Senin, 08 Januari 2018

Tes Sidik Jari untuk Mengetahui Karakteristik Anak






Beberapa saat yang lalu, di sekolah Rafa mengadakan sebuah kegiatan Tes Sidik Jari untuk Mengetahui Karakteristik Anak, bekerjasama dengan suatu lembaga khusus yang menangani analisa sidik jari.

Saat saya jemput, Rafa merengek minta untuk mengikuti kegiatan tersebut. Memang tidak semua murid diwajibkan untuk mengikuti. Saya pikir, tidak ada salahnya juga Rafa ikut, toh hasilnya juga bisa untuk mengetahui minat dan bakat yang ada pada dirinya.




Informasi dari petugas pemindai sidik jari, analisa ini dilakukan untuk mengetahui potensi bakat, karakteristik kepribadian, cara berpikir, juga tipe kecerdasan pada anak. Tipe kecerdasan tersebut antara lain :

  1. Logis Matematis

Tipe kecerdasan logis matematis adalah kemampuan untuk mengeksplorasi pola-pola kategori dan hubungan dengan memanipulasi objek atau simbol, dengan eksperimen menurut cara yang terkendali dan teratur. Kemampuan untuk menalar, baik secara deduktif atau induktif, untuk mengenali dan dan memanipulasi pola-pola abstrak dan hubungan-hubungan.
Ciri-ciri tipe kecerdasan logis matematis :
  • Suka hal-hal yang bersifat matematik atau ilmiah
  • Senang permainan yang membutuhkan strategi seperti puzzle dan catur
  • Senenag menyelidiki fenomena alam dan kejadian untuk hal-hal yang baru

Cara menstimulasinya :
  • Bermain games yang menggunakan strategi dan logika
  • Mendorong anak berani berpendapat atau beropini terhadap kejadian, cerita dan film
  • Menonton program televisi yang berkaitan dengan matematika dan pengetahuan
  • Selalu melibatkan anak dalam berbagai aktivitas keseharian
  • Mendaftarkan anak kursus dalam mental aritmetika
  • Belajar mengoperasikan komputer dan software ringan
  • Mendorong anak untuk berpikir dan menyelesaikan masalah
  • Membeli bahan atau perlengkapan untuk kepentingan percobaan yang dilakukan anak

  1. Linguistik

Tipe kecerdasan liguistik adalah kemampuan untuk menggunakan bahasa guna menjadikan sebuah informasi menjadi menarik, diterima dan meyakinkan. Melibatkan tidak hanya kemudahan dalam menghasilkan data, tetapi juga sensivitas terhadap tata letak dan ritme kata.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdasan linguistik:
  • Senang berinteraksi, menulis dan berdebat
  • Senang mendengarkan orang lain dan senang dengan pertanyaan
  • Senang membuat audience mendengarkan pendapatnya dan memiliki kosakata yang bagus
  • Senang bermain dengan kata-kata
  • Senang dengan aktivitas baca tulis dan memahami fungsi bahasa dengan baik dalam menghafal tempat, nama dan tanggal

Cara menstimulasi :
  • Main games huruf, kata-kata dan puzzle kata silang
  • Mendorong untuk gemar membaca dan orangtua menyediakan tempat khusus untuk membaca di rumah
  • Belajar dan menulis dengan mendengarkan
  • Didorong untuk mengungkapkan pendapat sendiri
  • Belajar bahasa lain

  1. Intrapersonal

Tipe kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami perasaan, impian dan ide
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdasan intrapersonal :
  • Mampu menempatkan kesenangan atau ketidaksenangan terhadap aktivitas tertentu
  • Dapat mengkomunikasikan perasaan
  • Peduli terhadap kelemahan dan kekuatan
  • Percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki
  • Mampu untuk menempatkan tujuan-tujuan yang sesuai
  • Mampu untuk bekerja meraih cita-cita
  • Baik dalam memahami dirinya sendiri
  • Baik dalam memahami dan mengamati instingnya
  • Senang menjadi dirinya sendiri
Cara menstimulasi :
  • Tanya pendapat anak tentang dirinya
  • Mendorong anak untuk berpikir tentang kejadian dalam 1 hari dan menuliskannya
  • Menyediakan buku perkembangan diri anak
  • Menetapkan tujuan bersama dengan anak
  • Mendorong anak supaya berani bertanya dan melakukan kegiatan bersama
  • Mendorong anak untuk mengungkapkan perasaan dan emosinya

  1. Interpersonal

Tipe kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami orang lain.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdasan interpersonal :
  • Mampu menunjukkan rasa empati terhadap orang lain
  • Mampu berhubungan baik dengan rekan sebaya maupun orang dewasa
  • Menunjukkan kecakapan kepemimpinan
  • Mampu bekerjasama baik dengan orang lain
  • Sensitif terhadap perasaan orang lain
  • Mampu mengatur, mengkomunikasikan dan kadangkala memanipulasi seseorang
Cara menstimulasi :
  • Mendorong anak untuk mengunjungi teman dan berinteraksi dengan mereka
  • Mendorong anak untuk berbagi pendapat
  • Mendorong untuk mengamati orang lain (gerak-gerik dan ekspresi) dan mendiskusikan apa yang diamati
  • Mendorong untuk berpartisipasi dalam kerja sosial
  • Mendorong anak untuk berpikir dari sudut pandang yang berbeda
  • Mendiskusikan sifat-sifat tokoh dalam buku atau film


