Kamis, 31 Agustus 2017

Lebih Mencintai Diri Sendiri



Pernah nggak sih, merasa diri ini selalu kurang? Pasti pernah kan, ya? Merasa kurang cantik, kurang tampan, kurang kaya, kurang langsing #eh dan kurang-kurang lainnya, yang bila dihitung pasti memenuhi kalkulator. Begitulah. Kita masih sering mengeluh karena merasa kekurangan.

Tak terkecuali saya. Dan ini pakai banget. Masih sering mengeluh, mengeluh dan mengeluh.

Dan mengeluh adalah salah satu tanda orang yang tidak pandai bersyukur akan segala nikmat yang diberikan pada Sang Maha Kuasa. Sifat yang tidak baik untuk ditiru ya, saudara-saudara.

Seringkali saya mengeluh tentang keadaan diri sendiri. Misalnya saja, merasa masih terlampau gemuk dengan ukuran tinggi yang “hanya” 156 cm, sementara berat badan mencapai angka 50 kg. Bagi yang sering melihat saya, pasti berpendapat bahwa saya sudah jauh lebih langsing daripada tahun-tahun sebelumnya. Iya, sih, memang jauh lebih berkurang berat badannya. Pada tahun 2012, berat badan masih di angka 65 kilogram (hiks. Mengingat ini menyedihkan buat saya. Kok bisa segemuk itu ya?), dan sekarang ada di angka 50 kilogram. Sebuah prestasi yang luar biasa sebenarnya. Dalam kurun waktu 5 tahun, bisa memangkas 15 kilogram dari tubuh. Semoga konsisten menjaganya, aamiin.

Masalahnya adalah, saya masih juga mengeluh bahwa tubuh ini gemuk (menurut pendapat pribadi). Padahal menurut orang lain tidak. Ibu saya sering marah saat mendengar keluhan ini. Bahkan beliau menyampaikan amarah bila diri ini terus-menerus mengeluh. Beliau melihat tubuh saya jauh lebih kurus dan sudah cukup ideal. Tidak boleh diteruskan bila ingin berdiet. Cukup dipertahankan saja berat badannya dan yang jauh lebih penting adalah saya teap menjaga kesehatan.

Begitulah. Meskipun mengiyakan pendapat Ibu, tetapi diri masih ingin turun lagi berat badan. Setidaknya mencapai angka 40-an kilogram.

Keinginan yang sedikit memaksa sebenarnya. Keinginan yang menjadikan saya menjadi kurang menerima diri sendiri. Itu sama saja artinya menunjukkan bahwa saya kurang mencintai diri sendiri. Bukankah begitu?

Hal-hal tersebut menjadikan pikiran-pikiran yang tidak perlu, jadi memenuhi kepala. Betapa keinginan-keinginan tersebut menjadikan saya kurang mensyukuri segala nikmat atas karuniaNya. Saya sudah diberi nikmat sehat, bisa berkarya, bisa bersama dengan keluarga, dan nikmat-nikmat lain yang tentu tak terhitung jumlahnya.



Baca juga : Tetaplah Bersyukur dan Yakin Alloh akan Mencukupi



Selalu merasa kurang bisa menimbulkan penyakit hati, lho. Karena kita akan selalu berprasangka buruk terutama pada diri sendiri. Kalau hati sudah sakit, maka hidup terasa sulit. Sulit menerima kenyataan, bahwa diri tidak seburuk yang ada dalam pikiran. Duh, padahal ya, dengan mempunyai pemikiran seperti itu, bukankah itu sama juga dengan berpendapat bahwa Tuhan tidak menciptakan kita dengan sebaik-baiknya?  Tentu ini pendapat yang sangat salah.


Baca juga : Mengobati Luka Batin

Alangkah baiknya jika kita menerima segala yang diberikanNya pada diri dengan lebih ikhlas, mengungkapkan rasa syukur padaNya dengan selalu berpikir positif, juga menjaga tubuh dengan memberikan asupan-asupan yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Inilah langkah yang harus dilakukan untuk menunjukkan bahwa kita bisa mencintai diri sendiri.

Hidup ini indah. Lebih menerima dan mencintai diri sendiri akan membuat hidup jauh lebih indah. Percayalah. Itu yang harus saya tanamkan dalam benak saya.


6 komentar:

  1. Setuju.... kalo mau banding2in, ada jutaan yg lebih dari kita. tapi kalo bersyukur, cuma ada satu kita ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita selalu jadi pribadi yang bersyukur ya mbak Ayu :)

      Hapus
  2. Bener bangets! Cintai diri dan syukuri apa yang dimiliki..Hidup jadi begitu berarti, jauh deh penyakit hati
    TFS Mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Makasih juga sudah mampir ya mbak Dian :)

      Hapus
  3. bisa tekanan batin mba kalo terus banding-bandingin orang lain sama diri kita, bersyukur karena sehat dan kita adalah spesial itu yangbisa buat bahagia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita jadi pribadi yang selalu bersyukur agar bahagia ya mbak Ike :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...