen tersebut.

"Setelah Radit tahu aku juga tidak bisa memberinya anak, dia juga pasti akan mencampakkan aku seperti Reno!" Ratih menangis. Tiba-tiba saja dia merasa benci denga Radit, benci dengan Reno, benci dengan dirinya dan benci dengan takdirnya.
Tiba-tiba Ratih merasakan belaian lembut pada lengannya. Tersentak, dirinya menoleh. Sesosok anak perempuan manis berambut sebahu tersenum padanya.
,Mama jangan menangis ya?" ujar anak itu sambil menghapus airmata di pipi Ratih. "Arina sayang mama," ucapnya sambil memeluk Ratih. Ratih balas mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
Dia telah mendapatkan cinta yang tulus meski bukan dari para lelaki yang pernah hadir dalam hidupnya. Arina, seorang anak yatim piatu telah menemaninya setahun ini. Kini, dialah cinta yang mengobarkan semangat Ratih untuk menata masa depannya lagi.
***

Cerpen berjudul Kenangan Dulu karya Dyah Yukita ini menceritakan tentang sebuah kenangan yang tidak pernah tersampaikan dalam jujur. Ketika penyesalan tertinggal, semua tak akan bisa kembali terulang. Beberapa dialog dalam cerpen ini saya sertakan.

"Begitukah sikapmu terhadap orang yang kau kenal?" Tiba-tiba terdengar suara khas dari belakang, mengaburkan kenikmatan yang sedang kupendar.
Aku menoleh dan sejurus kemudian aku terdiam,
"Ah, bukan begitu. Aku hanya mengingat pesanmu waktu itu."

Sudah cukup dengan pemberian pedih yang kamu beri. Cukup mengganggu hidupku yang damai saat aku mulai meyakini kamu tidak ada di sampingku lagi. Cukup merasakan betapa bahagianya aku bertemu kamu setelah kita saling mengucap rindu. Kali ini biarkan aku melupakanmu dan mengubur masa lalu kita.

Penulis berusaha menyampaikan tentang sebuah keputusan hati, bahwa mengubur dan memaafkan kenangan masa lalu adalah jalan terbaik, meskipun tak akan bisa melupakan sepenuhnya.
***

Dendam, luka, sakit hati yang tercabik-cabik, dikemas apik dalam sebuah cerpen berjudul Sebuah Pilihan karya Nuha. Sebuah ending yang membuat kita semakin merenung, tentang keikhlasan menerima takdir.

Percayakah bahwa adakalanya memutuskan sesuatu itu begitu berat, seberat memanggul kebencian dalam karung dendam?
***
"Heri teman kami memang ada kelainan jiwa, Fan. Tapi justru dialah yang selalu datang setiap reuni sekolah. Uniknya dia selalu ingat tanggal kesepakatan reuni kami. Pernah pihak rumah sakit melarang Heri datang, tapi itu justru berdampak buruk. Heri ngamuk di rumah sakit. Jadi kami semua ke rumah sakit kali ini untuk memberi spirit padanya, barangkali ini bisa membantu kesembuhannya."
"Apakah Bapak Heri yang Ibu maksud adalah Bapak yang tadi dijemput petugas rumah sakit itu?"
"Nah. Iya, betul."
***
Tidak mudah ketika mencoba tetap memanggul segala rasa. Menggali lahat sedalam mungkin, untuk kemudian memilih, mengebumikan dendam ataukah menyampaikan rasa yang tersirat. Meskipun harus mengorbankan perasaan orang-orang tercinta.
***

Pertemuan kembali dengan orang-orang yang pernah hadir dalam kehidupan kita, terkadang membuat rasa bahagia membuncah. Kenangan bersama kembali teringat. Gelak canda mewarnai kala duduk bersama sambil bernostalgia. Namun tak jarang kembalinya masa lalu dalam kehidupan justru menyisakan tangis bahkan derita.

Lantas, apakah kita akan terus berkubang dalam lara ataukah tetap tegar melangkah demi masa depan yang lebih indah? Pilihan ada di tangan kita semua.

Beragam kisah yang tersaji indah dan cukup mengaduk emosi pembaca dalam antologi dengan judul Nostalgia Biru ini akan membuat kita merenung, bahwa setiap langkah yang meninggalkan sejarah kehidupan, tak selamanya membirukan hati, tetapi akan selalu ada hikmah dibalik setiap kisah.

