Jumat, 10 November 2017

Pentingnya Manajemen Diri





Suatu saat, kita pernah merasa jenuh, bosan dan rasanya ingin sejenak 'menghilang' dari rutinitas. Namun saat ini terjadi, justru bingung akan berbuat apa. Ketidakjelasan ini lantas membuat kita uring-uringan, semua yang ada di depan mata terasa salah. Bahkan tanpa disadari, menyalahkan orang lain. Duh!

Hal tersebut tentu tidak akan terjadi bila kita bisa memanajemen diri sendiri. Kenapa harus melakukan hal itu? Seberapa penting manajemen diri?


Menurut KBBI, manajemen adalah penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.


Sumber daya yang dimaksud disini tentu saja diri kita sendiri. Kita harus bisa memanfaatkan potensi diri semaksimal mungkin, dengan segala kelebihan yang telah Allah berikan. Setiap orang harus menyadari, bahwa potensi yang baik bisa dikembangkan, ditunjukkan dan memberi pengaruh yang baik bagi orang lain.


Manajemen diri tentu penting, agar kita bisa menjadi manusia yang berdaya guna, bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.


Banyak cara yang bisa kita lakukan agar bisa melakukan manajemen untuk diri sendiri, diantaranya :


1. Jujur pada diri sendiri

Terkadang kita menunjukkan raut wajah dan sikap selalu ceria di hadapan orang lain, padahal sebenarnya hati sedang terluka. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, tentu tidak baik, bagi kesehatan fisik dan mental.

Jujurlah pada diri sendiri, apa yang sedang dirasakan, meski tidak harus ditunjukkan pada orang lain. Bila harus menangis, lakukan. Tentu harus diingat waktu dan tempat untuk mengekspresikannya.

Berbagai rasa yang tengah menghinggap, bisa juga ditumpahkan dengan menulis. Cobalah menulis dengan tangan, jauhkan gawai untuk sementara. Kejujuran diri yang tercurah lewat tulisan tangan, sensasinya akan terasa berbeda bila kita lakukan dengan memanfaatkan fitur pada gawai.


2. Jangan terlalu sibuk dengan penilaian orang lain

Disadari atau tidak, kita seringkali terlalu sibuk dengan penilaian orang lain. Terlalu terbawa perasaan (baper), saat orang lain memberi komentar pada diri.

Misalnya, bagi yang belum menikah, saat ditanya kenapa masih betah menjomblo, langsung deh, baper dan galau. Bagi yang sudah menikah bertahun-tahun, tapi belum dikaruniai keturunan, malah uring-uringan lantas menyalahkan pasangannya.

Padahal hal-hal tersebut akibat komentar-komentar orang lain saja. Belum tentu yang memberi komentar masih ingat akan hal itu, sementara kita masih memikirkan.

Perbuatan yang sia-sia, bukan? Bukankah lebih baik kita fokus pada diri sendiri, dan selalu berusaha berbuat yang terbaik untuk hidup yang dijalani? Tak perlu risau dengan komentar orang lain. Percaya saja bahwa Allah tahu yang terbaik untuk kita.


3. Segera cari solusi saat ada masalah

Membiarkan permasalahan kecil terus menumpuk, akan menjadi permasalahan yang besar. Tentu saja hal ini bisa menjadi bom waktu dan meledak pada saat yang tidak terduga.

Segeralah mencari jalan keluar dari setiap permasalahan yang dihadapi, agar tidak membuat hidup terasa berat untuk dijalani.


4. Jangan membebani diri

Setiap orang mempunyai kemampuan sendiri-sendiri dalam menghadapi sebuah masalah. Ada yang merasa berat menjalani, tak sedikit yang dengan sabar menghadapi.

Jangan biarkan masalah kecil menjadi masalah besar. Itu hanya akan menambah beban bagi diri. Segera selesaikan dan jangan biarkan menumpuk.

Yakinkan bahwa diri mampu menghadapi setiap permasalahan yang datang. Jangan menjadi pribadi yang lemah, sebab Allah telah memberi kita kekuatan untuk dapat melewati masa-masa sulit kehidupan.


