Kamis, 28 September 2017

Yang Penting Action Dulu!



Ada percakapan yang menarik di grup #OneDayOnePost, khususnya grup kentang. Kentang? Mungkin pertanyaan itu yang ada di benak teman-teman. Tidak ada alasan khusus untuk penamaan grup ini. Yang jelas, idenya dari salah satu pengurus di komunitas menulis kami, yaitu #OneDayOnePost.



Oke, saya tidak akan membahas tentang kentang. Bukan hal yang penting. Ada hal lain yang lebih menarik untuk menjadi tema postingan kali ini, yaitu tentang ide menulis.

Jadi, ceritanya, saya mengajukan sebuah pertanyaan pada para anggota #OneDayOnePost angkatan ke-4, khususnya grup kentang (dan saya dicemplungin ke grup itu untuk menjadi ‘kompor’ hehe. Maksudnya ya memberi semangat pada teman-teman untuk memposting tulisan, dan tidak melupakan tugas serta komitmen awal ketika mendaftar di komunitas ini), untuk memberikan alasan kenapa masih ragu bahkan tidak menulis.

Jawaban dari pertanyaan tersebut beragam. Berikut ini beberapa alasan mereka :
  • Sulit mengkhayal,
  • Bahasa Indonesia-nya kurang bagus
  • Tidak bisa mendapat ide judul yang pas
  • Kurang membaca sehingga merasa kering ide untuk menulis
  • Merasa tidak paham teknik menulis yang benar
  • Karena kelelahan

Well … saya bisa memahami kondisi mereka, karena pernah dan hingga sekarang masih sering mengalami beberapa hal yang disebutkan teman-teman tersebut. Misalnya soal pemilihan judul. Suatu hal yang sering sulit saya lakukan. Memilih judul yang tepat untuk sebuah tulisan memang tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Terkadang saya membuat draft tulisan terlebih dahulu, baru membuat judul. Bahkan pernah membuat tulisan dengan judul “Tulisan Tidak Jelas”, karena merasa menemukan kebuntuan. Yang penting bagi saya adalah membuat tulisan terlebih dahulu.

Ketika kondisi mengalami kebuntuan untuk menulis sebenarnya juga bisa dijadikan ide, lho. Coba perhatikan tulisan berikut ini :
“Hari ini otak saya lelah dan kemudian ide tidak keluar. Padahal, jendela blog sudah saya buka sejak beberapa menit lalu, loh. Niatnya mau menulis karena ada kewajiban di grup #One Day One Post, harus menulis setiap hari. Tapi apa daya, ide nggak muncul-muncul juga.
.
Ternyata, nggak punya ide menulis bisa jadi sebuah tulisan juga ya. Ini contohnya. Dan sepertinya saya pun harus lebih peka. Masa sih, dalam 24 jam kehidupan saya sehari semalam nggak ada ide yang bisa dituangkan ke dalam sebuah postingan? Saya kan sudah berkomitmen masuk komunitas #One Day One Post, jadi saya harus bertahan. InsyaAllah kalau diniatkan, saya pasti bisa.
.
Saya ingin seperti mereka yang sepertinya mudah saja menjadikan ide sederhana menjadi sebuah tulisan gila. Eh, bukan gila beneran ya maksudnya.
.
Udah, begitu saja. Semoga besok saya bisa menulis yang lebih baik. Terimakasih sudah menyempatkan membaca ini ya.”

*Oleh Bang Syaiha

Oke, jangan membuat pernyataan terlebih dulu, bahwa karena yang menulis adalah Bang Syaiha, founder #One Day One Post. Yah … pantas saja tulisannya sudah bagus, dibuat tidak sampai 5 menit, yang nulis udah master, sih. Maksud saya mengutip tulisan Bang Syaiha seperti di atas, tidak lain karena ingin menunjukkan pada teman-teman, bahwa dalam kondisi tidak ada ide untuk menulispun, sebenarnya bisa dijadikan bahan untuk membuat sebuah tulisan.

Hal terpenting adalah kita harus membuat action dulu. Ya, menulis saja. Apapun yang ada dalam pikiran dan rasa. Menulis itu ya menulis saja. Tidak usah berpikir yang macam-macam dulu. Tidak usah khawatir tulisan kita jelek, tidak ada yang membaca, dan sebagainya. Yang penting action dulu! Soal salah ketik atau apapun, itu urusan belakangan!

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, mulai menulis dari sekarang!

12 komentar:

  1. Harus lebih sering menulis agat terasah...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Wakhid tulisannya udah yahud. Saya yang harusnya banyak belajar dari mas :)

      Hapus
  2. Mantapp.

    makasii bun remidnernya.

    Iput plg kerja lelah, dan gapost yaAllahh:"(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semampunya saja, Dek. Tetap semangat ya :)

      Hapus
  3. Oh, buat postingan ini toh.... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Bang. Hehe.

      Maaf ya, Bang. Tujuannya kan biar teman-teman tambah semangat menulis :)

      Hapus
  4. Oh.... jadi Kak Nova kompornya ya.... T E R C Y D U K

    Jadi teringat sama salah satu founder Komunitas Bisa Menulis, Pak Isa Alamsyah, dalam melakukan sesuatu itu no excuse, terutama menulis. Menulislah walaupun hanya punya pulpen dan kertas.

    Akhirnya, nasehat itu sering saya lakukan. Kalau nggak ada laptop ya, nulis di gawai, kalau nggak ada ya, nulis di buku. Walaupun enak nulis di laptop atau gawai sih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kompor oh kompor hahaha.

      Menyemangati orang lain itu sejatinya menyemangati diri sendiri kok mas Zen :)

      Hapus
  5. yg penting proses ya Mba, jgn terlalu memikirkan hasil akhir

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nikmati saja prosesnya, hasil tidak akan mengingkari

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...