Selasa, 24 Oktober 2017

Berdamai dengan Diri Sendiri



Setiap manusia mempunyai permasalahan sendiri-sendiri, itu pasti. Hanya cara menyikapi permasalahan yang sedang dihadapi, tiap orang pasti tidak sama. Ada yang suka mengeluh di media sosial, ada yang curhat ke teman, ada yang memendam sendiri permasalahan yang dihadapi, tetapi yang paling parah adalah melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Duh … jangan sampai kita melakukannya, ya teman-teman.

Bila keluhan yang disampaikan masih wajar-wajar saja, masih bisa diterima, ya. Namun apabila sudah berlebihan, menganggu ketenangan hidup orang lain, hingga yang dijadikan tempat berkeluh kesah menjadi tidak lagi merasa nyaman. Mungkin saja penyebabnya seperti hal-hal berikut ini :

  •    Egois
Setiap kali mengeluh, itu artinya kita sedang menyebarkan energi negatif  pada orang lain. Betul apa salah? Coba deh diingat-ingat, bukankah kalau kita mengeluh, yang dikeluarkan eh disampaikan adalah hal-hal yang cenderung ketidakpuasan kita akan sesuatu? Ya kalau yang kita curhati mau mendengar dan menyimak, kalau merasa gerah, bagaimana? 

Teman yang kita curhati tentu juga punya masalah kan? Mengeluh ada batasnya. Lebih baik bersikap sewajarnya saja, jangan hanya mengeluh sepanjang waktu. Cobalah untuk sharing dan mencari solusi sama-sama, agar hubungan pertemanan menjadi awet.


  •    Kurang bersyukur
Sebeleum mengeluh, coba deh amati sekitar kita. Masih banyak orang lain yang hidupnya kurang beruntng. Jangankan bisa makan nasi dan ayam penyet, untuk  makan sehari-hari saja, terkadang harus berpuasa. Saat mempunyai pimpinan yang selalu menekan, bayangkan orang-orang yang susah mendapatkan pekerjaan.

Bersyukur akan membuat kita sadar, bahwa permasalahan yang dihadapi masih jauh lebih ringan daripada rahmat yang telah, sedang dan akan kita dapat.


  •   Kurang Ikhlas
Apapun yang terjadi, tetap harus kita jalani. Sesuatu yang tidak bisa kita pertahankan, sebaiknya kita lepaskan, relakan dan ikhlaskan, termasuk mantan yang memang bukan jodoh kita #ehh.

Ikhlas bukan berarti kita menyerah begitu saja,  tetapi berjuang tanpa harus memaksakan kehendak. Harus ada keyakinan bahwa dengan hati yang ikhlas, apapun permasalahan yang dihadapi akan menjadi ringan, kita akan kuat menghadapi, dan Allah tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan.


  •    Memupuk pikiran negatif
Terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu hanya sebuah kesia-siaan dan membuang waktu. Ragu akan kemampuan diri dan takut pada sesuatu yang belum tentu terjadi, hanya akan membuat kita ragu untuk melangkah ke arah yang positif. Bila kita berpikir mampu melewati semua, harus ada keyakinan bahwa hal itu pasti terjadi. 

Hal baik yang keluar dari pikiran kita, akam membuat hati merasa tenteram dan damai, meskipun pada kenyataannya, hidup tidak seperti yang kita inginkan. 

  •   Bosan
Ada yang pernah merasa bosan dengan hidup yang dijalani? Saya pernah. Duh. Nyesek gitu kalau lagi ngomongin ini. Merasa putus asa, merasa tidak jadi orang yang berguna bagi lingkungan, merasa hidup yang dijalani hanya sia-sia belaka hingga ingin mengakhiri.

Keadaan kurang bersyukur, egois, selalu negative thinking, tidak ikhlas menjalani hidup, dan membiarkan pikiran-pikiran buruk terus menumpuk hingga membuat frustasi, sehingga ingin mengakhiri hidup.

Banyak hal indah yang bisa kita lakukan saat mengalami kebosanan. Misalnya dengan lebih banyak berinteraksi dengan lingkungan, melakukan hobi yang disuka (misalnya hobi menulis), atau lebih banyak meluangkan waktu untuk berbagi dengan sesama.


Cobalah berdamai dengan diri sendiri, jangan terlalu membebani. Hidup ini terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja, bila kita masih terus membiarkan 5 hal di atas ada pada diri kita. Saatnya untuk berubah. Mulailah belajar memperbaiki diri, dengan lebih banyak bersyukur, lebih ikhlas, dan memberi harapan-harapan baik untuk hidup. Kita harus mempunyai keyakinan bahwa mampu melewati semua permasalahan dan ujian hidup. 



Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.


#ODOPOKT22

10 komentar:

  1. 4 hal yang mbak tulis itu, pasti semua pernah merasakannya. baik secara beramaan, maupun bergiliran. cukup berdamai dengan diri sendiri dan rasa bersyukur yang bisa menghapus ke 4 hal jelek tersebut ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mas Fajar. Tapi yang terakhir aku pernah merasakannya, hiks.
      Well ... Berdamai dengan diri sendiri adalah kunci kebahagiaan. So, just do it ^^

      Hapus
  2. Aih, bener banget harus berdamai dengan diri sendiri untuk menjaga kewarasan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Juga untuk menemukan kebahagiaan ☺

      Hapus
  3. Benar sekali mbak, kadang kita sendiri yang membuat berat dan ribet hidup ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. So ... Sebaiknya kita jalani hidup dengan lebih simple ya mbak ^^

      Hapus
  4. sangat setuju sekali mbak.
    Mulai sekarang, gantilah sifat gampang mengeluh dengan sifat yang lebih bijak, yaitu senantiasa bersyukur dan selesaikan masalah yang Anda hadapi. ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah dengan lebih banyak bersyukur, kita akan lebih bisa merasakan nikmatNya ^^

      Hapus
  5. Benar, Mbak, paling sulit memang berdamai dengan diri sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi bisa kok mbak Lisa ... Berdamai dengan diri sendiri ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...