Senin, 28 Agustus 2017

Maaf, Komentar Anda Saya Hapus!



Jadi ceritanya, beberapa saat yang lalu saat aku menampilkan postingan terbaru di akun media sosial, ada salah seorang teman yang memberikan komentar di postingan tersebut.

Sebetulnya bukan suatu hal yang tidak pantas untuk ditampilkan, dan aku yakin si teman hanya bermaksud bercanda. Tetapi, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dengan sangat terpaksa aku menghapus komentar dari teman tersebut.

Tidak hanya itu, postingan tersebut dengan sangat terpaksa (lagi) kuhapus, meskipun banyak yang memberikan tanda jempol (like) serta beberapa komentar dari teman-teman yang lain yang mengandung unsur positif (butku).

Dan begitulah. Terkadang kita memang harus sigap dalam mengambil keputusan. Meskipun hanya sebuah tindakan kecil, yaitu menghapus komentar di akun media sosial.

Satu hal yang perlu aku garisbawahi di sini adalah, berhati-hatilah dalam memberikan pendapat, komentar atau apapun tentang seseorang. Apalagi bila hal tersebut bisa dibaca dan diketahui banyak orang. Meskipun mungkin maksud kita bercanda, tetapi harus tetap diingat, bahwa pemikiran tiap orang itu berbeda. Bisa jadi hal itu buat orang lain tidak menjadi sebuah masalah, tetapi tidak menutup kemungkinan hal tersebut dapat mengusik hati.

Bukankah sudah banyak kasus terjadi, hanya karena berkomentar, meskipun itu diungkap dalam beberapa kalimat saja, tidak menjamin orang lain tidak akan tersinggung, bukan?

Tentu masih ada dalam ingatan kita, kasus adek Afi tempo hari. Meskipun mungkin dia tidak bermaksud apa-apa (mungkin lho, ya), banyak orang yang tidak menyukai perbuatan yang dilakukannya. Tidak sedikit pendapat negatif tentangnya. Hmmm … apa enaknya sih, mendapat komentar negatif seperti itu?

Menurutku, sebelum kita memberikan reaksi (dalam hal ini berkomentar) di media sosial, ada hal-hal yang perlu diperhatikan, misalnya :
1.    Gunakan bahasa yang sopan
Gunakanlah bahasa yang sopan dan tidak menyinggung orang lain. Bila tidak mau diberi komentar negatif, maka sudah seharusnya kita juga melakukan hal tersebut pada orang lain.

2.    Berkomentar sesuai dengan tema atau postingan

Bete nggak sih, bila ada orang yang memberi komentar tetapi jauh dari tema postingan kita? Yah, walau setiap orang berhak memberi komentar apapun, tetapi kalau jauh dari tema, rasanya kok gimana gitu, ya?

3.    Tidak mengandung unsur SARA, tidak melanggar norma dan tidak mengandung unsur negatif

Meskipun di negara kita setiap orang mempunyai hak untuk menyampaikan pendapat, tetapi kita tetap harus ingat bahwa ada rambu-rambu yang tidak boleh dilanggar dalam memberi komentar pada postingan orang lain.

Komentar yang mengandung unsur SARA, melanggar norma-norma agama dan masyarakat serta terindikasi mengandung unsur negatif, selain menimbulkan reaksi keras dan bisa merugikan diri kita sendiri, kita juga harus berurusan dengan hukum karena dianggap melanggar UU ITE yang berlaku di negara kita.

4.    Ingatlah bahwa media sosial milik publik
Media sosial milik semua orang. Mereka berhak berbuat apa saja di dalamnya. Sebagai salah satu pengguna media sosial, kita harus bijak dalam bermedia sosial, termasuk memberikan komentar. Lebih baik kita mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dengan berkomentar yang baik di media sosial.

5.    Lebih baik tidak berkomentar bila tidak sesuai dengan isi hati
Menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan reaksi negatif itu lebih baik, kok. Lebih baik mengambil sikap diam daripada menyakiti perasaan orang lain. Betul?

Ini era media sosial. Setiap apapun tindakan yang berhubungan dengan hal tersebut, bisa menimbulkan reaksi beragam. Betul? Meskipun mungkin kita tidak mempunyai maksud tertentu kala membuat sebuah postingan, yah … namanya juga media sosial dan banyak orang berkepentingan di dalamnya, dan masing-masing orang mempunyai hak untuk memberikan reaksi apapun, tentu kita tidak bisa melarang orang lain untuk memberi komentar yang tidak sesuai dengan hati kita, bukan? Kita mulai dari diri sendiri saja dengan melakukan perbuatan positif yang kelak akan menjadi kebaikan yang mengagumkan.



















8 komentar:

  1. Aku pernah mba, menghapus komentar teman. Aku punya hak atas semua akun media sosialku. Jadi nyari yang aman, dan nyaman .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Nur. Bersosial media juga tetap harus ada privasi kan? :)

      Hapus
  2. aku juga masih sering hapus postingan tiap minggu ada aja yang memang butuh dihapus.


    anggiputri.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau memang tidak diperlukan ya dihapus aja ya mbak :)

      Hapus
  3. oh tentu mbak, saya hapus kalau gunakan kalimat vulgar. Yang lainnya seperti link hidup meskipun komen sesuai ya mau nggak mau hapus juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Meskipun bukan kalimat vulgar dan maksudnya bercanda, tapi bila hal itu bisa menimbulkan reaksi yang tidak diharapkan, ya tetap aku hapus :)

      Hapus
  4. ideem mbak saya juga beberapa kali menghapus komentar..selain komentar yang nggak pantes, saya juga beberapa kali hapus komentar yang isinya malah iklan >_<

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah .. begitulah. Akupun juga sering melakukannya. Seringkali niat berteman tapi teman baru malah ngiklan mulu. Disitu kadang aku merasa sedih :(

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...