Kamis, 08 Juni 2017

Ramadhan bukan Halangan untuk tetap Menulis



sumber foto : google





Jumpa lagi. Sudah lama juga saya tidak menulis ya (maafkanlah).

Lagi-lagi ini tentang kegalauan saya saat menulis. Selalu saja beralasan tidak bisa melakukan hal yang satu itu, termasuk saat Ramadhan. Suatu hal yang tidak baik untuk ditiru.

Postingan saya yang terakhir sebelum postingan ini tertanggal 2 Juni 2017. Bayangkan, sudah berapa hari yang lalu? Padahal sebelum Ramadhan, saya ingin lebih rajin lagi. Ingin setiap hari membuat postingan di blog kesayangan. Ingin lebih berbagi tulisan yang bermanfaat. Tapi apa yang terjadi? Hingga hari ini, baru 2 postingan yang ada di blog ini. Kok beraninya menyebut diri sebagai seorang blogger. Sepertinya, penyebutan itu perlu diralat deh.

Dan untuk memulai menulis kembali, rasanya ada yang membuat berat. Entahlah. Padahal hampir setiap saat saya memikirkan cara agar mau untuk memulai kembali. Dipikir doang, menulisnya, kagak. Haduh!

Malu sebenarnya. Pada semua orang. Sudah begitu pede menyantumkan di bio media sosial, bahwa saya ini seorang blogger dan writer, tapi nyatanya, masih sering mengalami yang namanya writer’s block. Masih sering malas untuk menulis. Lha, terus, kenapa berani-beraninya menyebut diri seperti itu? *siap-siap ditabok (eh).

Sepertinya ada beberapa hal yang membuat saya masih (belum) rajin membuat postingan di blog. Diantaranya ini nih :

Takut tulisan tidak ada yang membaca
Iya. Saya takut tulisan saya tidak ada yang membaca. Takut tulisan tersebut tidak memberi manfaat. Lha, apa saya menulis tentang cerita horor ya? Atau cerita mistis? Atau memosting gambar yang menakutkan? Kan tidak. Ketakutan yang tidak beralasan, bukan? Tapi rasa ini memang pernah ada *eh.

Bingung dengan tema blog
Lha, blog saya ini terasa gado-gado banget deh. Segala apa yang ingin ditulis, dituang dalam blog. Mulai dari cerita inspiratif, artikel, parenting, hingga curhatan ala emak-emak. Iya, saya memang menulis segala macam tema, terkesan suka-suka banget memang. Tapi mau bagaimana lagi, saya memang ingin menulis beragam tema sih.

Merasa kurang adanya waktu untuk menulis
Halah, ini sih memang alasan saya saja. Semua orang di dunia ini diberi karunia waktu yang sama, kan. Sehari semalam, 24 jam. Saya saja yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik *pingin dijitak.

Padahal nih ya, saat membaca tulisan teman-teman di blog mereka (eh, mereka merasa menjadi teman saya, nggak ya? Ah, cuek saja. Yang penting kepoin blog mereka. Hahaha), postingan mereka itu juga seru-seru saja buat dibaca. Kata-kata yang digunakan juga terkesan ringan, bukan kata-kata yang membuat kening selalu berkerut, karena kekurangpahaman kita mengartikan suatu kata atau kalimat. Dan yang membuat saya salut adalah, mereka rajin menulis hampir setiap hari dengan beragam tema yang tidak membosankan. Padahal, banyak diantara mereka yang jauh lebih sibuk dalam keseharian, tapi masih semangat berbagi informasi yang bermanfaat pada banyak orang. Lantas, terlintas tanya dalam benak. Kenapa saya masih saja malas untuk menulis? *pasang tampang sedih.

Ada beberapa hal dari postingan teman-teman blogger yang kece banget, yang menurut saya bisa diambil hikmah eh manfaat agar kita (saya, maksudnya), agar tetap semangat menulis, dalam kondisi apapun, termasuk saat Ramadhan.
1.           Tulis saja segala hal yang ingin ditulis
Beberapa teman blogger tetap menulis segala hal yang ingin ditulis, terkadang tidak tergantung pada tema blog. Sesekali mereka juga menulis cerita keseharian yang dialami, termasuk curhatan ala emak-emak. Eh tapi, beberapa blog yang saya ikuti, penulisnya memang emak-emak, hehe.

2.           Jangan takut salah
Belum mencoba sudah takut salah? Sama saja dengan menyerah sebelum perang, bukan? Menulis sih, ya menulis saja. Tidak berpikir yang macam-macam. Kalau ada kesalahan, misalnya kesalahan ketik, tanda baca, dan sebagainya, bisa diperbaiki nantinya. Yang penting jangan takut salah dan jangan takut mencoba.  Sebab semua akan indah pada waktunya *eh.

