Selasa, 11 Juli 2017

Berawal dari Satu Langkah



sumber foto : google





Sungguh bukan merupakan suatu hal yang mudah, ketika kita mempunyai keinginan tetapi tidak mau berusaha dengan cukup keras untuk mewujudkannya menjadi nyata. Tentu saja dalam hal ini saya bicara tentang aktivitas menulis yang beberapa saat ditinggalkan.



Saya sedih dan merasa bersalah pada diri sendiri. Betapa kurang kuatnya niat menulis, meskipun kesempatan selalu ada, tetapi kerapkali menyia-nyiakan. Alasan utama adalah karena kecapekan. Ya, tahun ini saya merasa fisik lebih banyak terkuras untuk persiapan dan pasca lebaran. Beberapa hal harus segera terselesaikan dengan tenggat waktu yang pendek, perjalanan-perjalanan yang harus dilalui dan kondisi fisik yang memang kurang fit serta merasa tiada waktu untuk menulis, membuat aktivitas yang satu ini menjadi terbengkelai.

Padahal, sebetulnya, kalau saya memang benar-benar niat untuk menulis, tentu kendala apapun tidak menghalangi untuk tetap melakukan hal tersebut, bukan? Tapi, ya, memang dasarnya kurang kuat, maka jadilah saya tetap tidak melakukannya.

Banyak hal menarik (sebetulnya) yang bisa saya jadikan bahan tulisan selama puasa ramadhan hingga lebaran kemarin. Namun saya tetap tak bergeming. Melewatkan banyak momen indah yang bisa dijadikan bahan tulisan begitu saja. Entah apa yang terjadi pada diri ini. Seolah semangat menulis mulai menurun. Duh! Disitu kadang saya merasa sedih.

Seharusnya saya tetap berkeyakinan bahwa semua itu berawal dari satu langkah. Bisa saja kan, saya menulis dan berbagi hal-hal menarik selama menjalani aktivitas harian. Misalnya tentang hal-hal menarik selama menjalani puasa Ramadhan, tentang menyiapkan menu berbuka dan sahur, tentang persiapan menjelang lebaran, tentang tradisi sungkeman dengan keluarga, tentang perjalanan-perjalanan bersilaturahmi dengan keluarga yang berada di beberapa yang dilakukan selama lebaran, bahkan saat mengalami kemacetan, bisa menjadi bahan untuk tulisan.

Namun apa yang terjadi? Saya tetap tidak menulis. Padahal banyak ide bertebaran. Lagi-lagi menyia-menyiakan kesempatan. Semakin merasa bersalah pada diri sendiri.

Semakin lama diri ini menyadari bahwa sebetulnya, menulis bisa juga menjadi sarana untuk menasihati diri sendiri. Sebagai pengingat akan kesalahan-kesalahan yang pernah dan masih sering dilakukan. Termasuk malas untuk menulis. Saya seharusnya menyadari bahwa sesungguhnya, dalam setiap tulisan yang pernah saya posting, merupakan nasihat bagi diri sekaligus evaluasi agar menjadi insan yang (seharusnya) tak lelah untuk terus memperbaiki diri.

Semoga saya terus menyadari akan hal ini. Menulis sebagai sarana untuk terus menasihati sekaligus pengingat diri, untuk menjadi insan yang lebih baik, dari waktu ke waktu. Dan semua itu berawal dari satu langkah. Menuang kata demi kata, meninggalkan jejak aksara kala diri tiada, dengan harapan tulisan bisa bermanfaat bagi sesama.





Nova DW
Nganjuk, 11 Juli 2017


#PengingatDiri
#MyStory
#Inspirasi


10 komentar:

  1. Semangat, mbk Nov.
    Kami akan merindukan tulisan-tulisan mbk Nova seperti saat awal ng-ODOP dulu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih untuk supportnya, mas Heru :)

      Hapus
  2. Masih ada 19 hari lagi untuk bisa 'menyaingi' prestasi bulan Februari 2017 lalu (20 goresan 'pena' mu)... hehehe..

    Tetap semangat ya mbak.. :). Salam barokah Syawal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga ya Pak Dedi.

      Banyak terimakasih untuk support yang selalu diberikan pada saya.

      Oiya. Mohon maaf lahir dan batin, Pak :)

      Hapus
  3. Baca tulisan Mba yang ini berasa pas banget buatku. Terkadang ide banyak tapi sulit untuk menulis, mungkin karena terlalu banyak alasan untuk tidak segera menuliskan hal-hal baik yang berguna untuk diri sendiri, syukur-syukur bermanfaat buat banyak orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang dengan menulis. Aamiin :)

      Hapus
  4. Benerjuga itu kak, kita lebih baik memulai

    Jngan lupa komment balik di

    Yukgas dot id

    BalasHapus
  5. Semangat mba Nov, menulis merupakan terapi hati dan terapi diri
    saya juga begitu. Yuk saling menebar manfaat lewat tulisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga saya juga bisa seperti mbak Nyi Penengah Dewanti yang selalu menginspirasi :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...