Sesekali, aku membaca lagi beberapa tulisanku di akun media sosial yang kupunya. Ketika selesai membaca, terkadang tidak percaya bahwa aku bisa menulis. Meskipun dengan kalimat-kalimat sederhana, dengan kata-kata sederhana.



Dunia kerja bisa menjadi salah satu tempat bagi kita untuk bersosialisasi. Didalamnya akan kita temui berbagai macam karakter rekan kerja. 

Ada yang mempunyai sudut pandang yang sama dengan kita, tak sedikit yang berbeda pendapat, terutama ketika sedang membahas suatu permasalahan di kantor.  



Suatu ketika, kita pasti menjadi tuan rumah untuk sebuah acara, entah arisan di lingkungan, reuni teman sekolah, bahkan ketika kita sendiri mempunyai hajat, misalnya mengkhitankan atau  menikahkan anak. 



Tidak dipungkiri bahwa kehadiran seorang asisten rumah tangga di dalam sebuah rumah tangga sangat penting keberadaannya. Apalagi bagi pasangan suami istri yang sama-sama bekerja di luar rumah dengan satu atau beberapa anak, tentu akan sangat kerepotan bila tidak ada yang membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah.





Judul di atas tentu saja bukan sebuah paksaan bagi siapapun. Siapa saja berhak untuk menolak mentah-mentah melakukan aktivitas menulis karena tidak semua orang suka menulis. Tapi, kalau ingin bahagia, salah satu caranya adalah dengan menulis (eh, ini seperti paksaan apa tidak ya?).

Kalau bagi saya, menulis itu bisa membahagiakan. Karena apa? Karena dengan menulis, saya merasa menjadi manusia bebas. Maksudnya?