Ingin mendapatkan buku ini secara gratis? Yuk ikuti blog tour dan give away yang diadakan untuk kalian semua. Simak syaratnya berikut  ini :

  1. Berdomisili atau alamat pengiriman di Indonesia;
  2. Like fanspage One Day One Post dan follow instagram di @komunitas.odop;
  3. Like fanspage Penerbit Embrio dan follow instagram di @penerbitembrio
  4. Follow blog ini (www.nodiwa.com);
  5. Share postingan ini ke akun media sosial kalian, seperti Facebook, instagram maupun twitter dan beri hastag #blogtour&giveawaynostalgiabiru;
  6. Jawab pertanyaan ini :
Kalau ada reuni, baik reuni sekolah maupun keluarga, apa yang kalian harapkan?
Tulis dalam 2 paragraf dan posting di kolom komentar postingan blogtour dan giveaway ini;
  1. Sertakan nama, alamat email yang bisa dihubungi serta cantumkan akun media sosial kalian seperti Facebook, instagram dan twitter.

BLOGTOUR DAN GIVEAWAY INI BERLAKU DARI 18 – 23 FEBRUARI 2018.

66 komentar:

  1. Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih mbak Alida ^^

      Hapus
  2. Ketika ada reuni sekolah atau keluarga, pastinya yang saya harapkan, semua bisa berkumpul dan saling bertukar cerita, berbagi pengalaman itu penting sekali.
    Memanfaatkan peluang yang pas saat moment itu pilihan saya, saya akan beritahu mereka semuanya tentang kesibukan saya,eh munngkin tepatnya bisnis saya, saya manfaatkan untuk berpromosi entah saya tawarkan buku, dan apapun itu. Tapi terlepas itu yang paling utama, kita bercerita flash back masa lalu ,bercanda tawa ceria. Dan sharing jadikan masa lalu sebagai kenangan yang terukir indah lalu kita siapkan visi dan bumerang tuk gapai impian dan cita-cita besar semua anggota. Sekian terima kasih.😇 http://laylisyarifah.blogspot.co.id/?m=1 masukannya ya kaka untuk blog saya🎀😉

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi reuni sebagai ajang promosi bisnis ya mbak. Keren deh ^^

      Hapus
  3. wah sukses buat blog tour buku antologinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Erna. Ikutan yukk ^^

      Hapus
  4. Semoga lancar dan sukses blog tournya ya mba... Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terima kasih mbak Lia. Ikutan yukkk ^^

      Hapus
  5. Wah, selamat ya...sukses blog tournya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Eni. Ikutan yukkk ^^

      Hapus
  6. Dalam reuni, tak ada yang kuharapkan selain pertemuan. Ya, pertemuan akan cukup membuatku belajar siapa menjadi apa sekarang, pertanyaan "bagaimana bisa" akan menemukan jawaban, juga tentang rindu yang harus tersampaikan.
    .
    Dalam reuni ada kenangan yang kadang harus kukembalikan, agar tak menjadi kerisauan menghadapi setiap perjalanan. Ada bahagia dalam jumpa, juga semangat yang hadir bersama senyuman sahabat. Adakah yang lebih melegakan ketimbang perasaan bisa menerima setiap kenyataan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menerima setiap kenyataan dengan penuh keikhlasan, akan membahagiakan. Ya kan, mbak Saki ^^

      Hapus
  7. Kalau sampai kejadian yang namanya reuni, saya akan cenat-cenut mengingat nama dari wajah-wajah yang mendadak asing tapi seperti pernah lihat. Dan saya pasti banyak tidak ingatnya tentang nama-nama itu. Kecuali yang memang masih sering bertemu.

    Mungkin faktor usia kali ya, seringkali saya ketemu teman tapi kerepotan mengingat namanya, dan malunya, mereka hafal betul menyebut-nyebut nama saya. Duh ... efek nggak pernah reuni.

    Wakhid, bungaduasatu@gmail.com, facebook.com/suden.basayev

    Semoga beruntung, hihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Wakhid terkenal sejak dulu. Mantappp :D

      Hapus
  8. Wah banyak pilihan cerpennya. Saya tandain dulu. Moga sukses blogtournya ya mbak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiikkk... Ditandai sama mbak April! Tapi jangan lupa ikutan ya mbak ^^

      Hapus
  9. Kalau reuni keluarga udah sering. Alahamdulillah keluarga saya dan suami tinggal di kota yang berdekatan. Nah kalau reuni teman sekolah atau kuliah,ini yang seru. Kisah kenakalan saat di sekolah pasti jadi menu utama perbincangan.

