Selasa, 10 Oktober 2017

Kesan Pertama Begitu Menggoda




Hmm … judul postingan kali ini berasa iklan banget nggak sih? Hehe. Ya … sebetulnya bukan karena bermaksud mengiklankan sesuatu sih, tetapi tulisan kali ini memang ada hubungannya dengan iklan.


Jadi ceritanya, saat membaca update status di akun media sosial salah seorang teman, dia menceritakan kekecewaaanya terhadap salah satu penjual. Teman saya itu baru saja membeli barang melalui penjualan online. Ketertarikannya membeli barang tersebut, karena dia merasa ingin memiliki barang yang diiklankan dan si penjual sepertinya pintar sekali membuat kata-kata yang ngiklan banget, hingga teman saya tergoda.

Ketika transaksi terjadi antara teman saya dan si penjual, komunikasi keduanya berjalan dengan sangat lancar, tanpa ada sedikitpun kecurigaan akan terjadi suatu hal diluar dugaan. Si penjual begitu bisa meyakinkan teman saya hingga transaksipun deal, dan teman saya mentransfer sejumlah uang sesuai harga yang tertera, termasuk juga ongkos kirimnya.

Dalam sistem penjualan secara online seperti di atas, kepercayaan antara pembeli dan penjual adalah modal utama. Hal inipun diharapkan dari teman saya selaku pembeli. Dia berharap penjual akan mengirimkan barang sesuai yang diiklankan dan diterima dalam kondisi sesuai yang diiklankan, juga tanpa suatu cacat apapun.

Mungkin teman-teman bertanya, jangan-jangan teman saya tertipu dan tidak jadi menerima barang yang dipesannya. Pertanyaan yang wajar. Namun sebetulnya bukan tertipu banget sih ya. Memang, dia menerima barang yang dipesannya dalam kondisi baik, tetapi tidak sama persis dengan yang diiklankan si penjual. Hal ini terlihat dari bentuk, bahan dan warna yang tidak sesuai antara iklan dengan kenyataan. Tentu saja dia kecerwa. Berharap bisa memiliki barang yang diinginkan, ternyata hanya angan belaka. Apalagi ketika teman saya mengonfirmasikan hal tersebut, tidak satupun kontak dari si penjual yang bisa dihubungi. Bertambah kecewalah dia.

Lantas, dia ungkapkan kekecewaan tersebut dengan membuat status di akun media sosialnya, juga mengunggah kontak si penjual serta barang yang diiklankan disandingkan dengan barang yang diterima. Hal ini dia lakukan agar si penjual_mungkin bisa melihat saat berselancar di media sosial, juga berharap agar orang lain tidak mengalami peristiwa seperti dirinya.

Dalam penjualan secara online, salah satu strategi agar orang tertarik untuk membeli adalah iklan yang sangat menarik, dan ini bisa terlihat dari kalimat-kalimat yang sangat menjual juga barang yang diiklankan. Penjual harus bisa meyakinkan calon pembeli agar terkesan dan tergoda untuk membeli. Memang sih ya, kesan pertama itu biasanya memang menggoda. Kejadian yang dialami teman saya, sepertinya memang begitu. Dia terkesan, tergoda dan menginginkan barang yang diiklankan. Diinginkan lho ya, bukan dibutuhkan.

Peristiwa yang dialami teman saya, kiranya bisa kita jadikan pelajaran untuk lebih berhati-hati saat akan membeli sesuatu secara online. Memang suatu resiko harus kita hadapi bila mendapat barang tidak sesuai dengan iklan, dalam penjualan dengan sistem seperti ini. Hal terpenting lainnya adalah, sebelum benar-benar melakukan transaksi, tanyalah terlebih dahulu pada diri sendiri, apakah benar-benar membutuhkan barang tersebut atau hanya sekadar menginginkan saja.


Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.
#ODOPOKT9

10 komentar:

  1. saya juga sering rada kecewa dengan kualitas barang yang dibeli, tapi sebelum komplain saya cek dulu harga barang tsb di lapak penjual.
    kalau kelewat murah, saya akan tau diri. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tetap harus check and recheck sebelum membeli ya mbak ^^

      Hapus
  2. Alhamdulillah selama beli online, puas sesuai pesanan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah penjualnya bisa dipercaya ^^

      Hapus
  3. Sebenernya saya gregetan sama yang bisa pecah telor padahal jual barang gak sesuai spek atau malah nipu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmm ... Susah kalo ketemu penjual yang tidak jujur kayak gini >·<

      Hapus
  4. Saya juga pernah kecewa belanja online. Beli mukena couple anak 3-5 tahun malah beda sedikit sama ukuran ibunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oalah ... Semoga tidak mengalami lagi ya mbak

      Hapus
  5. Lebih banyak puasnya sih belanja online. Meski pernah, sepatu ukuran 39, benar yang datang 39, tapi perasaan itu 41 deh..panjaaaang banget. Sampe bingung dikasih ke siapa hahaha:D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe ... Kalo merasakan puas sih nggak pa2 ya mbak ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...