Sabtu, 30 Desember 2017

Sebuah Catatan Diri



Penghujung tahun 2017 tinggal beberapa jam lagi. Tak terasa, tahun akan berganti. Banyak peristiwa telah kita lalui. Suka, duka, menyenangkan, mengecewakan dan sebagainya. Harapan dan cita yang terkabul, bahkan melampaui angan, tetapi tak sedikit impian tinggal impian.

Kenapa intronya jadi serius begini ya? Padahal sebelum menulis, saya sudah punya angan-angan ingin menulis tentang curhatan saja, bukan yang serius kayak gini. Ingin menulis tentang segala hal yang pernah saya alami sepanjang tahun ini.

Oke, back to laptop, hehe…

Well … bolehlah ya, sesekali nulis nggak jelas. Eh maksudnya bukan tulisan banyak typo, atau tulisan tidak bisa dibaca dan tidak ketahuan arahnya, tapi ya nulis ala-ala gitu, tema bebas sebebas-bebasnya, sesuka hati aja. Toh ini blog pribadi, terserah saya dong ya, mau diisi dengan tulisan apapun *kedipkedip.

Kali ini, juga tidak ingin memaksa siapapun mau membaca ataupun tidak (memangnya selama ini maksa orang lain buat membaca tulisan ya, mbak? LOL). Hanya ingin bercerita aja. Titik (jangan galak dong :D).

Meskipun terkesan nggak jelas, intinya sih ingin tulisan ini menjadi semacam renungan sekaligus evaluasi bagi diri pribadi tentang segala hal yang dialami sepanjang tahun ini. Meskipun seharusnya, evaluasi tidak dilakukan hanya di akhir tahun saja, tetapi setiap saat kita sebaiknya selalu berusaha memperbaiki diri. Betul?

Ini kapan ceritanya, ya, dari tadi intro mulu. Hehe. Oke-oke. Baiklah. Mulai saja.


Tentang diri

Well … saya merasa masih banyak yang harus dibenahi pada diri. Masih sering baper, masih sering nggak bisa mengontrol emosi, masih sering marah-marah dan banyak masih lainnya. Hiks. Padahal eh padahal, ini usia udah mau ke angka 4, kok ya masih kayak anak kecil. Ya kalau bisa manis manja, ini udah mulai beruban masih aja tingkahnya nggak mencerminkan orang dewasa *tutupmuka.

Satu hal lagi, kok akhir-akhir ini jadi tambah cengeng ya. Sedikit luka terasa di hati, eh langsung nangis. Huaa *nah lo, malah nangis lagi. Atau karena saking lembutnya perasaan saya ya *timpukinbantal.

Hal lain yang perlu menjadikan saya lebih mengevaluasi diri adalah pentingnya manajemen. Baik itu manajemen waktu, manajemen diri, maupun manajemen lainnya, termasuk manajemen keuangan. Saya merasa masih belum bisa mengatur semua dengan baik. Masih belum bisa mengatur waktu, baik untuk keluarga, diri sendiri, pekerjaan, juga aktivitas lain.


Tentang menjadi seorang istri

Jujur deh. Saya merasa belum bisa menjadi istri yang baik. Belum bisa sepenuhnya belajar untuk itu. Masih sering ngomel-ngomel, masih sering cerewetin si dia, masih suka menuntut, masih suka kesel nggak jelas. Untung si dia sabar banget, betah punya istri macam saya hehe. Memang kurang bersyukur ini. Maafin bunda ya ayah.


Tentang menjadi ibu bagi Rafa

Duh, saya ini memang minta dibelikan es krim deh, hahaha. Suka sedih dan menyesal setelah kejadian. Masih suka jengkel aja dengan sikap Rafa yang suka over minta perhatian. Contohnya mengambil air minum yang jaraknya satu lengan saja nggak mau. Trus sikap penakutnya yang over acting gitu. Kadang mulut ini spontan membentak. Hiks. Maafin bunda ya, nak.

Etapi, sesaat kemudian nyesel banget. Iya, nyesel. Kadang nangis juga *nah kan, nangis lagi. Suka lupa kalau Rafa minta perhatian itu karena ya seharian kan kami memang tidak bersama. Saya kerja dari pagi sampai sore, sedang dia sepulang sekolah apalagi pas liburan kayak gini, dari pagi sampai saya pulang kerja, dia cuma sama si mbak asisten rumah tangga. Wajar dong kalau dia merasa kangen dan ingin merasakan kebersamaan.

Saya harus lebih banyak menyadari dan mau banyak-banyak bersabar serta belajar untuk bisa menjadi ibu yang baik buat Rafa. Lagian, masa-masa dia kayak gini (over perhatian) juga tidak lama. Ntar masuk sekolah dasar, juga akan banyak tugas, lebih banyak bersosialisasi dan hal lain yang membuat perhatiannya teralihkan. Dan saya pasti akan merindukan saat-saat dia bermanja ria.