3.           Jangan takut tulisan tidak ada yang membaca
Kekhawatiran klasik bagi seseorang yang masih pemula dalam menulis (termasuk saya). Belum mulai menulis sudah takut tulisan tidak ada yang membaca. Padahal kan, ketakutan dan kekhawatiran itu belum tentu terjadi.

4.           Ingatlah untuk selalu berbagi
Ketika awal menulis dan ingin berkecimpung di duania menulis, tentu ada alasan bagi kita saat melakukannya. Salah satu hal yang penting adalah bahwa dengan menulis kita juga bisa berbagi pada sesama, misalnya berbagi informasi yang bermanfaat.

5.           Buat pembaca betah membaca tulisan kita
Berdasar pengalaman pribadi, ada beberapa blog yang membuat saya betah membaca postingan-postingan yang ada di dalamnya. Antara lain adalah,
a.   Tulisan yang tidak terlalu pendek
Misalnya postingan hanya terdiri dari 100-200 kata. Tulisan yang super pendek membuat saya agak illfeel. Bagaimana tidak? Baru juga menikmati, eh tiba-tiba postingan sudah berakhir. Disitu kadang saya merasa sedih *eh. Ya, setidaknya postingan di blog minimal 500 kata, agar saya bisa betah membaca blog teman-teman.

b.   Tidak banyak typo (kesalahan ketik)
Ya, memang tidak ada yang sempurna dalam hidup ini, termasuk juga sebuah tulisan. Tapi, bila kesalahan itu masih bisa diperbaiki, kenapa tidak dilakukan?

c.   Blog yang eye catching
Sebetulnya hak setiap para blogger mau menjadikan seperti apa blog yang dipunya. Tapi jujur, blog yang eye catching tentu lebih menarik bagi saya. Pendapat ini relatif, ya. Kan selera orang beda-beda. Kalau saya, blog yang eye catching itu yang simple, sederhana, tidak banyak blink-blink dan pernak-pernak yang bikin sakit mata.

d.   Informatif
Pembuatan sebuah blog tentu ada tujuan tertentu, termasuk memuat informasi yang diperlukan bagi pembaca. Untuk itu, seorang blogger harus memerhatikan isi blognya agar bisa memberi manfaat bagi pembaca.

e.   Penggunaan kata-kata yang mudah dipahami pembaca
Kalau kalimat dalam postingan di blog sulit untuk dipahami oleh pembaca, maka blog tersebut tidak akan menarik. Kecenderungan pembaca yang ingin membaca sesuatu dengan cepat, tidak bertele-tele, bahasa yang ringan dan jelas, akan menjadi poin tersendiri bagi sebuah blog.

Momen Ramadhan bukanlah penghalang bagi kita untuk terus produktif menulis. Justru dengan berbagi lewat tulisan, insyaaAllah menjadi bertambah pahala dan berkah tersendiri bagi kita. Aamiin.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.



(tulisan ini disertakan dalam  rangka memenuhi tantangan dari mas Achmad Ikhtiar dengan tema menyoal menulis di bulan Ramadhan).

Nganjuk, 08062017
Nova DW


#PengingatDiri
#Artikel







12 komentar:

  1. keren. makasih pengingatnya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mbak. Pengingat diriku nih terutama :)

      Hapus
  2. orang tuh... beda orang beda sifat beda isi kepalanya mbak
    so thats okay kok :)
    love what we write

    BalasHapus
    Balasan
    1. So, let'svwrite, write and write. Right, mbak Ninda? :)

      Hapus
  3. yah mba aku mah nulis ya nulis aja klo ga ada yang baca berarti tulisannya ga menarik itu jadi bahan masukan buat diri aku sendiri :) semangat mba kita bisa konsisten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat, mbak Herva :)

      Yang penting nulis. Betul? :)

      Hapus
  4. sepertinya tulisanmu kali ini tidak ada yang baca deh... wkwkwkwkkk..
    Kecuali yang setia menanti goresanmu mbak Nova... termasuk aku lho walau jujur sesekali sih... hehehe...

    Salam tetap semangat dan salam barokah ramadhan ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ada yang setia menunggu tulisanku :)

      Terimakasih supportnya. Semoga berkah Ramadhan selalu menyertai Pak Dedi :)

      Hapus
  5. Wah asik dapet suntikan semangatnih, semoga terus istiqomah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ... Suntikan semangat buatku juga, mas Ian. Self Reminder :)

      Hapus
  6. Nulis di bulan puasa bisa jadi kegiatan ngabuburit yang produktif, heheehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, mbak Ardiba. Asik nulis, eh nggak kerasa udah azan magrib :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...