Selasa, 08 Agustus 2017

Tulisan yang Berkualitas

sumber foto : google


Sudah agak lama ingin curhat tentang tulisan yang kubaca (padahal sering juga curhat lainnya, hehe). Ya, ini ada alasannya. Terkadang mendapati tulisan atau postingan-postingan di beranda akun media sosial, ya di facebook, twitter, bahkan di blog pribadi, masih banyak yang ‘berantakan’. Maaf nih ya. Ini kan berdasar pengamatanku pribadi.

Bukan aku sudah ahli atau mahir dalam hal menulis. Aku sendiri masih terus belajar untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dan enak dibaca. Kuposisikan diri sebagai pembaca agar bisa memberikan penilaian. Terganggu juga sih bila mendapati ada tulisan yang terlalu banyak kesalahan ketik, tidak memperhatikan paragraf, tanda baca, bahkan mengabaikan tentang Ejaan Bahasa Indonesia. Ada juga postingan yang persis karena hasil copy paste. Duh, merana rasanya bila mendapati hal seperti ini. Kok ya nggak ada tepo sliro sama sekali.

Menulis itu mikir juga lho. Mbok ya menghargai hasil karya orang lain.

Kebiasaan-kebiasaan yang hanya copas itu juga bisa menunjukkan diri kita yang sesungguhnya, lho. Bagiku, mereka ini termasuk tipe orang yang nggak mau sengsara :(

Menurutku, tulisan yang berkualitas dan enak  untuk dibaca itu, memerlukan bebrapa hal yang menunjang, antara lain :

1.    Tidak banyak kesalahan ketik (typo)
Bila ada satu atau dua kesalahan ketik sih masih bisa dimaklumi ya. Lha kalau dalam setiap paragraf lebih dari sepuluh typo, kan bisa membuat malas membaca. Jadi bete plus illfeel, kan. Bisa jadi kita berpikiran bahwa yang menulis memang lagi buru-buru kejar deadline dan lupa bahwa tulisannya juga dibaca banyak orang.

2.    Memerhatikan Ejaan Bahasa Indonesia

Kita ini bangsa Indonesia dan punya bahasa sendiri. Meskipun tidak memungkiri bahwa penggunaan bahasa asing juga perlu, tapi ya harus diingat juga bahwa kita punya kaidah-kaidah dalam penggunaan bahasa Indonesia.

3.    Tidak hanya copy paste

Copas atau hanya sekadar menyalin tulisan orang lain yang sama persis tanpa kurang suatu apapun, itu sesuatu hal yang sangat menyebalkan buatku. Kejahatan kecil yang bisa menjadi besar dan membuat orang lain kehilangan kepercayaan. Seorang penulis yang baik akan sangat menghargai tulisan orang lain. Seorang pembaca yang baik akan sangat mengapresiasi hasil karya orang lain yang murni berdasarkan pemikirannya sendiri.

4.    Menggunakan bahasa dan tulisan yang mudah dipahami

Tulisan itu dibuat juga untuk dibaca. Bila penggunaan bahasa dan kata-katanya sulit untuk dipahami, orang jadi malas membaca, kan? Selain itu juga pasti menimbulkan kebingungan para pembaca bila penggunaan kata dan bahasa dalam tlisan sulit dipahami. Seorang penulis seharusnya mau belajar menggunakan kata-kata yang bisa dan mudah dipahami bagi para pembaca. Bila ada kata yang kurang dipahami, kan ada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Bila tidak mempunyai kamus tersebut dalam bentuk buku fisik, bisa kok mengunduh lewat aplikasinya.      
                                     
5.    Tidak menyingkat kata
Satu lagi kebiasaan yang tidak bagus (bila tidak mau dikatakan buruk), tentang tulisan, yaitu menyingkat kata. Mungkin ada beberapa diantara kita yang sering menyingkat kata saat menggunakan telepon genggam atau gawai, ketika mengirim pesan, atau mengobrol lewat aplikasi online dan lain sebagainya. Terkadang kebiasaan ini berlanjut ketika membuat sebuah tulisan.
Padahal tulisan tersebut dipublikasikan dan dibaca banyak orang. Seringkali singkatan kata bisa menimbulkan kesalahpahaman bagi pembaca yang tentunya hal ini akan menimbulkan perbedaan arti. Bila sudah terjadi seperti ini, maka pesan moral yang disampaikan penulis tidak akan mengena di hati para pembaca.

6.    Tidak menggunakan bahasa alay

Penggunaan bahasa alay (biar dianggap gaul, mungkin), menurutku tidak semua pas bila digunakan dalam sebuah tulisan. Mungkin bila hanya beberapa kata, masih boleh ditoleransi, ya. Tetapi bila keseluruhan tulisan menggunakan bahasa tersebut, hanya karena agar dianggap tidak ketinggalan, menurutku bukan sebuah alasan yang tepat. Penggunaan bahasa tetap haruslah sesuai koridor bahasa Indonesia yang benar. Kecuali  memang untuk jenis tulisan tertentu dan merupakan syarat dari sebuah penulisan buku, misalnya, harus menggunakan bahasa alay, ya monggo saja.

7.    Memerhatikan tanda baca dan huruf kapital
Penggunaan tanda baca dan huruf kapital itu penting lho. Coba bayangkan bila sebuah tulisan tidak menggunakan dua ketentuan ini, pembaca pasti kelelahan. Misalnya saja, sebuah paragraf ditulis tanpa ada titik koma, dibuat dengan beberapa kalimat panjang, hingga menjadi lebih dari sepuluh baris, pasti membuat kita ngos-ngosan saat membaca. Betul? Seorang penulis tentunya juga harus memosisikan diri sebagai pembaca, agar mengetahui, apakah tulisan tersebut layak untuk dibaca serta bisa memberi manfaat atau tidak.

Ketika memutuskan membuat sebuah tulisan, tentunya ada niat bahwa tulisan akan dibaca oleh orang lain. Oleh sebab itu, tulisan sebaiknya enak dan nyaman untuk dibaca. Penilaian orang lain tentang sebuah tulisan yang berkualitas memang relatif, tetapi sebagai penulis hendaknya tidak berhenti untuk belajar agar tercapai hal tersebut.

Semoga bermanfaat.








8 komentar:

  1. Waaah aku termasuk yang mana nih ya? Haha. EBI ku masih berantakan dan banyak kalimat nggak efektif lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Anik termasuk penulis produktif, hehe

      Hapus
  2. Kalo aku nulis kadang masih semaunya mbak hehe ga memprhatikan kaedah yg bnar
    Makasih ilmuny mb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi tulisan mbak Ria keren-keren. Semoga aku bisa jadi blogger keren kayak mbak Ria. Aamiin ^^

      Hapus
  3. Makasi sudah diingatkan.Semoga bisa memberikan tulisan yang berkualitas sekalipun hanya di blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin
      Semoga saya juga bisa mengikuti mbak Ernawati menjadi seorang blogger yang keren dan menginspirasi :)

      Hapus
  4. Kalo aku sekarang juga mulai belajar sih hal-hal sederhana tentang menulis seperti mengurangi typo dan pemilihan kata yang tepat. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip. Tetap semangat menulis ya :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...