Selasa, 30 Mei 2017

MENULIS BAGAI MENEMPUH PERJALANAN








Menulis itu bisa diibaratkan bahwa kita akan menempuh perjalanan panjang.
Sebelum melakukan perjalanan, tentu diperlukan persiapan yang cukup matang. Misalnya, kendaraan yang akan dipakai. Bila naik mobil, cek keempat roda, aki, air radiator, rem, bahan bakar, kaca mobil macet atau tidak, dansebagainya.

Sama halnya dengan menulis. Tentu diperlukan persiapan agar perjalanan menulis bisa lancar.

Sabtu, 27 Mei 2017

Setiap Tulisan akan Menemukan Takdirnya




Memiliki keinginan untuk menjadi penulis, tidak pernah terbersit dalam benakku. Meskipun mempunyai hobi menulis, hanya sekadar menulis di buku harian dan berisi curahan hati belaka.

Rabu, 24 Mei 2017

Gurihnya Bawang Goreng Nabati dari Nganjuk






Salah satu komoditi pertanian yang terkenal di Kabupaten Nganjuk adalah bawang merah, sehingga Nganjuk terkenal sebagai salah satu kota penghasil bawang merah. Sebagai salah satu sentra bawang merah terbaik di Indonesia, kabupaten ini memberikan pilihan ragam makanan yang berasal dari bawang merah tersebut.

Senin, 22 Mei 2017

Menulis Bisa Menjadi Terapi Bagi Jiwa





Setiap orang pasti memiliki permasalahan dalam hidupnya. Sebagian ada yang mudah menyampaikan segala yang terpendam dalam hatinya kepada orang lain, tetap tidak sedikit yang memendam sendiri.

Bagi sebagian orang, metode curhat atau berbagi cerita pada orang lain akan memberikan efek yang baik terhadap penyelesaian masalah dan mengatasi tekanan kejiwaan. Namun bagi orang-orang yang lebih senang untuk memendam permasalahan, tentu saja tetap memerlukan media untuk mengurangi permasalahan hidup, agar tidak semakin menumpuk dan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan, baik fisik maupun psikis.

Jumat, 19 Mei 2017

Satu Hari Penuh Arti





Semakin banyak berbagi, semakin banyak yang diterima
(Lutfi Kurniawan)


Pernahkah terlintas dalam benak kita, melakukan satu hal yang penuh arti, meskipun hanya sekali, hingga tiba waktunya untuk berhenti?

Mungkin ada diantara kita yang merasa tidak berarti dan merasa tidak mempunyai apa-apa untuk bisa diberikan kepada orang lain. Tak sedikit yang merasa tidak mempunyai kemampuan untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Hingga terus meratapi nasib karena tidak bisa menjadi insan yang berguna. Sikap yang tidak seharusnya dimiliki,  bila kita menyadari bahwa Allah menciptakan makhluk dengan sebaik-baiknya.

Kamis, 18 Mei 2017

Keinginan yang Baik akan Percuma bila Kita tidak Bergerak


sumber foto : pixabay



Semua orang pasti memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik dalam hidupnya, baik dalam hal fisik maupun non fisik. Ingin menjadi lebih sehat, ingin mengubah kebiasaan-kebiasaan buruk, atau bahkan hanya sekadar menjadi pendengar yang lebih baik dari sebelumnya.

Rabu, 17 Mei 2017

Kado yang Indah di Usia 27 Tahun





Angka 27 tahun mengingatkanku akan suatu peristiwa. Sebuah momen istimewa yang  menjadi sejarah dalam hidupku. Ya, di saat Allah masih memberikan kesempatan sebagai insan di dunia ini, ketika menjelang usia 27 tahun, aku dipertemukan dengan seseorang yang kelak menjadi imam menuju surgaNya.

Sabtu, 13 Mei 2017

Ketika Harus Kehilangan Harapan





“Hei, dengarkan berita baru ini. Si Fulan kalah dalam pilihan kepala desa. Padahal dia sudah habis biaya banyak, lho.”

“Sampai berapa duit, tuh?”

“Ada kalau 300 juta!”

“Hah? Duit segitu banyak hanya untuk mencalonkan kepala desa? Kalau aku ya lebih baik buat daftar haji plus sekeluarga saja. Kalau ada sisa, buat renovasi rumah. Sayang banget, kan, sudah habis duit banyak, tapi nggak jadi. Lagipula, si Fulan kenapa juga pingin jadi kepala desa? Bukannya selama ini dia sudah sukses jadi pedagang?”

“Yaa … mungkin dia ingin jadi terkenal, punya wibawa. Kan jabatan keren, tuh. Kepala Desa, gitu lho! Tapi …”

“Tapi apa?”


“Dengar-dengar, duit sebanyak itu didapat dari hasil penjualan sawah orangtua, juga hutang ke saudara-saudaranya. Kasihan ya. Sudah kalah, masih juga harus menanggung hutang sebanyak itu.”

“Itulah, kalau berharap terlalu tinggi. Tidak mengukur kemampuan. Rezeki sudah ada yang ngatur. Dia sudah jadi pedagang sukses, masih merasa kurang juga. Itu akibatnya.”