    Dalam acara reuni, kita akan bertemu teman-teman yang bisa jadi masih kita kenali wajahnya namun lupa namanya. Reuni pertama dengan teman kuliah adalah setelah 25 tahun berselang.Maka wajib masing2 memakai pin yang bertuliskan nama yang bersangkutan. Alhasil kita tak lagi malu-malu menanyakan ,"Kamu siapa ya?" Hahaha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh nih ide pakai pin pas reuni. Biar nggak disangka alpa, padahal iya, hahaha

      Hapus
  10. Reuni adalah salah satu obat rindu. Dengan jarak jauh dan waktu terbatas menyebabkan kita jarang berkomunikasi, walaupun bisa lewat medsos.

    Saat reuni tiba, banyak cerita yang bisa dibagi.Di dalamnya banyak pelajaran yg bisa diambil.
    Saat reuni, tawa kebaagiaan muncul kembali.

    IG: @musabbihaabwa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Reuni
      Menyatukan lagi
      Persaudaraan ini
      :D

      Hapus
  11. Reuni itu mengupas kerinduan.
    Rindu masa, suasana, raga, dan banyak lagi. Rindu menurutku g berat hanya saja mampu membuat air mata jatuh. Dengan adanya reuni ini kita bisa meluapkan kerinduan. Harapannya cuma 1 menghubungkan tali silaturrahmi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silaturahmi yang terjalin, semoga semakin mengeratkan persaudaraan ya mbak Ren ^^

      Hapus
  12. Reuni itu mengupas kerinduan.
    Rindu masa, suasana, raga, dan banyak lagi. Rindu menurutku g berat hanya saja mampu membuat air mata jatuh. Dengan adanya reuni ini kita bisa meluapkan kerinduan. Harapannya cuma 1 menghubungkan tali silaturrahmi.

    BalasHapus
  13. reuni bisa jadi moment yang spesial karena dg moment reuni itu kita bs saling bertukar kabar teman-teman, flashback kembali kisah-kisah yang pernah dilewati bersama, mengingat-ingat kejadian seru dan lucu sampai akhirnya bs tertawa bersama.
    Dari moment reuni itu kita bs belajar untuk menghargai masa lalu dan bersyukur atas masa sekarang kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada hikmah dibalik setiap pertemuan ya mbak ^^

      Hapus
  14. Balasan
    1. Terima kasih mas Arief. Ikutan dong momen ini ^^

      Hapus
  15. Kalo ada reuni. Saya pilih reuni keluarga. Saat ini sulit sekali bertemu satu sama lainnya, walaupun sudah dijadwalkan tetap saja salah satu diantara kami tidak hadir. Berkumpul dengan sanak keluarga dalam lingkup lebih besar menjadi sebuah anugerah. Idhul fitri bagi sebagaian muslim menjadi momentum pertemian keluarga besar baik dari pihak keluarga ibu maupun pihak keluarga bapak. Tapi, ya itu. Untuk dikumpulkan menjadi satu terasa sulit. Ada yang pulang kampung ke tempat istri maupun suami.

    Reuni keluarga menghasilkan kejutan-kehutan baru. Nambah anggota keluarga, maupun kehilangan salah satu sanak saudara. Sehingga bisa mencatat kenbali diagram keluarga besar. Ini penting, orang tua dulu bilang agar tahu silsilahnya dan tidak mati obor. Reuni keluarga menjadi ajang berbagi ilmu, berbagi kasih sayang, menemukan panggilan-panggilan kecil hingga membuka memori lama. Minimal terasahlah memori jangka panjang. Walau ada sisi negatifnya juga, jadi sering ajang memperlihatlan jabatan, maupun materi. Ini yang tidak menyenangkan. Selebihnya, hanya ada kebahagiaan. Reuni keluarga itu penting. Untuk kesehatan jiwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena dalam reuni, ada penggalan rasa yang bisa kita bagi. Dan itu baik untuk jiwa kita. Betul kan, mbak Atika? ^^

      Hapus
  16. Sayangnya reuni hanya untuk alumni, bukan mantan yang terpaksa diakhiri. Jika datang dalam reuni, aku berharap menemukan sesuatu yang dulu tak pernah ada. Berharap bisa mengatakan apa yang pernah tertunda. Berusaha mengingat masa lalu yang penuh luka. Dan semoga, bisa membangun masa depan bersama.

    Meski harapan tak selalu menjadi kenyataan, tetapi reuni pasti akan menghadirkan ingatan. Aku berharap untuk berdamai dengan ingatan. Meski masa lalu itu terlalu menyakitkan. Namun, mengenangnya pasti selalu bersama dengan senyum tawa kebahagiaan.

