Sabtu, 11 November 2017

Kesempatan Kedua




"Andai saja, aku masih punya kesempatan kedua"

Begitu mungkin yang ada di benak kita, saat merasa menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan yang pernah diberikan.

Eh ... Tapi, kita tidak boleh berandai-andai ya ^^


Tidak semua orang diberi kesempatan kedua. Apapun bentuk kesempatan itu. Misalnya nih, saat mengikuti program menulis di sebuah komunitas. Selama mengikuti program, setiap anggota harus membuat satu tulisan setiap hari dan diunggah di blog masing-masing. Bila tidak bisa dianggaplah kita eh kamu aja, kali (anggota program, maksudnya),  harus membayar hutang tulisan keesokan hari.


Nah, terkadang, karena alasan sibuk, tidak sempat, atau sakit, maka hutang tulisan belum bisa terbayar. Bagi yang beralasan sakit, asalkan ada pemberitahuan pada panitia program, bisa dimaafkan, dan masih diberi kesempatan kedua sehingga bisa melanjutkan program. Namun bagi yang beralasan selain sakit, tapi tetap tidak bersedia menulis sesuai ketentuan program, tentu saja harus ikhlas dan legowo tidak bisa melanjutkan.


Begitulah. Tak jarang didapati, orang-orang yang bisa memanfaatkan kesempatan yang telah diberikan. Tidak semua orang bisa menikmati indahnya kebersamaan dalam sebuah komunitas, saling berbagi ilmu dan kesempatan berkarya dalam hal menulis. Ketika kesempatan datang, tetapi tidak bisa memanfaatkan dengan baik. Alangkah ruginya.


Mungkin saja, kesempatan kedua diberikan, karena kita (termasuk saya, hehe), baik hati dan tidak sombong *abaikan.


Bisa jadi karena kebaikan orang-orang di sekitar kita, dan Allah yang menggerakkan mereka untuk memberikan kesempatan lagi pada kita.


Sayangnya, tidak banyak yang menyadari alasan dibalik kesempatan kedua. Terkadang menyia-nyiakan, bahkan menganggap hal itu tidaklah penting.


Mendapatkan kesempatan kedua, seharusnya disyukuri. Bisa jadi itu semua karena kehendak Allah agar kita mau dan bisa berubah menjadi insan yang lebih baik.


Kesempatan kedua yang diberikan, alangkah baiknya bila dimanfaatkan sebaik mungkin. Bukan lantas menunjukkan tingginya hati, karena merasa menjadi orang-orang yang terpilih.


Jadikanlah kesempatan kedua untuk berbuat dan berusaha memperbaiki kesalahan, kekurangan dan kekhilafan yang pernah dilakukan. Berikan yang terbaik sesuai kemampuan, dengan hati yang ikhlas menjalani semua.


Penting juga diingat bahwa saat ada kesempatan kedua, sebaiknya tidak perlu memaksakan orang lain untuk bisa menerima apapun yang kita berikan, apalagi memaksakan kehendak pada Allah. Tugas kita hanya berusaha memberikan yang terbaik dan berdoa. Biarlah Allah yang menentukan hasilnya.

Demikian.

4 komentar:

  1. Menunda adalah pekerjaan paling menyenangkan, mengerjakan yang tertunda adalah hal yang paling menyebalkan.

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...