Jumat, 15 September 2017

Usia Kita, Pencapaian Kita



Pernahkah Anda merasa takut tua? Atau selalu ingin kembali ke masa muda? Mempunyai rasa iri dengan yang muda?




Sebetulnya tidak ada yang salah bagi siapapun yang ingin selalu merasa muda. Tapi coba Anda ingat kembali. Bila selalu ingin merasa seperti anak remaja, maka kita akan terus mempunyai sifat cuek, seenak sendiri, kurang ada rasa tanggungjawab, seperti kebanyakan sifat remaja.

Namun bila kita mau menikmati bertambahnya usia, maka kita akan menjadi sosok yang bertumbuh dan semakin banyak belajar tentang hidup.

Orang-orang yang mau belajar dan mau berkembang, akan lebih bisa memaknai hidup. Dia tidak akan ingin terus kembali ke belakang, tetapi ingin terus melangkah ke depan. Dia selalu ingin melihat banyak hal, melakukan banyak kebaikan dan tidak akan menunda hingga usia bertambah.

Seiring bertambahnya usia, tentu ada saat-saat kita merenung. Tak jarang diantara kita ada yang merasa takut, cemas dan gelisah karena umur meningkat tetapi target keberhasilan belum tercapai.

Hal tersebut dikarenakan kita terlalu membebani diri dengan keinginan-keinginan. Bila tidak tercapai keinginan tersebut, kita akan kecewa dan mulai berandai-andai. Misalnya, berpikiran seperti ini 'andai aku jadi remaja, tak perlu berpikir mencari kerja'.

Bertambahnya usia memang identik dengan bertambahnya tanggungjawab. Namun tak sedikit dari kita enggan memikul tanggungjawab itu.

Seringkali kurang kita sadari bahwa masalah bukan terletak pada usia yang bertambah, melainkan cara pandang kita tentang hidup. Kita selalu melihat masa lalu, atau ke masa depan yang belum tentu. Kita tidak menikmati apa yang kita peroleh saat ini, karena terlalu sibuk melihat ke masa lain.

Usia tidak ada hubungannya dengan keberhasilan. Namun kerja keras kitalah yang menentukan. Apapun adanya diri kita saat ini, yang terpenting adalah mensyukuri.

Orang-orang yang sukses percaya bahwa waktu terbaik adalah saat ini. Mereka tidak pernah menunda melakukan sesuatu. Bila menghadapi permasalahan tidak dibiarkan menumpuk dan segera diselesaikan. Menumpuknya masalah merupakan salah satu sumber stres yang bisa menimbulkan ketidakbahagiaan.

Kita sudah sudah diberi waktu hingga di usia sekarang. Tugas kita tinggal menjalani sisa usia dengan sebaik-baiknya, berbuat amal kebaikan sebanyak mungkin untuk dipersembahkan padaNya.

Jadi, tidak perlu risau dengan bertambahnya usia dan tetaplah bahagia.

Salam.

10 komentar:

  1. Disyukuri saja ya, Bun... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. InsyaAllah dengan banyak bersyukur, nikmat kita akan bertambah ya, Net?:)

      Hapus
  2. Bahagia mbak Nov, secara hal itu nggak bisa dihindari...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita selalu mensyukuri nikmatNya ya mbak Wid :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. Hahaha ... Tapi dewasa ya mas Ian :)

      Hapus
  4. Balasan
    1. Kok tersindir? Berubah jadi baik aja ya :)

      Hapus
  5. Bahagia dan bersyukur atas semua yang telah Allah berikan itu sudah cukup. #DuniaFaisol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita termasuk orang-orang yang pandai bersyukur :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...