Kamis, 26 Oktober 2017

Berbagi Itu Membahagiakan




Satu hari, gawai saya bergetar, menandakan ada inbox dari seseorang. Ketika terlihat nama di layar, sejenak diri ini tertegun. Dari seseorang yang saya anggap sebagai salah satu blogger super duper kece. Perlahan debar terasa, ada apa gerangan ya?

Setelah saling sapa, dia bertanya beberapa hal pada saya. Tentang pengalaman saya ngeblog selama ini, juga beberapa tips cara membuat artikel. Duh, saya ini apalah ya. Masih unyu-unyu soal ngeblog, belum ada apa-apanya dibanding dirinya yang sudah menjadi blogger keren. Ternyata, dia ingin saya bercerita sebatas pengalaman pribadi saja, sebagai salah satu bahan membuat tulisan tentang ngeblog bagi penulis pemula.


Memang sih, saya ini orangnya mudah ge-er. Baru diinbox begitu saja, sudah heboh. Eh, tapi ini yang inbox bukan sembarang orang lho. Wajar dong kalau saya jadi gimana, gitu. Hehe.

Lantas terbersit dalam benak, mumpung lagi ngobrol sama blogger suhu, saya mengajukan beberapa pertanyaan, tentu saja seputar blog pribadi. Jawaban demi jawaban, saya dapatkan dari sang suhu. Anda penasaran dengan berbagai pertanyaan yang saya ajukan? Rahasia, dong, hehe. Tetapi yang jelas, kepuasan tak terhingga didapatkan. Inilah salah satu metode yang bisa ditiru. Bila suatu saat ada seorang blogger suhu menghubungi Anda, gunakan aji mumpung. Bertanyalah sebanyak mungkin untuk perbaikan blog Anda, hahaha.


Well … bukan itu saja sih sebenarnya inti dari obrolan atau chat antara kami. Namun rasa berbagi, sepertinya itu lebih utama. Kami saling berbagi info, dan itu rasanya menyenangkan sekali.


Hampir bersamaan, saat saya membaca update status salah satu teman di facebooknya (ketahuan kalau sering main facebook ya, hahaha), terlihat dia sedang berfoto bersama murid-murid Sekolah Dasar. Senyum merekah terlihat. Terpancar aura kebahagiaan dari teman saya ini. Mungkin dengan berbagi dan menikmati kebersamaan dengan anak-anak, dia bisa merasakan kebahagiaan.


Begitulah. Terkadang kita mengabaikan hal-hal sederhana untuk bisa merasakan kebahagiaan. Terkadang menganggap bahwa rejeki itu hanya berupa materi (uang). Kita lupa bahwa teman-teman yang baik, saling berbagi ilmu, bisa tertawa bersama, juga merupakan rejeki bagi kita.


Patutlah kiranya kita bertanya pada diri, maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan?



Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT24


8 komentar:

  1. Balasan
    1. Mumpung ... Kebetulan hehe. Atau jangan-jangan saudaranya aji mampang ya? #ups

      Hapus
  2. Fabiaya Hirobikuma tukadziban....bener gak sih ejakannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban. Semoga benar tulisannya seperti ini, mas Danang. Maaf bila ada kesalahan ketik.

      Hapus
  3. Fabiayyi ‘aalaa’i Rabbikumaa Tukadzdzibaan
    Itu kak.. he5x..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Terima kasih koreksinya ^^

      Hapus
  4. Sering merasakan, setelah berbagi..eh tiba-tiba datang rejeki...
    Nah, langsung tersadar, masih ingkar pada nikmat-Nya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah masih bisa berbagi ya mbak ^^

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...