Rabu, 30 Agustus 2017

Jangan Membebani Diri Sendiri



Membaca postingan salah satu penulis yang produktif dengan karya-karyanya serta sering berbagi ilmu menulis, membuat hati saya tersentak. Tulisan beliau membuat diri kembali merenung dan bercermin tentang aktivitas menulis, yang walaupun masih merasa sebagai pemula, tetapi terkadang timbul rasa ingin segera meraih harapan tinggi (bagi saya), yaitu buku yang ditulis bisa terbit!

Pada postingan tersebut, sang penulis senior mengungkapkan bahwa banyak penulis pemula (seperti saya), terlalu repot dan sibuk dengan berbagai hal yang “belum waktunya”. Ingin segera bisa menghasilkan karya, lantas bisa terbit. Padahal, apapun yang saya harapkan sebetulnya tidak semudah kenyataannya. Meskipun menyadari bahwa jalan yang saya tempuh masih begitu panjang, tetapi harapan-harapan yang terlalu besar seolah tertutupi oleh ambisi yang tak kalah besar.

Ketika diri terlalu sibuk dengan hal-hal yang berkaitan dengan menulis, misalnya tentang editing, penerbitan, royalti dan sebagainya, justru saya tidak segera menulis. Yang ada di pikiran adalah hal-hal yang “seharusnya” tidak saya pusingkan terlebih dahulu. Ada satu hal yang seharusnya menjadi perhatian penting bagi saya, yaitu : Menulis!

Menekuni dunia menulis memang tidak semua orang menyukai. Namun ketika sudah memasukinya bahkan mempunyai passion di bidang ini, langkah awal yang seharusnya dilakukan adalah mulai menulis dan konsisten menjalani. Itu saja dulu yang diperlukan. Ketika jemari sudah terbiasa dengan menulis, maka yakinlah bahwa semakin lama, tulisan akan semakin bagus.

Saran dari si penulis senior, sebagai penulis pemula, sebaiknya menyederhanakan pikiran saja. Lebih baik mengambil kursi, lalu duduk, menulis dan menyelesaikan naskah sebaik mungkin.

Biasanya, memang para penulis pemula itu mempunyai keinginan untuk segera menerbitkan karya, dan kurang menyadari bahwa arah menuju ke sana relatif berliku. Tidak sedikit yang terburu-buru menyelesaikan naskah, tanpa peduli bahwa masih banyak hal yang harus dilakukan agar buku bisa terbit. Terkadang mengambil sikap terlalu banyak bertanya pada penerbit atau editor, tetapi naskah tidak selesai-selesai, yang akhirnya justru karya tidak jadi diterbitkan.

Selain itu, tak jarang para penulis pemula malas untuk belajar. Padahal ilmu untuk menulis bisa didapat dari mana saja. Sekarang banyak akses yang mudah untuk memperoleh tata cara menulis, baik melalui buku panduan, mengikuti training menulis offline dan online atau bisa belajar mandiri.

Setiap orang yang ingin sukses tak pernah berhenti untuk belajar, bahkan dimulai dari hal yang sederhana. Tak terkecuali para penulis pemula. Jadi, sederhanakan pikiran-pikiran, jangan membebani diri sendiri, dan jangan mudah menyerah.


≠Pengingatdiri

4 komentar:

  1. Betul,mb. Setuju banget sama saran penulis senior itu
    Saya saat ini baru banget di dunia perbloggingan. Baru 3 bulan. Buat saya menikmati setiap langkah dan prosesnya itu sangat menyenangkan. Meski terkadang drop juga. Tapi saya tetap cinta menulis

    Salam kenal dari Medan, Mb

    BalasHapus
  2. Menikmati proses, merasakan jatuh bangun, bahkan kebuntuan ide saat menulis, akan membuat kita bisa merasakan indahnya kenikmatan dalam menulis.

    Salam kenal juga ya Bu Dila :)

    BalasHapus
  3. Setiap orang yang ingin sukses tak pernah berhenti untuk belajar, bahkan dimulai dari hal yang sederhana,kata kata yg ini sangat keren dan saya sangat setuju dg hal ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih. Semoga bermanfaat ya :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...