Tentang menulis

Alhamdulillah, harus saya panjatkan padaNya, bahwa hingga detik ini aktivitas menulis masih bisa berjalan dengan lancar. Banyak hal baru bisa dipelajari, banyak ilmu didapatkan, banyak teman terutama dengan minat yang sama, yang dengan tulus ikhlas mau berbagi, dan termasuk membuat pundi-pundi bertambah *sombong. Eh bukan bermaksud sombong ya, tapi bagi penulis pemula macam saya, mendapat transferan itu bisa bikin jingkrak-jingkrak hahaha.

Well … tentu saja bertambahnya pundi-pundi, produk-produk gratis yang didapat dari para sponsor, maupun kemudahan lain dalam menulis, itu merupakan bonus dari Allah. Saya tidak boleh dong menyombongkan diri. Ntar kalau sudah sombong malah jadi malas. Its a big no! Saya nggak mau itu terjadi. Tetap harus ingat tujuan awal tetap menulis hingga saat ini. Berbagi dan menginspirasi.


Tentang kesehatan

Hal ini penting bagi saya untuk terus diperhatikan, karena sering terabaikan akhir-akhir ini. Masalah pencernaan sering mengganggu aktivitas keseharian. Sering bandel sih. Masih suka yang pedas-peddas sebagai menu makan. Apalagi kalau sudah nyemil gorengan. Duh! Lupa deh sudah berapa cabai yang ikut terkunyah.

Saya juga jarang sekali mengontrol kesehatan dengan melakukan cek up. Sekali lagi tentang mengabaikan. Padahal harus waspada dengan kondisi tubuh yang sering drop tiba-tiba. Bandel ya? *mintadikeplak.


Tentang ibadah

Ibadah merupakan sebuah aktivitas pribadi antara saya dengan Allah Swt. Seringkali saya menduakanNya, dan lebih mementingkan kepentingan duniawi. Hiks. Ampuni hamba, ya Allah. *jewersaja.


Tentang harapan di tahun 2018

Ada beberapa harapan yang ingin saya raih di tahun depan yang beberapa jam lagi akan kita sambut, yaitu :

  1. Lebih sehat

Menjaga kesehatan itu seharusnya merupakan suatu kewajiban bagi saya. Kalau sering sakit, aktivitas apapun termasuk menulis akan terhambat, bukan? Mungkin saya harus lebih bisa mengatur waktu, tidak begadang yang tidak perlu, mengurangi penggunaan gawai, kurangi konsumsi kafein, lebih banyak minum air putih dan … olahraga! Satu hal yang sering terlewatkan! *sedih.


  1. Lebih bahagia

Apakah berarti selama ini tidak bahagia? Bukan itu! Lebih bahagia disini adalah saya harus lebih sering menciptakan bahagia untuk diri sendiri. Dengan cara apa? Antara lain lebih banyak menumpuk rasa syukur, lebih banyak berbagi dalam segala hal dengan siapapun serta ikhlas menjalani semua ketetapanNya.


  1. Buku solo terbit

Ada yang bilang, harapan terbesar dari seorang penulis adalah buku yang ditulisnya terbit! Hal itu juga yang menjadi harapan saya di tahun 2018. Buku solo saya terbit. Draft sudah siap, tinggal menyiapkan sesajen eh lamaran ke penerbit. Semoga Allah memudahkan langkah ini. Aamiin.


  1. Lebih sering menulis

Ya, saya ingin di tahun 2018 dan tahun-tahun yang akan datang, lebih banyak menulis, lagi, lagi dan lagi. Mungkin dengan lebih banyak membuat postingan di blog. Bisa jadi lebih banyak dari tahun ini yang bisa mencapai hingga 200 lebih postingan. 

Awalnya tidak menyangka bisa mencapai angka tersebut, lebih banyak dari tahun sebelumnya (2016) yang hanya 150-an postingan. Semoga semangat ini tidak hanya di awal, tapi seterusnya.

Menulis telah membuat perubahan positif dalam diri. Saya ingin aktivitas ini menjadi bagian dari hidup, bukan hanya sekadar menyalurkan hobi dan untuk kesenangan semata.


  1. Lebih sabar dan ikhlas

Ya, saya ingin menjadi pribadi yang lebih sabar dan ikhlas dalam menjalani hidup ini. Lebih bisa mengendalikan emosi, lebih bisa mengontrol diri serta selalu berpikir positif dalam menyikapi segala hal.


Panjang juga ya curhatan ini. Lebih dari 1000 kata, belum 2000, hahaha. Well … lega deh bisa menuliskan semua ini. Plog! Akhirnya bisa membuat postingan tentang curhat, harapan dan impian.

Harapan saya, Allah mengabulkan dan memudahkan semuanya. Aamiin.

Bila dari postingan ini ada yang bisa bermanfaat bagi pembaca, alangkah senangnya hati ini. Bila tidak, ya nggak apa-apa, biar saya saja yang membaca

Semoga di tahun mendatang kita eh saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aamiin.


