Senin, 04 Desember 2017

Sebuah Catatan untuk Para Suami



"Ma, aku pingin diet. Langsing kayak kamu dan mama-mama yang lain. Kasih tahu resepnya dong, Ma," rajuk seorang teman saat kami sama-sama mau menjemput anak di sekolah.

"Idih ... Aku juga masih gemuk, ini. Yang penting sehat gitu, lho Ma," hiburku padanya.


" Masalahnya, suamiku mengancam mau ninggalin aku, kalau tidak mau diet, dan tetap gemuk. Dia bilang juga, aku sudah tidak sedap dipandang," sedikit isak mengiringi ceritanya.


Deg! Tertegun mendengar kata-katanya. Seorang teman yang selama ini sering terlihat ceria, ternyata sedang memendam masalah cukup pelik. 


Apalagi kisah ini berkaitan dengan seseorang yang telah mendampingi selama bertahun-tahun, dalam keadaan suka maupun duka. Hanya karena masalah berat badan, lantas mengeluarkan kata-kata yang-sungguh, bila itu ditujukan pada saya-hati ini pasti sakit mendengarnya. Duhai para suami, tidakkah sadar bahwa perempuan yang kalian sebut istri, mudah sekali merasa terluka, termasuk yang berkaitan dengan tubuh? Apalagi soal berat badan. Hal yang sangat sensitif untuk dibicarakan.


Setiap perempuan mempunyai ciri-ciri spesifik dengan bentuk tubuh. Ada yang cenderung gemuk meskipun sudah diet mati-matian. Ada juga yang selalu terlihat ramping (bila tidak mau disebut kurus), meskipun sudah mengonsumsi makanan dengan porsi berlebih. Perbedaan postur tubuh berkaitan juga dengan struktur tulang seseorang, juga karena garis keturunan.


Namun banyak yang mempunyai anggapan bahwa perempuan bisa dikatakan cantik bila mempunyai tubuh yang langsing, tinggi semampai, berkulit putih bersih dan sebagainya. Pada intinya melihat kecantikan seorang perempuan hanya yang terlihat secara lahiriah saja. 


Kasus yang dialami teman saya seperti kisah di atas, bisa jadi karena anggapan tentang definisi perempuan cantik, dari segi fisik semata. Apalagi terucap dari suami yang notabene merupakan pasangan hidup, seorang kepala keluarga, imam dan panutan bagi istri dan anak-anak. Suami yang baik pasti akan berusaha membuat hati istrinya senang, sekaligus nyaman, termasuk menerima kondisinya secara fisik.


Konflik rumah tangga sudah biasa terjadi. Namun harus disadari oleh pasangan suami istri, bahwa permasalahan sekecil apapun, bila tidak segera dicari jalan keluarnya, akan menjadi masalah besar, bahkan bisa menimbulkan perselisihan. Termasuk mengenai masalah berat badan. 


Selain membicarakan secara baik-baik, ada beberapa hal yang bisa dilakukan suami istri tentang masalah berat badan, yaitu :

  •  Tetap saling mendukung

Setiap usaha yang dilakukan oleh pasangan untuk memperbaiki diri, termasuk dalam urusan mengurangi berat badan, tetap harus didukung. Bukan malah menjatuhkan mental seperti yang dilakukan oleh suami teman saya itu. 

Dukungan pasangan sangat penting bagi kita. Hal ini sekaligus memberikan semangat dan keyakinan untuk tidak mudah menyerah menggapai impian memperoleh berat badan ideal.

  • Niatkan untuk menjalani pola hidup sehat

Sehat itu penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Mempunyai kelebihan berat badan memang bisa mengganggu kelancaran aktivitas. Tapi mempunyai niat untuk menjalani pola hidup sehat, jauh lebih penting. Anggap saja penurunan berat badan sebagai bonus dari usaha kita. 

  •  Saling menerima

Ketika sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi harapan untuk tercapainya berat badan ideal yang diinginkan belum tercapai, tidak lantas membuat kita begitu mudah menyalahkan pasangan. 

Tetap hargai setiap usahanya. Lebih penting lagi, saling menerima apapun hasil dari setiap perjuangan yang telah dilakukan pasangan kita. 


Masalah berat badan memang penting untuk dibicarakan serta dicari solusi terbaik untuk mengatasinya. Bukan sebagai ajang untuk diperdebatkan, apalagi dijadikan alasan untuk mencari yang lebih 'sempurna' menurut pandangan manusia.


Percayalah, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Saling menerima kondisi pasangan akan membuat kita semakin mudah menjalani hidup ini. 


Bukankah lebih baik kita sibuk untuk meningkatkan kualitas diri, daripada banyak mengeluh tentang pasangan kita? 








2 komentar:

  1. Yaelah, suaminya sok oke banget ya.
    emang dia ganteng? badan dia keren?
    dear temannya mbak nova,
    coba tuh suaminya colekin. mas coba deh kamu lebih ganteng, badanmu bagus macem atlit pasti aku betah2 sama kamu.
    kalo si istri dikasih waktu buat langsing terus diancem ninggalin ya bilang aja suaminya kalo gitu suruh ganteng + atletis juga sesuai kesepakatan waktunya. jangan bisanya nyap2 aje nuntut istri biar cakep kagak mau modalin
    hari gini mau langsing tinggal sedot lemak, tinggal perawatan di klinik pelangsingan.
    lu-nya mau modalin kagak bang?

    kalo istri lu cantik, ramping seksi, pasti juga gak milih elu kali.
    sok ganteng amat jadi laki
    -___-

    BalasHapus
  2. Saya juga jadi gemes mbak Nin. Kok ada laki-laki kayak gitu. Semoga Allah segera menyadarkan dia

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...