Senin, 22 Mei 2017

Menulis Bisa Menjadi Terapi Bagi Jiwa





Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya. Sebagian ada yang mudah menyampaikan segala yang terpendam dalam hatinya kepada orang lain, tetap tidak sedikit yang memendam sendiri.

Bagi sebagian orang, metode curhat atau berbagi cerita pada orang lain akan memberikan efek yang baik terhadap penyelesaian masalah dan mengatasi tekanan kejiwaan. Namun bagi orang-orang yang lebih senang untuk memendam permasalahan, tentu saja tetap memerlukan media untuk mengurangi permasalahan hidup, agar tidak semakin menumpuk dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan, baik fisik maupun psikis.


Setiap orang memiliki kepribadian dan keunikan tersendiri. Ada yang merasa nyaman dengan bersikap terbuka pada orang lain, tak jarang ada yang mempunyai sifat tertutup dan ingin memiliki ruang privasi cukup tinggi. Orang-orang yang mempunyai sifat tertutup cenderung tidak mudah percaya pada orang lain. Ia dapat membagikan cerita kehidupannya hanya pada orang-orang tertentu.

Bagi orang-orang yang memiliki privasi cukup tinggi dan tidak mudah menyampaikan masalah pada orang lain, maka menulis merupakan salah satu cara untuk meluapkan emosi. Dalam kondisi seperti ini, ia bisa mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam dirinya, tanpa ada rasa yang menghalangi. Ia akan merasakan suasana yang sangat berbeda, bahkan seperti melepaskan beban berton-ton dari pundaknya. Dengan menulis, ia akan meluapkan perasaan pada setiap catatan atau tulisan yang dibuatnya.

Menulis merupakan ekspresi jiwa. Dengan menulis, seseorang bisa mengungkapkan segenap perasaannya. Ia bisa meluapkan semua amarah, tetapi bisa juga mengungkapkan segenap rasa saat jatuh cinta.

Menulis ternyata bisa memberikan manfaat bagi seseorang. Berikut ini beberapa manfaat dari menulis :

Pertama, menulis dapat menjernihkan pikiran. Pikiran yang kacau dan kusut dapat dijernihkan dengan menulis, kaena kotoran yang ada dalam pikiran telah dituangkan dalam bentuk tulisan.

Kedua, kegiatan menulis secara rutin juga mampu mengatasi trauma atau emosi yang bisa menghalangi pekerjaan seseorang. Dalam melakukan pekerjaan, seseorang bisa jadi menghadapi banyak rintangan yang bisa mengganggu dan mengacaukan pikirannya dalam waktu tidak terbatas. Dengan menulis, ia merasa dapat mengurangi beban yang menghimpit karena bisa meluapkan perasaannya.

Ketiga, menulis dapat memberikan pengalaman dalam hidup. Seseorang yang menulis tentang kegagalan demi kegagalan dalam hidupnya, secara otomatis akan belajar mengingat peristiwa buruk yang pernah dialami. Dengan menulis, seseorang akan mampu mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa-peristiwa buruk dalam hidupnya, sehingga ia tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama.

Menulis pengalaman pahit sebagai terapi memang tidak harus memperhatikan kaidah bahasa. Meskipun demikian, tetap saja hal ini tidak mudah dilakukan, karena bagi sang pelaku, hal ini sama saja dengan mengorek luka lama.

Dalam jangka panjang, terapi menulis memang bisa mengurangi kadar stress, sekaligus meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengurangi tekanan darah, memperbaiki fungsi paru-paru, fungsi lever, meningkatkan mood, membuat diri seseorang merasa jauh lebih baik, serta mengurangi gejala-gejala trauma.

Meskipun banyak manfaat menulis bagi kesehatan, tetapi sangat disarankan agar seseorang yang melakukan aktivitas menulis tidak mengabaikan pengaruh faktor yang lain terhadap kesehatan, seperti olahraga dan mengonsumsi makanan yang sehat.

(dari berbagai sumber).


Nova DW
Nganjuk, 22 Mei 2017


#Artikel

16 komentar:

  1. Benar sekali
    Writing is healing

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip... Dan mbak Wid akan terus menulis. Yeeaaa 😀

      Hapus
  2. Sudah dibuktikan deh Mba Nova, emang bener.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan mas Gilang akan terus menulis! Yup :)

      Hapus
  3. menulis juga sumber bahagia mbak. bisa berbagi senyum jika ada tulisan kita menghibur. tulisan mbak sudah mewakili pribadi mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip mas Fajar. Semoga tulisanku bisa bermanfaat juga. Eh, di kalimat terakhir kayaknya typo deh. Benar nggak, mas? Hehe

      Hapus
  4. Waaah iya nih mba nova ...
    Jadi ingat awal-awal mulai nulis karrna patah hati wkekekekek

    BalasHapus
    Balasan
    1. Patah hati tapi jadi jalan untuk menulis. Keren tuh hehe

      Hapus
  5. Keren, setuju banget sama tulisan ini. Trust me it works..😃😃

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga percaya kok hehe. Nulis itu bikin hati lega

      Hapus
  6. BENER mbak nova, sepakat banget sama tulisan ini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss dulu ahh ama mbak Ninda :)

      Hapus
  7. Saya suka menulis dan memang merasakan sekali beragam manfaatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya mbak, bisa merasakan manfaat dari menulis. Semoga semangat berbagi lewat tulisan selalu menyertai kita. Aamiin.

      Hapus
  8. betul sekali, hati akan menjadi tenang

    BalasHapus
  9. Bener banget mbak, karena dengan menulis setidaknya apa yang ada di dalam hati tidak sampai terpendam yang katanya kalau dipendam sendiri bikin kurus kering :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...