50 komentar:

  1. Turut mendoakan untuk resolusinya ya mbak, semoga tercapai semuanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Doa yang sama untuk harapan-harapan mbak Titis ^^

      Hapus
  2. Aamiin Allahumma Aamiin. Semoga harapannya di tahun 2018 segera terwujud yaa mba nov. ditunggu buku solonya. Dan semoga dari evaluasi yang telah dilakukan ke depannya bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Demikian juga untuk mbak Nisa ya ^^

      Hapus
  3. Aamiin Allahumma Aamiin, semoga semua harapanmu tercapai bun💜😊

    BalasHapus
  4. Semoga harapannya segera terkabul mbak. Saya nunggu buku solonya 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga Allah memudahkan dan buku solo segera terbit ^^

      Hapus
  5. Semangat mbak, semoga segera terkabul. Aamiin

    BalasHapus
  6. Amin.. Banyak resolusi mbak Nova yang saya juga ingi wujudkan. Balada Emak2 gitu yes

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga resolusi mbak Lilik juga terkabul. Aamiin. Semangat ya mbak ^^

      Hapus
  7. Aku juga gt. Gampang nangis gak jelas huhu. Baperan deh. Semoga bukunya segera terbit ya mbak. Sy cuma bs bantu aminkan resolusinya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dibantu doa saja aku sudah sangat berterima kasih lo mbak Anggraeni ^^
      Yuk jangan cengeng lagi wkwkwk

      Hapus
  8. Semoga semuanya bias tercapai ya mbak.semakin banyak resolusi insya Allah makin semangat untuk mencapainya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih supportnya mbak Annisa ^^

      Hapus
  9. Mbaaaa, I Feel U so much.
    Perasaan yg sama juga menghinggapi ((MEMGHINGGAPI)) aku akhir2 ni, udah kayak ibu2 baru lahiran yg kena sindrom baby blues deh. Mewek ga jelas.
    Skrg aku cb siasati semua itu dengan perbanyak istighfar n zikir aja mba. Alhamdulillaah udah jauh berkurang melownya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kuncinya pada keikhlasan juga ya mbak Merry. Mau nyoba resepnya mbak ah ^^

      Hapus
  10. hahhaaa..semua istri pasti bada bawel, nuntut ini itu sudah biasa ya, ga ada istri yang sempurna yang ada saling melengkapi *haduh sok bijak iniiih

    Turut mengamini semoga terwujud semua yang diinginkan yaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jarang kayaknya ada istri yang pendiam zaman now hehe. Terima kasih doanya ya mbak Hanie ^^

      Hapus
  11. Amin! Semoga terwujud semua ya mba.. semoga buku yang ditulis nya juga segera terbut di 2018 Amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih untuk supportnya mbak Asti ^^

      Hapus
  12. Mbaaa, semoga kesehatannya sellau terjaga di tahun 2018 nanti ya mba. Mnenurutku penting banget nih buat jaga kesehatan. Biar bisa bebas melakukan aktifitas apapun :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak. Kalo kita sehat, aktivitas lancar, kita juga bisa makin produktif kan? ^^

      Hapus
  13. Semoga selalu sehat di tahun 2018 ini ya mbak. Biar bisa terus beraktivitas dan melakukan hal-hal baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga resolusi dan harapan mbak Andy terkabul juga ^^

      Hapus
  14. Aku doakan semoga semua keinginanan dan harapannya terwujud ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Terima kasih mbak Tuty. Doa yang sama untuk mbak ^^

      Hapus
  15. Semoga harapannya tercapai ya Mba..

    BalasHapus
  16. semoga tercapai semua resolusi nya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Demikian juga untuk mbak Ambar, semoga semua harapan bisa terkabul

      Hapus
  17. Beberapa resolusinya sama denganku, semoga kita bisa mewujudkannya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ... Samaan ya ^^
      Aamiin untuk kita berdua, mbak Laras ^^

      Hapus
  18. Amiiin..semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di tahun ini ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Sukses selalu dan semoga menjadi lebih baik ya mbak ^^

      Hapus
  19. Bismillah ya Rabb kabulkanlah doa sahabatku, aamiin.
    Saya juga masih berbenah diri mba, belajar bersyukur dan bersabar lebih banyak.
    Semangat yuk!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin

      Yuk sama-sama belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Terimakasih supportnya ya ^^

      Hapus
  20. Semoga harapannya tercapai dan kita menjadi lebih baik lagi ya mbak..aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Doa yang sama untuk mbak Wid ^^

      Hapus
  21. Komplit dech....smg sukses

    BalasHapus
  22. Kesehatan .... Itu juga yg kudu diperhatikan kalo buat saya MB, 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tubuh sehat, aktivitas lancar dan kita semakin produktif ya mbak Ayu ^^

      Hapus
  23. Well … bolehlah ya, sesekali nulis nggak jelas. Eh maksudnya bukan tulisan banyak typo, atau tulisan tidak bisa dibaca dan tidak ketahuan arahnya, tapi ya nulis ala-ala gitu, tema bebas sebebas-bebasnya, sesuka hati aja. Toh ini blog pribadi, terserah saya dong ya, mau diisi dengan tulisan apapun *kedipkedip.

    paragraf itu lucu mbak isinya hehheh
    semoga terkabul mbak harapan-harapannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... Terima kasih mbak Laila. Sesekali boleh kok nulis tema bebas hehe

      Hapus
  24. Smoga yg dsmogakan tersemogakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ... Terima kasih atas doanya mbak Rene ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...