Minggu, 14 Januari 2018

Apa kabar, Ibu?



sumber foto : google


Jadi ceritanya, pagi tadi aku lihat linimasa akun facebook. Ada sebuah tayangan yang sempat bikin nyesek, tentang sebuah tantangan yang ditujukan pada beberapa anak muda, yang dipilih secara random, baik cewek maupun cowok, untuk menyampaikan atau menelpon ibu, umi atau mama masing-masing. Anak-anak muda ini masih kuliah dan berasal dari beberapa daerah, bahkan ada yang dari Aceh.



Sebelumnya, anak-anak muda ini diberi pertanyaan, kapan terakhir mengetahui kabar tentang ibu masing-masing. Ada yang menjawab beberapa hari yang lalu, beberapa bulan yang lalu, bahkan ada yang jarang berkomunikasi dengan ibu mereka dengan alasan kesibukan.

Lantas, yang memberi tantangan (tidak diketahui pasti tentang hal ini), menanyakan pada mereka, apakah bersedia menelepon ibu masing-masing, untuk sekadar menanyakan kabar. Awalnya anak-anak muda ini ragu dan malu-malu menjawab tantangan, tetapi akhirnya bersedia menerima. Snak-anak muda ini lantas menelepon ibu mereka dengan menggunakan telepon dari si pemberi tantangan.

Awalnya terlihat dalam tayangan tersebut, obrolan antara anak dengan ibu yang saling menanyakan kabar, berjalan dengan lancar. Diantara ibu-ibu yang ditelepon, ada yang heran, kaget bahkan sangsi, karena tiba-tiba saja mendapat telepon. Hal yang tidak biasanya. Anak-anak muda ini pun tersenyum malu, karena ketahuan sudah beberapa saat tidak berkomunikasi dengan perempuan yang mereka panggil ibu, umi atau mama.

Tantangan yang diberikan tidak hanya itu saja, tetapi mereka juga harus menyampaikan permintaan maaf, ucapan terima kasih juga ungkapan sayang kepada ibu. Nah, pas momen ini, belum juga menyampaikan, beberapa diantara anak muda ini sudah menitikkan airmata. Sang ibu jelas bingung, ada apa gerangan?

Karena memang sebetulnya tidak ada apa-apa, anak-anak muda ini lantas menyampaikan beberapa pernyataan, bahwa selama ini mereka begitu beruntung mempunyai ibu yang selalu perhatian, selalu mendukung apapun kegiatan yang mereka lakukan, meskipun seringkali lalai berkomunikasi dengan ibu.

Begitupun saat mereka menyampaikan permintaan maaf dan terima kasih. Udah deh, pada nangis bombay. Justru yang paling tersedu-sedu adalah si cowok. Dia berasal dari Aceh. Entah mungkin karena terpaut jarak atau jarangnya komunikasi dengan ibunya, menyebabkan dia begitu nelangsa.

Melihat tayangan tersebut, aku langsung teringat dengan ibu. Meskipun masih bisa sering komunikasi, masih sering bertemu, karena kebetulan jarak rumah kami tidak begitu jauh, tetapi entahlah. Selalu dan selalu nyesek kalao bicara tentang ibu. Teringat bahwa diri merasa masih belum bisa membahagiakan beliau.

Ibuku memang tidak tinggal serumah, karena beliau menolak dengan keras. Merasa masih punya rumah sendiri, meskipun tiada yang menemani. Seringkali aku memikirkan beliau, terutama saat malam hari. Tentu merasa kesepian. Namun ketika kutanyakan hal ini, ibu selalu menjawab bahwa beliau tidak pernah merasa kesepian, karena selalu ada Allah yang menemani.

Bagiku, ibu adalah sosok yang istimewa. Meskipun kadang kita masih dianggap anak kecil oleh beliau, tetapi sebetulnya itu merupakan salah satu bentuk sayang yang ditujukan pada kita. Selama itu untuk kebaikan, tak mengapa asalkan beliau senang dan bahagia. Aku sungguh bersyukur masih bisa menemani beliau disisa usia. Meskipun masih selalu berurai airmata dan rasa yang menyesakkan dada, ketika teringat bahwa diri belum bisa memenuhi harapan-harapan beliau.

Bagi teman-teman yang masih mempunyai orangtua, terutama ibu, dan tidak tinggal serumah, kapan nih terakhir berkomunikasi dengan beliau? Yuk deh, telepon atau kunjungi ibu. Percaya deh, meski tidak terungkap, selalu ada rindu disana. 

6 komentar:

  1. Baca tulisan ini saja saya terharu, mba. Apalagi lihat videonya.

    😭😭

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga sempat berurai airmata pas lihat videonya

      Hapus
  2. Aku mewek mbak nova, kangen ibu

    BalasHapus
  3. Apa kabar mama? Inget bangeet dulu zaman kuliah pertama kali pisah sama mama, belum habis telpon ditutup udah pecah meweknya, padahal udah ditahan2 karena tengsin ketauan. Sekarang udah punya anak dan udah bertahun2 pisah udah biasa, ga mewek lagi klo ditelpon, tapiiiii kalo beliau bertandang kerumah kami trus balik lagi naah itu yang bikin panas mata.... Kalo boleh milih, pengen ga merantau aja, biar bisa deketan sama mama,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya memang berat ya mbak bila harus berjauhan dengan mama

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...