Selasa, 30 Mei 2017

MENULIS BAGAI MENEMPUH PERJALANAN








Menulis itu bisa diibaratkan bahwa kita akan menempuh perjalanan panjang.
Sebelum melakukan perjalanan, tentu diperlukan persiapan yang cukup matang. Misalnya, kendaraan yang akan dipakai. Bila naik mobil, cek keempat roda, aki, air radiator, rem, bahan bakar, kaca mobil macet atau tidak, dansebagainya.

Sama halnya dengan menulis. Tentu diperlukan persiapan agar perjalanan menulis bisa lancar.



Pertama, niat. Ya, tentukan niat. Menulis untuk apa? Sekadar curhat, menyalurkan hobi, atau untuk mengomersilkan tulisan?


Kedua, jenis tulisan yang ingin ditulis. Menulis itu bisa dalam bentuk apa saja. Bisa cerpen, cerbung, artikel, opini, esai, novel dan sebagainya. Bila bisa memfokuskan diri pada tulisan yang diminati dan dikuasai, Insyaa Allah hasilnya lebih bagus daripada memaksakan diri menulis yang tidak diminati.


Ketiga, media untuk menulis. Menulis bisa dimana saja. Di buku, di laptop atau bahkan di kertas bekas. Tuliskan saja apa yang ingin ditulis. Jangan hanya karena tidak punya alat tulis, lalu menghentikan niat untuk menulis.


Perjalanan menulis tidak selamanya lancar. Ada kalanya menghadapi berbagai hambatan.
Ketika melakukan perjalanan, kadang kala menghadapi kendala. Misalnya, mobil mogok. Mungkin akinya macet, mungkin kehabisan bahan bakar. Terkadang, jalan yang harus ditempuh harus berkelok-kelok, melewati tanjakan yang tajam, dan sebagainya.

Aktivitas menulis pun terkadang menghadapi kendala. Merasakan yang namanya writer’s block, misalnya. Atau seolah kehabisan ide. Bahkan merasa jenuh menulis. Tak jarang kita asyik bersosial media hingga lupa dan menjadi malas menulis.

Kendala yang dihadapi bukan untuk dihindari. Harus segera dicari solusinya. Kemalasan harus dilawan. Ingat … perjalanan masih jauh.


Menulis itu ibarat belajar mengendarai mobil yang membutuhkan instruktur.
Belajar mengendarai mobil tentu dibutuhkan kehadiran instruktur yang berpengalaman dan bisa membantu muridnya mengendarai mobil dengan baik, asalkan mematuhi arahan dari instruktur.

Sama halnya dengan menulis. Bila ingin semangat untuk menulis tetap terjaga, tulisan kita lebih tertata ejaannya, menjadi lebih bagus, kita juga butuh bimbingan dari mentor. Tanpa kehadiran mentor, tulisan kita akan ‘berjalan’ tanpa arah. Kita bisa ‘jatuh’ ke’ jurang’  terdalam tanpa ada yang mengingatkan arah tulisan kita. Bisa juga belajar dari berbagai komunitas menulis yang diikuti. Pasti akan banyak ilmu dari teman-teman yang mempunyai minat yang sama, yaitu menulis.


Untuk sampai pada tujuan dari perjalanan, diperlukan perjuangan
Selama melakukan perjalanan, tidak semudah yang dibayangkan. Butuh yang namanya perjuangan. Terutama berjuang untuk bersabar menghadapi berbagai rintangan yang ditemui selama melakukan perjalanan. Misalnya, tiba-tiba salah satu ban mobil ada yang bocor, terpaksa harus mengganti dengan ban serep. Otomatis perjalanan harus dihentikan sementara.

Begitupun dengan menulis, juga butuh perjuangan. Tiba-tiba mengalami kebuntuan ide dan bingung hendak menulis apa, padahal ada tenggat waktu yang harus diselesaikan. Bahkan tak jarang, karena merasa apa yang ditulis tidak layak untuk dipublikasikan, tulisan yang sudah setengah jadi malah dihapus dan dibuang.

Jika mengalami hal tersebut, hendaknya kita hentikan dulu aktivitas menulis. Rehat beberapa saat. Endapkan saja dulu apa yang telah ditulis. Lakukan aktivitas lain, membaca misalnya. Dari aktivitas tersebut, bisa jadi akan timbul ide-ide segar untuk memperbaiki tulisan yang sudah dibuat.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat.


#SelfReminder
#Inspirasi

4 komentar:

  1. betul sekali mba niat utamanya kalau niatnya uda kekumpul aku sih insyaAlloh ga writer block tapi kalau emang setengah hati pasti mandeg :/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Intinya, semua harus dilakukan sepenuh hati dan ikhlas ya, mbak Herva :)

      Hapus
  2. Setuju banget dari niat semua akan berjalan. Kalau ga ada niat akan susah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Segala sesuatu memang tergantung niatnya ya, mbak Lis :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...