Selasa, 18 Juli 2017

Menulis Sebagai Pengingat Diri



sumber foto : google





Sudah menuliskah hari ini? Berapa kata? Menulis tema apa? Masih sekadar curhatan? Kok lama tidak menulis? Apa sudah tidak mau berbagi? Hmm …

Mungkin beberapa pertanyaan seperti di atas ditujukan pada teman-teman semua. Berbagai responpun ditujukan. Ada yang senang karena merasa diingatkan, tak jarang yang merasa kesal, lha wong menulis saja kok pakai diingatkan segala. Mau menulis ataupun tidak itu kan terserah gue! Begitu mungkin yang ada di benak sebagian teman.


Sebenarnya tidak ada yang menyalahkan kita, mau menulis ataupun tidak. Menulis itu tidak bisa dipaksakan, meskipun sebenarnya bagi sebagian orang memang harus dipaksa bila memang benar-benar mempunyai passion ke arah sana. Bila tidak dipaksa untuk menulis dan membiarkan kemalasan menghinggap, bisa dijamin keinginan untuk menulis hanya angan belaka.

Seperti membaca salah satu timeline seorang teman di dinding akun media sosial yang dimiliknya, bahwa menulis sebagai pengingat untuk diri sendiri. Menulis itu sama halnya dengan mengingat kembali berbagai peristiwa yang pernah dialami. Suka atau duka, manis atau pahit. Tidak ada salahnya kita berbagi dengan orang lain. Berbagi cerita kehidupan yang bisa diambil manfaat bagi orang lain tentu suatu hal yang baik, bukan? Meskipun tulisan kita tidak ada peminatnya. Setidaknya kita tidak berhenti untuk selalu mengingatkan diri sendiri salah satunya dengan menulis. Betul?

Kita tidak perlu khawatir dianggap menjadi orang yang sok bijak bahkan dianggap sebagai pencitraan dengan menulis. Apalagi sebagai ajang meraih piala citra *eh.

Tidak perlu juga merasa uring-uringan karena setiap postingan tidak mendapat respon atau tanggapan dari pemirsa eh pembaca. Yaa … meskipun terkadang berharap juga sih mendapat hal tersebut.

Saya pernah membaca ungkapan dari seorang blogger senior tentang comment, like ataupun blogwalking yang pernah dilakukannya. Dia tidak peduli postingannya mendapat ketiga hal tersebut atau tidak, yang penting baginya telah membuat postingan. Tapi kalau blogger senior pastinya postingannya keren-keren ya, pemirsa. Nggak seperti saya yang masih sering posting curhatan. Duh!

Namun yang terpenting adalah niat kita membuat sebuah tulisan. Meskipun masih minim peminat, tetapi kita harus meniatkan bahwa menulis untuk berbagi manfaat dan menjadikan jalan kebaikan bagi orang lain. Biarlah Allah saja sebaik-baik penilai.


 

"Apa yang kita lakukan semata-mata untuk diri sendiri
dan akan mati bersama kita.
Perubahan yang kita lakukan dan bermanfaat
untuk orang lain akan kekal abadi."

-Rumah Perubahan-










Nova DW
Nganjuk, 18 Juli 2017


#Inspirasi

8 komentar:

  1. Saya menulisnya masih angot-angotan mba. Kadang idenya sudah menari-nari di kepala, tapi tidak jadi-jadi juga tulisannya. Huhuhu..
    Semoga makin rajin ngeblog ah, kayak mba Nova :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga aku juga bisa jadi blogger sekeren mbak Ndy. Aamiinn :)

      Hapus
  2. Kalau bagi saya mba, menulis agar tetep waras... di tengah rutinitas ibu, menulis menjadi semacam me time...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Disaat kita bisa merasakan me time dengan menulis, tentu terselip bahagia ya, mbak Ira :)

      Hapus
  3. Pertanyaan yang harus digalakkan setiap hari untuk saya sepertinya "Sudan menuliskah hari ini?"

    Karena masih suka uring2 mood buat nulis. Baca postingan dr Mba makin sadar bahwa menulis merupakan ajang pengingat diri. Makasih Mba untuk share nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan itu juga buat aku banget, mbak Septia. Masih sangat moody buat menulis setiap hari, hiks.

      Yuk, semangat menulis lagi! :)

      Hapus
  4. Aku kadang juga ngerasa nggak pede nulis mbak karena blog-ku kan jarang yang ngunjungi. Jadi serasa ngomong sendiri hehee
    tapi aku sadar, gimana orang mau baca blogku, orang nulis aja aku masih jarang. Itulah kenapa mungkin aku jadi semangat nulis lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting mempunyai niat dan konsisten menulis, Mbak Anik. Seperti ungkapku, tetaplah menulis, dan yakin kelak setiap tulisan akan menemukan takdirnya. Betul? :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...