  1. Body Kinestetik

Tipe kecerdasan body kinestetik adalah kemampuan untuk menggunakan motorik kasar dan halus dalam olahraga seni dan kerajinan. Intelegensi ini melibatkan tubuh untuk menyelesaikan masalah, menghasilkan produk dan menuangkan ide serta emosi.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdsan body kinestetik :
  • Memiliki keseimbangan dan ritme yang baik
  • Memiliki gerakan yang indah
  • Dapat membaca bahasa tubuh
  • Memiliki koordinasi yang baik antara tangan dan mata
  • Dapat menyelesaikan masalah dengan cara mengerjakan
  • Dapat mengkomunikasikan ide melalui gerakan
  • Baik dalam aktivitas fisik dan seni
Cara menstumulasi :
  • Mendorong untuk menjawab pertanyaan dengan bahasa tubuh
  • Mendorong untuk membuat karya ketrampilan tangan
  • Mendorong untuk berpartisipasi dalam aktivitas olahraga dan tarian
  • Mendorong bermain dalam permainan untuk meningkatkan koordinasi syaraf dan otot

  1. Visual Spasial

Tipe kecerdasan visual spasial adalah kemampuan untuk memanipulasi sebuah bentuk atau objek dan untuk menciptakan keseimbangan dan komposisi dalam tampilan visual atau spasial.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdasan visual spasial :
  • Senang menggambar dan merancang bangun
  • Senang bermain puzzle
  • Memperhatikan detail
  • Mengingat tempat dengan bantuan penjelasan dan gambar
  • Dapat membaca peta
  • Memiliki orientasi yang baik
  • Berkemampuan baik dalam menggambarkan benda, membaca peta dan kurva
Cara menstimulasi :
  • Mendorong visualisasi dan konseptualisasi bahan bacaan
  • Mendorong bermain permainan yang memerlukan penggunaan visualisasi
  • Mendorong untuk melontarkan ide dan pemikiran melalui gambar dan grafik, untuk mengekspresikan diri mereka
  • Mendaftarkan anak ke kursus membuat kerajinan, gambar dan fotografi

  1. Musikal

Tipe kecerdasan musikal adalah kemampuan untuk menikmati, memainkan dan membuat karya musik. Termasuk juga sensivitas dalam ritme suara dan respon terhadap dampak emosional elemen-elemen ini.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdasan musikal adalah :
  • Memiliki sensivitas dalam pola-pola suara
  • Membedakan suara dengan jelas
  • Mencari dan menikmati pengalaman musikal
Cara melatih :
  • Mendorong untuk menyanyi
  • Mendaftarkan anak ke les musik
  • Mendorong anak untuk mendengarkan musik selama membaca atau relaksasi
  • Mendorong anak untuk mendengarkan ritme alam dan mencoba untuk menemukan polanya
  • Mendorong menggunakan lagu untuk mengekspresikan perasaan

  1. Naturalis

Tipe kecerdasan naturalis adalah kemampuan untuk mengenali flora, fauna serta segala fenomenanya.
Ciri-ciri anak dengan tipe kecerdsasan naturalis adalah :
  • Senang kegiatan outdoor, menyukai binatang, tumbuhan dan benda-benada alam lainnya
  • Senang dan memperhatikan hal-hal semisal perubahan cauca, perubahan pertumbuhan tanaman, suara angin, dan sebagainya
  • Terkadang membawa pulang binatang dari luar, bahkan memiliki binatang peliharaan
Cara melatih :
  • Mendorong aktivitas yang berkaitan dengan alam
  • Mendorong membaca bahan yang berkaitan dengan topic tentang alam
  • Mendorong untuk mengamati, mengapresiasi dan mendengarkan siklus serta suara alam
  • Mendorong hobi yang berkaitan dengan alam, seperti berkebun dan memelihara binatang
(Sumber : Lembaga Profesional Finger Print Analysis Technology)


Kurang lebih 2 minggu, hasil analisa sidik jari Rafa dan teman-teman yang mengikuti kegiatan ini, diberikan pada wali murid. Hasil analisa sidik jari Rafa antara lain :
  1. Tipe kecerdasan
Rafa termasuk memiliki tipe kecerdasan logis matematis. Memiliki kemampuan bernalar baik secara deduktif maupun induktif.
  1. Cara berpikir
Cara berpikir Rafa termasuk kategori praktikal, lebih mudah menerima informasi yang ditunjukkan dalam bentuk praktek atau tindakan.
  1. Karakteristik kepribadian
Ada 2 kategori karakteristik kepribadian yang dinilai, yaitu kelebihan dan kekurangan. Untuk Rafa, mempunyai kelebihan yaitu berkemauan keras, independen, tekun, praktis, produktif, tegas dan optimis. Sedangkan kelemahan Rafa yaitu cepat puas diri, dominan, sulit memaafkan, dingin dan cenderung kurang empati.
  1. Potensi Bakat
Rafa berbakat dalam fisika dan matematika, mudah menghafal angka, tertarik pada teknologi dan penemuan baru.
  1. Jenis pekerjaan yang cocok
Beberapa jenis pekerjaan yang cocok untuk Rafa yaitu dokter, perawat, pilot, polisi, akuntan dan analis.

