Selasa, 25 Juli 2017

Segeralah Curhat Sebelum Terlambat!



sumber foto : google



Postingan kali ini terinspirasi dengan adanya berita bunuh diri yang dilakukan oleh seorang artis (penyanyi) dari luar negeri, yang konon katanya mempunyai banyak penggemar. Sang artis yang diidolakan banyak orang didapati melakukan bunuh diri karena merasa mengalami tekanan berat dalam hidupnya, temasuk karena masalah penggunaan obat-obatan terlarang.


Mungkin selama penggunaan obat-obatan terlarang, sang artis harus mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan barang tersebut, sementara kehidupan ekonomi rumah tangganya sedang tidak bagus.

Sementara itu, karena sang artis sudah dalam taraf kecanduan, maka dengan cara apapun dia harus mendapatkan barang tersebut. Mungkin saja dia juga mengalami permasalahan yang lain dalam hidupnya, terkait dengan rumah tangga, keluarga, istri dan anak-anaknya, mungkin juga dengan permasalahan hutang yang kian menumpuk dan permasalahan lainnya.

Dalam kondisi banyak tekanan, bisa saja membuat seseorang tidak bisa berpikir dengan jernih. Tak jarang membuat gelap mata dan melakukan tindakan-tindakan yang tidak seharusnya dilakukan.

Seseorang yang mengalami tekanan dalam hidupnya, sebaiknya harus segera mempunyai ‘tempat’ untuk melampiaskan segala rasa yang menghimpitnya. Tentu saja ‘tempat’ dalam arti positif, ya. Misalnya dengan mencurahkan isi hati pada seseorang yang bisa dipercaya dan bisa memberi solusi terbaik atas masalah yang sedang dihadapi. Dalam hal ini kita bisa memilih ustad atau ustadzah yang mempunyai pemahaman ilmu agama yang baik.

Bila sudah mempunyai pasangan, kita bisa mengungkapkan permasalahan hidup padanya. Pasangan yang baik tentulah mau dengan rela dan tulus serta ikhlas mendengarkan segala keluh kesah kita, membantu memberikan saran dan masukan untuk bersama-sama mencari jalan keluar terbaik atas setiap permasalahan.

Setiap orang pasti mempunyai permasalahan hidup sendiri-sendiri. Ada yang diuji dengan permasalahan yang ringan, sedang hingga terasa berat. Namun hendaknya tetap ingat bahwa permasalahan hidup harus dihadapi, bukan dihindari, apapun itu bentuknya.

Sebagai makhluk sosial, manusia pasti membutuhkan manusia lain dalam kehidupannya. Begitu pula saat menghadapi masalah yang tak bisa dipecahkannya sendiri. Pasti membutuhkan bantuan orang lain untuk mengatasi hal tersebut.

Sekadar menceritakan permasalahan yang menghimpit merupakan salah satu solusi yang harus segera dilakukan seseorang, saat dirinya sudah merasa tidak mampu menanggung beban. Meskipun mungkin orang lain tidak bisa memberikan solusi yang benar-benar bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, setidaknya dengan bercerita, beban yang sedang menghinggap sudah sedikit berkurang.

Ada memang tipe orang yang sulit untuk bercerita pada orang lain. Mungkin dia tidak mudah percaya pada orang lain, atau memang tidak suka bercerita. Biasanya terjadi pada orang-orang dengan tipe ‘tertutup’. Tentunya, masih ada yang bisa dilakukan yaitu bisa menceritakan keluhan, permasalahan atau apapun yang membuat hidup merasa tertekan, yaitu dengan menulis.

Menulis merupakan salah satu cara untuk mengurangi beban hidup yang sedang kita alami. Dengan menulis, kita bebas mencurahkan segala isi hati. Bebas bercerita lewat kata, apapun yang sedang kita rasakan. Perasaan marah, benci, kesal atau rasa apapun, bisa kita ungkapkan. Tentu tidak menulis di sembarang tempat, ya. Tulisan pribadi tentu tidak untuk konsumsi publik, bukan?

Hal terpenting adalah, kita harus bisa mengeluarkan ‘sebongkah’ permasalahan yang membuat hidup ita menjadi tertekan. Jangan dipendam sendiri. Masalah datang untuk dicari solusinya, bukan untuk dihindari, apalagi bisa membuat kita bunuh diri. Harus selalu ada keyakinan pada diri kita, bahwa permasalahan datang justru agar kualitas diri meningkat. Harus diingat pula bahwa Sang Maha Kuasa memberikan ujian dan cobaan tidak diluar batas kemampuan.

Tentu kita juga harus ingat, bahwa sebaik-baik tempat curhat adalah kepada Sang Pemilik Hidup, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Dengan ‘curhat’ padaNya, hati kita akan menjadi tenang dan bisa berpikir dengan jernih serta terhindar dari melakukan hal-hal yang tidak seharusnya kita lakukan.

Untuk itulah, segeralah curhat sebelum terlambat, pada siapapun yang bisa dipercaya, atau melalui media apapun, dan jangan jadikan diri terperangkap dalam permasalahan yang bisa membuat kita mengambil keputusan sendiri untuk mengakhiri hidup.


#Inspirasi

6 komentar:

  1. Saya curhatnya lebih sering ke tulisan.
    waduhhh ... bahaya gak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya rasa tidak bahaya, mas Heru. Asalkan curhatnya menjadikan diri menjadi lebih nyaman dan tidak di sembarang tempat, hehe

      Hapus
  2. Saya salah satu orang yang sulit terbuka dengan siapun termasuk istri sendiri kalau berhubungan dengan "Masalah" dan identik dengan kesedihan. Kenapa demikian? Saya cendrung berpikir walaupun belum bisa membuat orang lain bahagia, minimal tidak membagi kesedihan dengan mereka.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk mengatasi masalahnya ��

      Hapus
  3. saat depresi ada hormon apa ya saya lupa pernah baca dibuku yang akhirnya bikin fikiran itu sulit berfikir jernih untuk cari solusi makanya memang butuh orang lain yang mengarahkan, yang membantu supaya tidak terjadi seperti kasus Chester ini mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intnya harus segera curhat ya, Mbak Herva, apapun medianya, untuk mengurangi beban pikiran

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...