Jumat, 11 Agustus 2017

Kuncinya Pada Ketulusan



Pernah nggak sih merasa hidup yang dijalani, membuat kita merasa sebagai orang paling malang di dunia? Begitu banyak permasalahan yang harus dihadapi, sehingga membuat kita membenci hidup?

Pernahkah mempunyai keinginan dan harapan yang begitu besar, lantas berusaha mati-matian untuk meraihnya. Namun ketika semua berakhir dan semua hanyalah tinggal harap belaka, lantas kecewa meraja, bukankah kita sering begitu mudahnya menyalahkan keadaan dan lupa bahwa disaat seperti ini, yang dibutuhkan adalah ketulusan?

Sungguh, ada banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita begitu susah payah untuk menggapainya, begitu memaksa untuk memilikinya. Ada banyak masalah yang dihadapi dan begitu mati-matian menyelesaikan. Menganggap sama sekali tidak ada jalan keluar.

Terkadang kita terlalu sibuk menginginkan dan mengejar yang besar, tanpa menyadari bahwa kehidupan ini dibangun dari hal-hal yang kecil yang dilakukan dengan kesungguhan besar (Mario Teguh)

Padahal bila kita mau bersabar dan menyadari, bahwa sebenarnya kuncinya dekat sekali. Cukuplah kita melepaskan, maka pintu keluar akan segala permasalahan akan datang dengan sendirinya.

Hanya butuh ketulusan. Itu saja.

Ada sebuah cerita. Tentang seseorang yang ditakdirkan terlahir dalam keluarga yang miskin, tinggal di tempat terpencil, minim sarana dan sebagainya. Namun segala kesulitan hidup justru menjadikannya bersemangat untuk mencari rezeki, berusaha tanpa mengenal lelah, dan mencari berbagai solusi agar bisa menerobos berbagai kesulitan. Ia sadar dengan kondisi hidupnya yang sulit, tidak mungkin bisa maju bila tidak berusaha dengan keras. Dia juga yakin bila semua ketulusan yang dilakukannya, kelak akan berbuah indah.

Seringkali kita lupa bahwa ketulusan hati merupakan salah satu kekayaan jiwa yang tidak semua orang mampu memiliki. Ambisi yang begitu besar untuk meraih dunia, sementara lupa bahwa tidak semua hal bisa begitu mudah untuk dimiliki. Bahkan lupa bahwa semua yang ada di dunia adalah milikNya.

Orang-orang yang tulus dalam menjalani hidup, akan merasakan kelapangan dada, rida dengan semua pemberianNya, jiwanya menjadi tenteram dan terbebas dari kerakusan dan keserakahan.

Bila kita tersenyum saat kehidupan berjalan sukses dan menyenangkan, itu adalah hal yang biasa. Tetapi bila saat kehidupan banyak tantangan, rintangan, kesulitan dan tidak memuaskan, tetapi kita tetap tersenum dan tulus ikhlas menjalani, itu baru luar biasa.



2 komentar:

  1. Terkadang saya juga berpikir kenapa nasib saya tak sebagus orang lain tapi akhirnya tersadar jika semua suidah ada rezekinya masing masing jadi iklaskan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali ikhlas dan tetap bersyukur, InsyaaAllah akan bertambah nikmat yang diberikanNya pada kita. Aamiin :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...