Well … apapun hasil dari tes analisa sidik jari, tidak harus menjadi patokan untuk masa depan. Bagi kami sebagai orangtua, yang penting bisa menjadikan Rafa sebagai anak saleh, berbakti pada orangtua, agama dan bermanfaat bagi masyarakat. Aamiin.

Etapi, sejak kecil dia ingin jadi polisi. Jadi … cocok dong dengan hasil analisa? Hehehe.

36 komentar:

  1. Jadi pengen ikutan tesnya 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh ... Boleh ikut tes nya hehe

      Hapus
  2. Ini stifin bukan ya mbak?
    Sy masih meraba2 tes sidik jari, taunya cuma stifin?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waktu itu 10 jari Rafa memang diambil sidik jarinya mbak Alif. Itu namanya stifin ya?

      Hapus
  3. Dari dulu sering liat fasilitas dan jasa nya di Gramedia. Tapi belum pernah tau dan nyobain hehehe. Ternyata bisa juga dianalisa ya dari sidik jari tentang potensi kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru tahu analisa sidik jari ini, mbak ^^

      Hapus
  4. Kereeeenn banget ini mah... kira2 aku punya bakat apa ya?

    BalasHapus
  5. Wah cara gampang mengetahui bakat anak, emak emak kaya kita boleh ikutan juga gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu. Aku juga belum tahu, ada nggak ya, tes bakat buat emak-emak ^^

      Hapus
  6. Cara gampang buat mengetahui bakat sang anak. Emak emak boleh ikutan juga ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nggak tau nih, emak-emak boleh ikutan or nggak hehe

      Hapus
  7. Enaknya jaman now, dulu mah tes iq waduh susah banget menyelesaikan dan puyeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Dulu aku juga pernah ikut tes IQ, ribet hehe

      Hapus
  8. Wah keren. Testt kayak gt brp hargany mbaa? *kepo maksimal* heheheh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oiya lupa ngasi tahu. Waktu itu bayarnya 60 ribu rupiah.

      Hapus
  9. Keren, pengen juga test sidik Jari

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang keren tes sidik jari ini mbak ^^

      Hapus
  10. Nah ini penting banget, apalagi untuk anak2 agar mengetahui sedini mungkin tentang karakter dan bakatnya ya.
    Trus tau juga harus mengarahkannya kemana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Hanie. Tes sidik jari ini bisa juga mengarahkan bakat dan mengarahkan anak untuk masa depannya

      Hapus
  11. Balasan
    1. Hahaha, boleh ikutan deh mbak Novia

      Hapus
  12. Hanya dengan sidik jari kita bisa mengetahui karakteristik anak. Perkembangan zaman memang mengagumkan ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita makin dimudahkan untuk mengetahui potensi dan karakter anak ya mbak

      Hapus
  13. Ini mirip Stifin mba Nod, aku hasilnya sensing ekstrovert heheheh
    semoga setelah tes ini bisa keliatan bakatnya ya mba. Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apapun hasilnya moga menjadikan kita lebih baik ya mbak ^^

      Hapus
  14. Ooiya.. kemarin di sekolah bintang juga ada.. saya antusian banget ikutan. Malah si adej yg baru 2tahun juga saya ikutkan. Biar bisa memberi stimulasi yang tepat. Kan enak ya mba kalai kita bisa mengenal karakteristik anak lebih dekat..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah ... Adek kecil juga imutan ya mbak? Makin dini kita tahu karakteristik anak, mungkin jadi lebih mudah mengarahkan ya ^^

      Hapus
  15. Salah satu pendekatan, yang hasilnya tentu tidak seratus persen tetapi setidaknya kita disadarkan bahwa seseorang terlahir dengan karakteristik tertentu yang berdampak pada gaya belajar yang berbeda pula.
    Sebagai metode pendekatan memang cukup baik tapi tak sebaik analisis orang tua sendiri untuk menentukan gaya belajar dan karakteristik seorang anak. Mungkin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap deh ulasannya. Orangtua seharusnya memang lebih memahami anak

      Hapus
  16. wah keren nih, jadi tau ya potensi anak, dan tinggal mengembangkannya aja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting berusaha mengarahkan anak sesuai minat dan bakatnya ya mbak Rizka ^^

      Hapus
  17. Wah, cita2nya jadi polisi, semoga terkabuull. Anak2ku masih berubah2 kalo ditanya cita2 hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rafa juga masih sering berubah kalo soal cita-cita. Tapi ntar balik lagi ingin jadi polisi hahah

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...