Sabtu, 21 Oktober 2017

Berpikir Negatif Melemahkan Hati




Pernahkah merasa bahwa Allah tidak adil pada kita? Sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi keadaan belum juga berubah menjadi lebih baik, lantas menyalahkanNya?

Pernahkah merasa tidak mampu melakukan sesuatu sebelum mencoba? Tidak mempunyai keyakinan untuk bisa menyelesaikan sebuah permasalahan yang dihadapi? Mergukan kemampuan diri sendiri dan takut melangkah?


Ketika ada suatu masalah datang menghampiri, merasa tidak akan mampu menyelesaikan. Kekhawatiran nantinya langkah yang diambil akan merugikan dan menyakiti orang lain. Ketakutan nantinya permintaan maaf tidak akan diterima. Padahal belum melakukan apapun. 


Akibatnya, pikiran dipenuhi banyak kalimat tanya, misalnya ‘kalau masalah ini diselesaikan dengan cara begini, nanti berdampak apa ya, buat orang lain? Sudah tepat belum ya, langkah yang diambil?’  dan bla … bla … bla …


Tidak hanya itu saja. Emosi yang turut terlibat mendalam, tak jarang membuat logika berpikir menjadi lemah. Padahal sebaiknya melakukan hal tersebut, meskipun akan membuat kecewa orang lain.


Misalnya, menolak untuk memberikan uang receh pada pengamen jalanan, karena terlihat dia masih muda dan dalam kondisi segar bugar. Logika berpikir pun menganggap bahwa dia termasuk orang yang malas yang seharusnya bisa berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik.


Mungkin dia kecewa akan sikap kita, tetapi bukankah dalam Islam diajarkan untuk berusaha, mencari penghasilan dengan cara yang halal dan baik, bukan dengan jalan meminta-minta? Tidak dipungkiri, terkadang nurani memang berseberangan dengan logika, tetapi kita harus memilih, kan?


Namun ada hal yang lebih disayangkan, ketika kita berpikir bahwa Allah tidak menjawab doa-doa yang senantiasa terpanjatkan. Sebuah pikiran negatif kembali hinggap.


Nah, kan, jadi suuzan deh. Berpikir negatif padaNya. Duh!


Lantas begitu mudahnya menyalahkan keadaan. Apapun dan siapapun dianggap turut andil akan belum terkabulnya permintaan.


Hatipun menjadi kecewa. Luapan emosi dalam bentuk kemarahan terus ditunjukkan. 


Pikiran-pikiran negatif yang dibiarkan berlarut, akan membuat hati kita menjadi lemah. Selalu beranggapan bahwa hidup ini tidak adil, diri tidak bisa merasakan kebahagiaan, dan ingin mengakhiri saja semua yang dijalani.


Padahal kita tidak tahu, rencana Allah untuk kita. Dia hanya meminta kita untuk terus bersabar, mensyukuri apa yang telah diberikanNya, menjalani kehidupan dengan hati penuh ikhlas, tetap berusaha seseuai kemampuan dan senantiasa memanjatkan doa padaNya.


Selalu berpikir negatif akan melemahkan hati, sedangkan hati yang lemah sulit untuk menerima nasehat sebaik apapun. Suatu hal yang dibiarkan berlarut-larut dalam keadaan tidak baik, akan menjadi sebuah kesia-siaan.


Tentu kita ingin menjalani hidup dengan cara seperti ini, bukan?


Semoga kita selalu diberi kemampuan untuk senantiasa berpikir positif dalam menyikapi banyak hal, sehingga hati kita terjaga dengan baik.




Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.


#ODOPOKT20








8 komentar:

  1. Makasih Mbak Nova, motivasinya. Bagus sekali. Mengingatkan, agar kita selalu berpikir positif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Pak Suparto. Semoga kita bisa sling mengingatkan, njih ^^

      Hapus
  2. Bener mbak, kadang kita takut melangkah juga karena pikiran kita sendiri.

    BalasHapus
  3. Semoga kita tidak lagi ragu melangkah ke arah yang lebih baik ya mbak Elin ^^

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...