    Nama saya Tristianto (tristiantonugroho2525@gmail.com) https://facebook.com/tristianto.nugroho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mencoba untuk berdamai dengan masa lalu, tentu akan membuat hidup lebih baik ^^

      Hapus
  17. Sukses ga nya mba, kalau tentang reuni aku jarang reuni an jauh jauh hehehe ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meski jauh, tetap dekat di hati ya mbak Asti ^^

      Hapus
  18. Ane tidak mengharapkan apa apa karena karena tujuan reuni bukan untuk pamer kekayaan, keberhasilan anak yg sukses Dan jabatan. Tapi silahturahmi. Terdengar naif ya tapi itulah tujuan reuni. Agama mengajarkan silahturahmi pembuka rezeki Dan pembuka kebersamaan saat masih unyu unyu. Tapi gak buka clbk.

    Mporatneceria@gmail.com
    Twitter :@mporatne

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting niatnya silaturahmi ya mbak ^^

      Hapus
  19. Selamat mbak, moga sukses blog tournya. Keren nih banyak cerpen dari buku antologinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Septi. Boleh ikut lho GA ini ^^

      Hapus
  20. keren mbak...semoga sukses blog tournya yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih mbak Tuty. Ikutan yuk GA nya ^^

      Hapus
  21. Sukses utk blog tournya ya mbaaak.
    Semoga bukunya laris manisss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih supportnya mbak Mei ^^

      Hapus
  22. Kalau ada reuni? Sebenernya aku nggak mengharapakan apa-apa sih hahaha. Karena saat ini aku masih menghindari untuk reuni teman sekolah, kalau bisa berkelit nggak ikut.

    Takut ketemu teman-teman yang udah sukses hahaha. Sedangkan aku nothing, walaupun memang sebenarnya reuni bukan untuk ajang pamer apa yang telah dilakukan dan didapatkan. Setidaknya aku berharap saat reuni masih bisa mengenali satu sama lain. Dan nggak canggung untuk memulai pembicaraan. Apaplagi kalau ketemu mantan kan #ehhh.

    Fb: Muhammad Septian Wijaya
    Email :wijaya_arts@yahoo.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalimat terakhir itu, kode keras deh :D

      Hapus
  23. Yang judul misteti cinta, itu isu menarik deh. Pingin baca.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau baca,ikutan GA nya mbak. Siapa tau dapat buku gratis ^^

      Hapus
  24. judulnya bikin penasaran loh, jadi pengen baca tuntas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerpen-cerpen dalam antologi ini memang keren semua lho mbak Milda ^^

      Hapus
  25. produktif ya, bisa lanjut menghasilkan buku, keren

    BalasHapus
  26. Cerpennya bagus-bagus yaa...
    Bahasa dan alur kisahnya gak ketebak.

    Kangen baca cerpen berkualitas beginii...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerpen-cerpen dalam antologi ini memang keren semua mbak Lendy ^^

      Hapus
  27. Huwaaaaaaaaa aku pengen ikutan juga nih blogtournya.

    BalasHapus
  28. Bagus ya infonya buku ini, jadi pengen ikutan Give Away-nya. Mikir dulu deh jawabannya hehev

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ditunggu jawabannya ya mbak Naqi hehe

      Hapus
  29. Balasan
    1. Terima kasih supportnya mbak Eni ^^

      Hapus
  30. Sukses GA dan Blog tournya ya. Pengen ikutan tapi belum nemu ide

    BalasHapus
  31. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus

  32. Reuni adalah momen yang sarat dengan kenangan. Berkumpul dengan teman-teman lama yang sudah bertahun-tahun tidak bertemu menjadikan diri menerka-nerka bagaimana mereka sekarang. Kuharap pertemuan ini akan penuh dengan tawa dan kebahagian. Mengenang masa-masa remaja penuh kerinduan yang berwarna. Ada merah jambu yang diirigi dengan degub jantung yang kian cepat, merah saat pagi-pagi berlomba menyalin pr teman hingga hitam kala nilai jeblok.

    Sekarang kita akan berkumpul dengan bangga, menginspirasi satu sama lain. Dengan kelebihan masing-masing yang telah diberikan oleh Allah. Karena kita kini telah dewasa, namun tak pernah lupa kisah klasik saat remaja.
    Reuni adalah momen indah bertemu saudara, walaupun tak sedarah.


    Fb: anggi anggarsasi
    Ig: anggi_aa
    Email: aanghigia@gmail.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisannya keren. Tetap semangat ya ^^

      Hapus
  33. Kalau reunian aku pengen merasakan jajanan khas SMA dulu.... hehe...kangen aja zaman seragam putih abu-abu ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selalu ada masa indah saat SMA ya mbak hehe

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...