sumber foto : google



Seseorang bertanya kenapa postingan saya di blog tidak seperti biasanya, dalam arti jumlah tidak sebanyak bulan-bulan yang lalu. Seolah ada yang menyentil, lantas benakpun berpikir. Hal yang disampaikan teman tersebut tidaklah salah. Akhir-akhir ini saya memang jarang menulis.
.

Tidak Seperti Biasanya

by on 05.23.00
sumber foto : google Seseorang bertanya kenapa postingan saya di blog tidak seperti biasanya, dalam arti jumlah tidak sebanyak...



sumber : google




“Mbak … aku ingin menghilang saja. Aku jenuh.”

Sebuah chat muncul di telepon genggam saya. Dari seorang teman. Perempuan. Duh, pagi-pagi mendapat curhatan galau seperti ini membuat saya jadi ikutan nyesek lantas bertanya dalam hati, ada apa gerangan dengan sang teman? Biasanya dia ceria, tapi entah kenapa, pagi ini mendung tengah menggelayut di hatinya.
.


sumber : google




Hati manusia sungguhlah gampang berubah. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengubah akan sebuah keinginan. Menit sebelumnya ingin berbuat ini, menit berikutnya sudah tidak lagi sama apa yang ada di benaknya. Termasuk juga keinginan untuk mencoba membiasakan berbuat kebaikan agar bisa menjadi insan yang mulia.
.



 
Menjadi seorang pekerja apalagi dengan tuntutan pekerjaan yang mengharuskan untuk lebih sering berada di belakang meja, membuat saya abai akan kondisi tubuh. Apalagi dengan kondisi kurang mengonsumsi air putih. Tubuh akan bereaksi dengan menunjukkan ketidaknyamanan. Salah satunya adalah anyang-anyangan.




Ketika libur hari Minggu, terkadang kami sekeluarga suka ‘jalan’ kemanapun motor melaju. Biasanya diseputaran daerah tempat tinggal. Sebuah kota kecil yaitu Kabupaten Nganjuk. Libur kali ini kami mencoba sensasi wisata kuliner di sebuah rumah apung, tepatnya di Kampung Iwak Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
.



sumber : google


Kok saya merasa gimana gitu ya, dengan judul di atas? Kayak ada manis-manisnya, gitu. Padahal saya kan sudah manis *eh. Tapi biarlah, sesekali membuat orang lain menjadi terbawa perasaan hanya karena membaca judul postingan kali ini, tidak masalah, bukan? (maksa.com).
.

sumber : google







Ide menulis kali ini (lagi-lagi) dari sebuah chat yang mampir di akun whatsapp saya. Ketahuan banget kalau sering chatting ya?  ^^ Tapi tidak ada salahnya kan? Bukankah ide menulis bisa datang dari mana saja? (atau sebetulnya ini hanya alasan saja agar tidak dianggap kehabisan ide menulis ya?  ^^).
.

Dapat dari Mana?

by on 00.44.00
sumber : google Ide menulis kali ini (lagi-lagi) dari sebuah chat yang mampir di akun whatsapp saya. Ketahuan banget ka...








Beberapa hari saya merasakan ada gejala kemalasan menulis kembali menerpa. Semangat yang naik turun, dengan jangka waktu relatif dekat sebenarnya tidak bagus untuk aktivitas ini. Istilah kerennya moody. Bila hal ini dibiarkan berlarut panjang bisa timbul hal yang tidak baik. Malas, malas dan malas, lalu akhirnya tidak menulis sama sekali. Menyedihkan. Terkubur sudah cita-cita menjadi penulis terkenal dengan karya fenomenal. Eh, nggak apa-apa dong punya mimpi seperti ini. Mimpi itu bisa jadi cambuk sekaligus tantangan untuk diri sendiri agar berusaha keras menggapi cita. Betul nggak?
.

sumber : google



Yaa … istilah di atas sebenarnya memang harus diterapkan dan tidak hanya jadi sekadar kalimat penyemangat saja. Meskipun tidak semua orang bisa mempunyai semangat tinggi untuk menyambut hari Senin. Apalagi setelah long week end. Terkadang untuk memulai aktivitas masih timbul rasa malas.
.

I Love Monday

by on 11.49.00
sumber : google Yaa … istilah di atas sebenarnya memang harus diterapkan dan tidak hanya jadi sekadar kalimat penyemangat saja....






Sudah beberapa hari saya tidak menulis. Entahlah apa yang sedang terjadi pada diri saya. Rasanya menulis hanya ada diangan. Memang ada niat, tapi tidak segera mengambil langkah untuk menuang kata. Justru menuruti keinginan untuk melakukan hal lain. Batal deh, menulis. Padahal ada waktu dan ksempatan untuk itu. Akhirnya hanya rasa sesal  yang tertinggal. Kembali satu hari terlewat dengan tidak menulis.
.






Memiliki akun media sosial bukan hal yang baru dilingkungan masyarakat. Berbagai alasan dikemukakan saat seseorang memutuskan untuk memilikinya. Ada yang ingin lebih dikenal, ada yang ingin menunjukkan eksistensi diri, hingga agar dianggap kekinian.
.






Kemarin saat blogwalking, saya menemukan sebuah kalimat di salah satu postingan yang mengena sekali.  Kalimat tersebut berbunyi : ‘Kalau bukan Allah yang menggerakkan, siapa lagi'? Rangkaian kata yang berasal dari salah satu postingan milik Bang Syaiha, founder sebuah gerakan literasi, yaitu #One Day One Post.
.





.
Terkadang kita mempunyai rasa kekaguman pada seseorang karena keahlian dan kepintarannya. Takjub akan kepandaian intelektual orang lain memang bukan sikap yang salah. Saya juga mempunyai rasa tersebut ketika bertemu atau mengetahui keberhasilan seseorang karena ilmu yang dimiliki.
.




.
Tadi saat sholat zuhur di musala kantor, saya merasakan aura yang berbeda, meskipun sebenarnya kejadian tersebut sering dialami. Bukan hal yang luar biasa memang, namun hal tersebut baru kali ini sempat tertuang dalam tulisan.
.

Tiada Beda

by on 15.43.00
. Tadi saat sholat zuhur di musala kantor, saya merasakan aura yang berbeda, meskipun sebenarnya kejadian tersebut sering diala...




.
Hidup ini merupakan sebuah proses yang membutuhkan perjuangan agar terus bisa bertahan, demi menggapai tujuan yang hakiki. Perjuangan itu memang berat, namun semangat tidak akan luntur bagi orang-orang yang bertekad kuat demi meraih harapan, dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar memperbaiki setiap kesalahan.
.

Seleksi

by on 12.26.00
. Hidup ini merupakan sebuah proses yang membutuhkan perjuangan agar terus bisa bertahan, demi menggapai tujuan yang hakiki. Pe...






.
Menjadi seorang ibu apalagi dengan anak yang masih usia balita, usia TK hingga usia sekitar 5-6 tahun, tentu pernah mengalami masa saat anak sedang rewel tingkat ‘dewa’. Maksud saya, rewelnya bikin kepala cenut-cenut, rambut berasa kayak ketarik semua, membuat emosi ingin segera ‘ditumpahkan’ pada tempatnya, pokoknya bisa bikin kita merapal doa supaya tidak kehabisan sabar, deh. Atau malah ingin juga ikutan teriak, saingan sama anak! Berasa dunia milik berdua, bebas melakukan ‘konser’ suara sepuasnya! Duh! Kasian para tetangga dong. Ya kalau teriakannya enak dan lembut didengar (eh, mana ada jenis teriakan seperti ini?), yang ada tetangga justru prihatin deh!
.