Jumat, 12 Mei 2017

Jaga dan Peliharalah Suasana Hatimu





Ternyata memang benar ya, kalau suasana hati atau istilahnya mood kita lagi sedang bagus, pasti bakalan enak buat ngapain saja. Iya, kan? Tapi sebaliknya, kalau lagi bete, bad mood atau suasana hati lagi sedang tidak bagus, pasti nggak enak buat melakukan apapun. Termasuk juga menulis. Dan itu saya alami.

Rabu, 10 Mei 2017

Sore yang Indah di Taman Pandan Wilis, Kabupaten Nganjuk



dok. pribadi



Suatu sore, kami sekeluarga berniat berkeliling dengan sepeda motor untuk jalan-jalan di sekitar tempat tinggal. Kali ini kami berkunjung ke sebuah taman, yaitu Taman Pandan Wilis, yang masih terbilang baru di daerah kami, yaitu Kabupaten Nganjuk. Taman ini diresmikan oleh Bupati Nganjuk tepatnya tanggal 20 Februari 2016. Sebuah tempat yang menambah daftar destinasi wisata yang ada di Kabupaten Nganjuk.

Selasa, 09 Mei 2017

Tips agar Anak Nyaman Berkendara Sepeda Motor saat Perjalanan Jauh



sumber foto : google




Beberapa saat yang lalu, saat akhir pekan, saya, suami dan si kecil yang masih berumur 5 tahun melakukan perjalanan agak jauh, dengan tujuan Kabupaten Tulungagung. Sekitar 4 jam dari daerah asal kami, Kabupaten Nganjuk. Karena ini adalah pengalaman pertama si kecil berkendara dengan sepeda motor (biasanya kami naik kendaraan roda 4), maka saya melakukan beberapa persiapan agar si kecil merasa nyaman.

Jumat, 05 Mei 2017

Jiwa yang Mulia, Tak Mau Jatuh dalam Kehinaan



sumber foto : pixabay



“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan, dan tidak ada lagi syafaat. Orang-orang kafir itulah orang yang zalim.”  (Al Baqarah : 254)
.


Ada sebuah kisah tentang seorang janda tua, yang kesehariannya hanya berdagang kue keliling kampung dengan hasil tidak seberapa. Dia hidup sendirian, tanpa sanak keluarga. Dia tinggal di emperan rumah orang lain atas kebaikan sang tuan rumah.  Suatu hari, dia mengundang beberapa orang untuk selamatan di ‘rumahnya’.
.

Hari itu, selepas salat Jumat, dia ingin mengadakan syukuran. Diundanglah beberapa orang, termasuk seorang ustaz, yang datang tepat pada waktunya. Kemudian datang pula ketua RT, imam masjid dan seorang marbot. Lantas disusul kehadiran tuan rumah,  yang selama beberapa tahun memberikan emperan rumahnya untuk ditempati nenek tua itu.
.

Setelah setengah jam berlalu, namun sepertinya tidak ada lagi undangan yang datang, lantas sang ustaz menanyakan pada nenek itu, “ Masih ada yang ditunggu, Nek?” Nenek itu menggeleng, “Tidak ada, Ustaz. Yang saya undang hanya 5 orang, termasuk Ustaz. Maklum, tempatnya sempit.”
.

Sang ustaz sangat tersentuh. Ustaz beranggapan bahwa ‘orang kecil’ seperti nenek ini masih mau mengadakan syukuran kepada Allah dalam ketidakberdayaan, sementara banyak orang yang mempunyai rumah besar dan mewah tidak pernah mengajak tetangganya untuk selamatan di rumahnya. Ustaz bertanya maksud diadakan syukuran tersebut. Tahukah jawaban sang nenek?
.

“Begini ustaz, saya bersyukur kepada Allah karena sejak bulan depan saya bisa mengontrak kamar ini, dengan harga sangat murah. Tadinya tuan rumah menolak, tidak mau menerima uang saya.  Tapi akhirnya tuan rumah tidak keberatan, sehingga utang budi saya tidak terlalu berat.” Subhanallah.
.

Alangkah mulianya hati nenek ini. Dia yang sebetulnya masih perlu disedekahi, tapi berusaha untuk bersedekah, dan tidak mau membebani orang lain tanpa imbalan.  Inilah manusia yang sesungguhnya. Manusia yang memiliki rasa tanggungjawab pada hidupnya, harga diri dan kemuliaan. Meski kondisi hidup dalam keadaan sulit, namun tetap berusaha merasakan nikmat dari hasil keringat sendiri dan tak lupa untuk bersedekah.
.

Orang yang mulia pasti tak mau jatuh dalam kehinaan. Tidak mau hidup meminta-minta dan menjadi beban orang lain.  Rasulullah bersabda :


Nova DW
Nganjuk, 5 Mei 2017


#PengingatDiri
#KisahInspirasi

Kamis, 04 Mei 2017

Selalu Ada Jalan untuk Melakukan Kebaikan






Miris sekali melihat tayangan berita di televisi maupun membaca di portal akun media sosial, tentang sikap para pelajar saat kelulusan SMA. Mereka menyikapi kelulusan dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya. Perbuatan yang tidak mencerminkan sikap pelajar yang baik. Kejadian yang terus berulang setiap tahun dan sungguh memprihatinkan.
.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...