Selasa, 26 September 2017

Menebar Kebaikan dengan Menulis




Kemarin saat blogwalking ke blog teman-teman dari komunitas #One Day One Post angkatan ke-4, saya merasakan keseruan juga senang. Mereka sangat antusias membagikan link postingan juga aktif ngobrol di grup (meskipun ada juga yang obrolannya out of topik, hehe. Ini sih udah biasa di grup manapun, wekawekaweka).

Oiya, #One Day One Post ini memang sudah yang ke-4 ya. Untuk angkatan 1, 2 dan 3, meskipun sudah berakhir, tapi jangan ada dusta diantara kita ya #ehhh, maksudnya, grup kami jadi melebur jadi satu, istilahnya grup ODOP besar.


Kembali tentang teman-teman #ODOP 4. Kebanyakan dari mereka menurut saya, sudah sering menulis. Terbukti tulisan mereka enak dibaca, gurih-gurih renyah (ini menurut saya lho). Tidak seperti tulisan saya yang masih sering curhatan belaka, ala emak-emak. Hiks.


Antusiasme, keaktifan, disiplin dan konsisten dalam menulis, semoga selalu ada pada teman-teman, terutama dari angkatan ke-4 ini, yang baru beberapa hari bergabung di keluarga besar #One Day One Post. Semoga tidak hanya diawal saja 'ramainya' lalu ditengah-tengah malah 'menghilang' dan tiba-tiba mengucapkan 'sayonara'. Aduh. 


Pada intinya, tujuan dari #One Day One Post adalah agar kita terbiasa menulis setiap hari, setiap saat. Meskipun hanya tulisan sederhana, minimal 5 paragraf. 


Saya yakin, semakin sering menulis, maka tulisan kita akan semakin bagus. Biarkan saja banyak kesalahan ketik, nanti bisa diedit. Tulis saja apa yang ada di pikiran. Biarkan mengalir dan selesaikan. Setelah itu, barulah kita membaca ulang tulisan dan memperbaiki kesalahan-kesalahan penulisan.


Saya bukan sok memberi nasihat, lho. Ini murni berdasarkan pengalaman pribadi dan ingin membagi untuk teman-teman semua.


Ada keyakinan dalam diri, bahwa teman-teman bisa menulis jauuhh lebih baik dari saya. Kuncinya adalah disiplin diri dalam menulis. Kelak, dari setiap tulisan tersebut, pasti akan menemukan jalannya sendiri. 


Tetaplah semangat untuk menebar kebaikan meskipun hanya lewat tulisan. Tidak seperti kata-kata yang bisa dilupakan, sedangkan tulisan akan tetap abadi.



12 komentar:

  1. Ass. Mbak Nova..
    Ada sebait kata yg sangat manis rasanya: "Tetaplah semangat untuk menebar kebaikan meskipun hanya lewat tulisan."

    Ya.. bener banget itu mbak.. menebar kebaikan lewat tulisan jauh lebih barokah dibanding dengan menebar kebaikan lewat lisan. Kenapa demikian?

    Lisan akan didengar oleh satu atau lebih orang, namun belum tentu menyerap secara terus menerus. Cenderung terserap seketika itu saja. Selebihnya hilang tertelan waktu.

    Tulisan akan langsung berdampak kebanyak orang sejak tulisan itu dibuat dan terus mengalir sepanjang waktu, bukan? Dan akan ada banyak pembaca yang bisa jadi terinspirasi dari tulisan yang disampaikan, iya kan?

    Jadi mbak Nova sangat bener banget mengobarkan semangat juang bagi shbt2 kita untuk bersama2 menebarkan kebaikan lewat tulisan...


    Salam tetap semangat ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Kang Dedi :)

      Untuk support bagi saya dan teman-teman.

      Tulisan-tulisan Kang Dedi juga sangat menginspirasi :)

      Hapus
  2. ah, keren abis ODOP_batch4, semoga langgeng dan terus menebar kebaikan.. makasih "wejangan" nya =D

    BalasHapus
  3. Bener banget. Semoga bisa terus menjaga semangat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan-tulisan Mas Basayev jauh lebih keren. Siippp :)

      Hapus
  4. Padahal saya juga baru mau ngangkat tema ini mba nova.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulis saja. Tema sama tapu tulisan tidak sama, kan? :)

      Hapus
  5. Hai mbak Nodiwa. Saya setuju. Saya sepakat. Yuk saling menyemangati berbagi kebaikan lewat tulisan

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...