Kamis, 18 Mei 2017

Keinginan yang Baik akan Percuma bila Kita tidak Bergerak


sumber foto : pixabay



Semua orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik dalam hidupnya, baik dalam hal fisik maupun non fisik. Ingin menjadi lebih sehat, ingin mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, atau bahkan hanya sekadar menjadi pendengar yang lebih baik dari sebelumnya.


Namun semua keinginan untuk menjadi lebih baik akan menjadi percuma bila kita diam di tempat, tidak bergerak sama sekali. Ketika semua niat baik tersebut, tidak diiringi dengan langkah-langkah untuk mencapai tujuan menjadi lebih baik, maka semua akan menjadi sia-sia karena kita tidak melakukan apapun. Tidak melakukan sebuah usaha sama sekali, hanya menumpuk harapan saja.

Meskipun sudah berencana dan berusaha, terkadang ada suatu hal yang membuat kita berhenti melakukan perubahan untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik. Hal tersebut datang dari diri sendiri, yaitu tentang sebuah penentangan. Jika hal ini dibiarkan, maka kehidupan yang lebih baik hanya akan menjadi angan belaka. Hambatan untuk melakukan perubahan yang lebih baik memang akan selalu muncul. Tergantung kita menyikapi hal tersebut, mau memutuskan berhenti di tengah jalan, atau melanjutkan langkah sesuai rencana.

Kita ambil contoh saja, misalnya ingin menjadi lebih rajin menulis. Pada awalnya semangat begitu menggebu. Setiap hari selalu berusaha menulis dan memposting di akun media sosial, atau bahkan mencoba mengirim ke media dan berharap tulisan kita dimuat. Namun seringkali, semua angan tidak berbanding lurus dengan kenyataan. Tak satupun karya memenuhi persyaratan untuk dimuat di media. Hal tersebut menjadikan diri kecewa, lantas perlahan semangat menulis turut menghilang, bahkan membuat tidak ingin melanjutkan untuk menulis.

Rasa kecewa mendalam akibat sebuah kegagalan, membuat keinginan untuk menjadi lebih baik, bisa menggagalkan langkah perubahan yang telah direncanakan. Terkadang hal ini menimbulkan pemikiran bahwa ini bukanlah waktu yang baik untuk berubah. Lebih mengenaskan lagi bila hal itu menyebabkan kita ingin menghentikan langkah untuk berubah menjadi lebih baik. Kita merasa bahwa yang dilakukan hanyalah sebuah hal yang sia-sia, sebab tidak berjalan sesuai dengan rencana. Terkadang terlambat menyadari bahwa menuju suatu perubahan memang membutuhkan banyak pengorbanan.

Ketika terlintas pemikiran bahwa lebih baik menghentikan langkah, saat itulah kita membiarkan ‘racun’ menggerogoti hati, otak dan tubuh kita. Kita biarkan ‘suara-suara’ sumbang di dalam kepala yang menyuruh untuk mundur dan tidak berkompromi dengan keadaan. Inilah yang disebut penentangan yang datangnya dari diri sendiri. Seharusnya kita tidak membiarkan hal tersebut terus terjadi. Harus ada kontrol dari sendiri, dan keyakinan bahwa hambatan yang terjadi dalam sebuah rencana, tidak boleh menyurutkan langkah untuk berusaha.

Sebuah kemenangan yang diraih dengan cara yang mudah tentu akan berbeda rasanya bila harus diraih dengan penuh perjuangan. Yang pertama akan lebih mudah dilupakan, yang kedua pasti teringat karena untuk meraihnya tidak semudah yang direncanakan.

Semua kembali pada diri masing-masing. Pilihan ada di tangan kita. Terus berusaha dan berjuang untuk menjadi lebih baik meskipun perlu banyak pengorbanan, atau memutuskan berhenti dan membuat hidup tidak berarti.

Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.



Nova DW
Nganjuk, 18 Mei 2017



#PengingatDiri
#Inspirasi





10 komentar:

  1. Benar sekali. Lebih sering mungkin kita temui, semangat di awal, kemudian hilang semangat dengan alasan berbagai macam.

    Terimakasih mb, tulisannya menohok sekali. Pengingat diri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan bilang menohok dong mbak Wid hehe. Tulisan ini pengingat diriku yang masih sering up and down semangat menulisnya :(

      Hapus
  2. Balasan
    1. Self reminder juga buatku, mbak Dewi :)

      Hapus
  3. Jadi minder sndiri ni

    BalasHapus
  4. Semangat pedas sambalado mbak itu namanya 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Ian bisa aja. Apa bikin sambalnya sambil bergoyang ya? Hehe

      Hapus
  5. makasih banyak mbak...tulisan mendorong saya untuk lebih semangat lagi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bila bisa menumbuhkan semangat lagi bagi mas Fadhli. Semangat! :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...