Kamis, 14 Desember 2017

Ketika Sudah Menjatuhkan Pilihan





Pernah nggak sih, teman-teman merasa menyesal ketika terlanjur mengambil keputusan untuk memilih, ternyata pilihan tersebut tidak sesuai dengan keinginan? Bahkan proses yang harus dijalani ternyata lebih sulit dari perkiraan?

Well … Setiap pilihan memang selalu ada konsekuensinya ya. Meskipun seiring berjalannya waktu, ternyata pilihan yang sudah terlanjur diambil cenderung mempersulit diri bahkan sempat membuat ingin berhenti melanjutkan langkah. Hmmm … tentu saja hal ini tidak kita inginkan bukan?

Serasa beban berat menimpa diri. Juga serba salah. Berhenti melangkah tetapi ada tanggungjawab besar yang harus diselesaikan, melanjutkan pun banyak hal yang harus dikorbankan. Akhirnya, timbul tanya dalam hati. Lantas, apa yang sebaiknya dilakukan?

1.    Tetap melanjutkan langkah

Apapun yang telah terjadi, sebaiknya kita tetap melanjutkan langkah. Setidaknya kita tetap berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik atas hal yang telah kita pilih.

2.    Berusaha semaksimal mungkin

Tunjukkan kemampuan terbaik dalam melakukan pekerjaan yang telah diamanahkan pada kita. Appaun hasil yang diperoleh, itu urusan nanti.

3.    Jadikan pelajaran berharga

Tidak perlu menyesal berkepanjangan karena merasa telah memilih langkah yang salah. Tidak terus menyalahkan keadaan dan diri sendiri. Hal yang terlanjur terjadi, meskipun ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan, jadikan saja pelajaran berharga, untuk tidak terulang kembali di masa yang akan datang

4.    Kesempatan untuk evaluasi diri

Setiap orang pasti pernah berbuat kesalahan, sekecil apapun itu. Bahkan saat menjatuhkan pilihan  yang ternyata tidak sesuai angan. Kesalahan-kesalahan dalam memilih, menjalani proses yang ada, rintangan-rintangan yang harus dihadapi hingga hasil akhir jauh dari harapan, merupakan kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi sekaligus mengukur kemampuan diri. Manfaatkan kesempatan ini untuk terus memperbaiki diri.

5.    Jangan mudah menyerah

Kegagalan dalam menjalankan sebuah proses merupakan hal yang wajar. Siaapun bisa mengalami. Tidak perlu berkecil hati dan mudah menyerah begitu saja. Tetap saja melangkah dan melakukan apapun sesuai dengan koridor yang seharusnya. Menyerah hanya akan membuat diri semakin lemah, yang akhirnya membuat kita berhenti berusaha.


Setiap pilihan yang diambil tentu mengandung resiko sendiri-sendiri. Alangkah bijaknya bila kita tetap menjalani proses yang ada, dengan penuh tanggungjawab dan penuh keikhlasan. Yakinkan diri bahwa hasil tidak akan mengkhianati proses. Lakukan saja yang terbaik. Suatu saat kita akan mendapatkan buah yang manis dari hasil perjuangan tersebut.


22 komentar:

  1. Pilihan memang sesuatu yg bikin galau.
    Pengennya dua2nya. Kayak fiksi dan non fiksi. Heheheh.
    Maju terus, jangan mudah menyerah. Terima kasih mb utk suntikkan semangatnya.

    BalasHapus
  2. Pernah alami mba. Pas udah ambil jadinya membatin "loh kok begini?". Tapi kemudian berpikir mungkin ini yang terbaik bagi diriku dan keluarga. Jangan pernah menyerah ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap berpikir positif dan melanjutkan langkah ya mbak. Allah punya rahasia untuk kita ^^

      Hapus
  3. yess...jangan pernah menyerah mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat ... Terima kadih supportnya mbak Tuty :D

      Hapus
  4. pernah kejadian waktu milih jurusan, dan ternyata salah, krn efek keiginan orang tua, pada akhir nya kembali kejurusan diri. krn menjalani sesuatu tak sampai hati akan menyakiti diri

    BalasHapus
  5. Semangat dan ikhlas jadi kuncinya ya. Setelah ikhtiar tinggal tawakal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan biarlah Allah bekerja dengan caraNya. Betul kan mbak Okti? ^^

      Hapus
  6. Sering bangettt merasa nyesel karena sudah memilih yang salah. Hicks. Tapi terlepas dari rasa sesal itu, saya juga sadar kalau semuanya tetap skenario Allah, manusia hanya bisa menerima, menjalankan, mengambil hikmah hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Nuniek, yang penting kita tetap berusaha melakukan yang terbaik ya ^^

      Hapus
  7. Seperti nasi yang sudah menjadi bubur, kalaupun pilihan itu salah tinggal dikasih kecap, garem, atam suir, bawang daun, dan kerupuk biar enak. Hehe. Pinjem perumpamaannya Aa Gym.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Lina. Apapun pilihan yang kita pilih, bila ada yang tidak pas ya dikasi 'bumbu' ya biar pas hehe

      Hapus
  8. Itulah kehidupan mba. Tetap semangat dan melangkah dengan apapun pilihan yg kita ambil

    BalasHapus
  9. Suwun mbak. Sy merasa ketabok. Heu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Etdah ... Saya nggak merasa nabok lo mbak Wid. Moga nggak sakit ya, hahaha

      Hapus
  10. Sering banget. Artikel yg bagus bsa tuk menyemangati terus melangkah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga tulisanku juga bermanfaat buat mbak Desi ^^

      Hapus
    2. Kalau seperti ini, dilema hidup mungkin tak akan ada.. hehe.. aku kalau dilema mampir sini ah.. siapa tau nambah kuat nantinya.. terimakasih..

      Hapus
    3. Hahaha ... Boleh deh. Sila mampir ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...