Sabtu, 20 Januari 2018

Alasan Diadakan Program #30HariMenulis



Sudah beberapa hari ini, tepatnya memasuki hari ke-6, program #30harimenulis di kelas non fiksi ODOP (One Day One Post) batch 4 berjalan. So far, masih ada yang mau dan bersedia mengikuti program ini. Meskipun masih jauh dari harapan.



Entah apa sebabnya teman-teman yang ada di grup non fiksi belum semuanya bisa mengikuti. Mungkin karena kesibukan, mungkin sedang tidak mempunyai ide, atau mungkin sedang malas menulis. Alasan yang terakhir sangat disayangkan, memang. Tapi saya tidak bisa memaksa. Sesuatu yang datangnya dari keterpaksaan, biasanya memang tidak bisa berjalan dengan baik.

Saya sih tidak masalah bila tidak ada satupun yang tertarik mengikuti program ini. Toh, tetap mempunyai aktivitas menulis dalam kondisi keterbatasan, memang tidak semua orang bisa melakukan. Meskipun apa yang ditulis hanya hal-hal sederhana, dengan jumlah kata yang tidak banyak.

Bukan berarti keadaan saya tidak terbatas, tetapi sudah menjadi komitmen sejak awal, bahwa diri akan selalu berusaha menulis dalam keadaan apapun.

Sebagai penanggungjawab kelas non fiksi ODOP Batch 4, saya sampaikan beberapa hal hingga menjadi  kesepakatan bersama untuk diadakan program #30harimenulis ini.

Pertama, agar kebiasaan menulis setiap hari tidak berhenti begitu saja. Sesuai dengan visi dan misi dari komunitas One Day One Post, bahwa gerakan literasi ini mengajak para anggota untuk membiasakan menulis setiap hari, maka program #30harimenulis merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan hal tersebut.

Kedua, untuk menjaga semangat dan komitmen. Ketika pendaftaran ODOP telah dibuka, saat itulah komitmen awal seharusnya telah terbentuk dan tertancap kuat dalam benak para anggotanya. Komitmen merupakan salah satu hal yang sangat penting untuk menjaga semangat menulis. Setiap orang yang mempunyai komitmen kuat dalam melakukan suatu hal, pasti akan melakukan apapun agar hal tersebut tetap ada pada diri.

Ketiga, kembali ke niat awal. Niat itu penting, termasuk dalam hal menulis. Kenapa harus menulis? Sekadar menyalurkan hobi? Menebar kebaikan? Bahkan untuk alasan agar menulis menjadi salah satu ladang amal? Niat yang kuat, insyaAllah akan membantu mewujudkan harapan.

Menulis itu meninggalkan jejak sejarah. Sesederhana apapun yang kita tulis, asalkan positif dan demi kebaikan, tetaplah menggores pena. Jangan ragu untuk menulis. Meskipun hanya kita yang membaca, setidaknya hal tersebut bisa menjadi warisan abadi bagi anak cucu kelak.



#30harimenulis
#hari6
#onedayonepost

10 komentar:

  1. menulis, salah satu langkah untuk selalu berjalan kearah positip, berbagi apa yang kita rasakan, dan kita alami . hehhe
    selalu semangat mbak , nulis nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih supportnya selalu, mas Fajar. Ditunggu juga tulisan-tulisan mas Fajar ^^

      Hapus
  2. Aku masih stag di hari 4 ini mbak. Huhuhu

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. Semangat ... Semangat. Terima kasih supportnya mbak Lisa ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...