Kamis, 12 Oktober 2017

5 Alasan Saat Harus Keluar dari Komunitas






Ketika memutuskan bergabung dengan sebuah komunitas, tentu kita sudah menyadari bahwa akan berada ditengah-tengah berbagai karakter manusia. Ada yang karakternya cocok dengan kita, tidak sedikit yang bertolak belakang.

Bertahan dalam sebuah komunitas, tentu ada alasan tertentu bagi setiap orang. Ada yang merasa bahwa dalam komunitas tersebut sesuai dengan yang diinginkan, bisa saling berbagi ilmu, rasa empati yang tinggi antar sesama anggota, bahkan rasa kekeluargaan yang tinggi. Hal ini bisa terjadi dalam sebuah komunitas secara offline maupun online.


Komunitas yang dibuat secara offline memungkinkan bagi semua anggota untuk mengadakan pertemuan secara rutin dan bisa bertemu muka, sedangkan komunitas yang dibuat secara online, meskipun kecil kemungkinan, bisa saja terjadi pertemuan secara nyata. Semua tergantung dari kesepakatan antar anggota bila ingin mengadakan tatap muka, atau istilah  yang biasa digunakan yaitu kopi darat (kopdar).


Banyak media yang bisa digunakan saat membentuk sebuah komunitas secara online, misalnya melalui whatsapp, line, ataupun telegram. Melalui obrolan-obrolan secara online (chat) melalui media tersebut, maka akan terjadi interaksi antar anggota. Ditengah perjalanan  selama menjadi bagian dari komunitas, tidak jarang ada beberapa hal yang membuat ketidaknyamanan, sehingga membuat salah satu atau beberapa anggota memutuskan untuk keluar dari komunitas atau grup online.

Ada beberapa alasan bagi seseorang saat memutuskan untuk tidak lagi bergabung dalam suatu komunitas, misalnya :

•    Tidak bisa membagi waktu dengan baik
Bergabung dalam suatu komunitas atau grup secara online, tentu membuat kita berurusan dengan segala hal didalamnya. Terkadang urusan di dunia maya ini, banyak menyita waktu, bahkan mengganggu urusan di dunia nyata. Bila ada tanda-tanda bahwa kita tidak bisa membagi waktu dengan baik, sebaiknya memang keluar saja dari grup atau komunitas.

•    Obrolan kurang bermanfaat
Terkadang obrolan dalam grup secara online membuat kita merasa tidak nyaman, karena bahan yang diobrolkan sudah ‘keluar’ dari jalur dan tujuan grup diadakan. Istilahnya, terlalu banyak out of topic (oot) yang terjadi.

•    Kurang komunikatif
Sebuah grup atau komunitas yang baik, tentu ada interaksi yang baik antar sesama anggota. Namun bila komunikasi berjalan tidak lancar, hanya beberapa orang saja yang aktif, sedangkan yang lain hanya sebagai silent reader, tentu saja hal ini akan membosankan untuk berbagai pihak.

•    Kurang adanya toleransi
Toleransi tidak hanya diperlukan di dunia nyata, tetapi juga di dunia maya. Obrolan yang tidak perlu, hingga terjadi hampir 24 jam penuh, tentu mengganggu privasi setiap orang. Seharusnya ada kesepakatan agar obrolan online (chat) hanya diperbolehkan untuk waktu-waktu tertentu, agar anggota komunitas merasa nyaman dan tidak terganggu jam untuk beristirahat.

•    Banyak hal tidak sopan yang sering diunggah di komunitas
Meskipun tujuan penyebaran konten atau gambar dari beberapa anggota sekadar bercanda, tentu saja bila hal ini dilakukan terus-menerus, akan membuat anggota yang lain merasa tidak nyaman. 


Berkomunitas memang hak bagi setiap orang. Namun bila keberadaannya sudah tidak sesuai dengan tujuan awal dan membuat seseorang tidak lagi merasa nyaman, tidak lagi merasa mendapat ilmu dan manfaat, maka bila ada anggota yang memilih  untuk mundur dan keluar, hal ini juga tidak bisa disalahkan.

Sebaiknya kita bisa bersikap lebih bijak dalam memilih sebuah komunitas, yang bertujuan untuk memperoleh kebaikan, sehingga segala hal yang didapat didalamnya bisa bermanfaat.



Postingan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post yang diselenggarakan oleh Blogger Muslimah Indonesia.

#ODOPOKT11


16 komentar:

  1. Balasan
    1. Terimakasih apresiasinya mas Wakhid :)

      Hapus
  2. didalam komunitas, berkumpul macam-macam orang dan kelakuan. jadi haru memiliki toleransi yang tinggi. walau berbeda jangan sampai membuat hubungan antar anggota. tidak nyaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas Fajar. Namun terkadang tidak memungkiri, ada hal-hal yang membuat seseorang merasa tidak nyaman berada dalam suatu komunitas ^^

      Hapus
  3. Bener, harus milah milih komunitas yang cocok, meningkatkan produktifitas, dan yang penting nyaman :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Ndy. Kalau sudah tidak bisa membuat nyaman, kenapa harus dipertahankan ya? ^^

      Hapus
  4. Meilih berada di komunitas mana, adalah hak setiap orang, tentunya semenjak awal sudah harus paham juga, apa yang akan terjadi di dalam sebuah komunitas yang berbeda karakter tiap anggotanya, meskipun punya passion yang sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua kembali ke pribadi masing-masing ya mbak. Setiap pilihan memang ada konsekuensinya ^^

      Hapus
  5. Yup! Gak ada toleransi, itu salah satu poin yang membuat saya juga keluar dari beberapa komunitas dan grup.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akupun akan memilih keluar dari grup atau komunitas bila tidak ada toleransi

      Hapus
  6. Hmm.. Benar jg ya. Tapi aku termasuk yg tidak mudah keluar dr komunitas sih. Kupikir kalo tidak ada sesuatu yg bisa aku dapat di sana, itu artinya aku harus memberi :��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup. Masing-masing orang punya pilihan sendiri ^^

      Hapus
  7. Nggak bisa bagi waktu dan ingin fokus, itu salah satu alasan jika keluar dari komunitas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga pernah menjadikan hal ini sebagai alasan keluar dari grup :(

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...