5. Bersyukur

Ujian dan cobaan yang menimpa, sesungguhnya merupakan bentuk sayang Allah pada kita. Seharusnya kita tetap bersyukur, bahwa Allah telah memilih kita untuk menjadi insan pilihan.

Tak perlu risau dan gelisahdengan segala permasalahan yang dihadapi. Tetaplah ikhlas dan sabar dalam menjalani. Yakinlah bahwa Allah tidak akan memberi ujian diluar batas kemampuan.



Manajemen diri sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, agar kita bisa menjadi insan yang tidak mudah menyerah, selalu berpikir positif, ikhlas dan sabar dalam menjalani hidup ini. Berusaha itu wajib bagi semua insan, termasuk juga berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, salah satunya dengan mampu memanajemen diri sendiri.


Semoga bermanfaat.

20 komentar:

  1. Penting banget nih manajemen diri. Makasih sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kembali. Semoga bermanfaat ya mbak ^^

      Hapus
  2. Poin jangan terlalu sibuk dengan penilaian orang lain dan bersyukur ini bener banget, mbak. Mau yang kita lakukan baik atau buruk penilaian orang juga akan ada dan berbeda-beda. Aku udah masuk di fase, terserah orang mau bilang apa selagi aku masih dijalanku dan nggak melakukan kesalahan ya biarkan saja hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga aku juga bisa melewati semua fase tersebut dengan baik. Postingan ini sekaligus reminder buatku. Terima kasih sudah mampir ^^

      Hapus
  3. Reminder buat saya banget. Saya masih saja suka "menyalahkan". Apalagi setelah punya anak. Kadang suka bandingin anak sendiri sama anak orang lain... Walah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap anak punya karakter sendiri-sendiri. Tapi terkadang kita memang merasa, ada saja kekurangan pada anak-anak kita. Yuk, kembangkan potensi yang ada pada anak, dan kita akan merasa amazing dengan kelebihan mereka ^^

      Hapus
  4. Terima kasih tipsnya ya mbak. Bener banget tuh agar ga capek mikirin apa kata orang. Ya baik sih sebagai introspeksi diri tapi jangan terlalu terbebani sampai akhirnya ga jadi diri sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. So ... Kesimpulannya, just be your self, gitu ya mbak Helena? ^^

      Hapus
  5. Manajemen diri penting biar aktivitas gak keteteran. Trus yg jgn sibuk dengerin org itu jg ada benernya, selama emang kita gk nglakuin hal yg bikin rugi org lain tentu aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau selalu dengerin dan galau dengan pendapat orang lain tentang kita, bakalan capek sendiri ya mbak April, hehe.

      Hapus
  6. Manajemen diri penting biar aktivitas gak keteteran. Trus yg jgn sibuk dengerin org itu jg ada benernya, selama emang kita gk nglakuin hal yg bikin rugi org lain tentu aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau selalu dengerin dan galau dengan pendapat orang lain tentang kita, bakalan capek sendiri ya mbak April, hehe.

      Hapus
  7. manajemen diri emang sangat penting mbak, apalagi untuk point 5, itu salah satu point andalanku kalo udah down, bersyukur aja sabar juga ikhlas alhamulillah hati jadi adem tentrem ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya dengan banyak bersyukur, kita akan merasa mudah dan ringan menjalani hidup ini. Betul kan, mbak Rusydina? ^^

      Hapus
  8. Tamparan keras ini tuk bisa memanaj diri. Tfs ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sakit dong mbak Atiqo, kalau ditampar hehe. Postingan ini sekaligus reminder buatku kok mbak. Yuk, semangat menanajemen diri sendiri ^^

      Hapus
    2. Manajemen diri menang aulit, tp bukangk mungkin kan ya mba. Tfs mba, pengingat banget nih

      Hapus
    3. Terima kasih juga sudah mau mampir ^^

      Hapus
  9. Aku nih masih belum pandai manajemen diri, suka ntar2an nyelesain segala hal ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk, mbak Indira, mulai saat ini tidak menunda waktu ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...