Sabtu, 22 April 2017

Wisata Kuliner di Kampung Iwak Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk




Ketika libur hari Minggu, terkadang kami sekeluarga suka ‘jalan’ kemanapun motor melaju. Biasanya diseputaran daerah tempat tinggal. Sebuah kota kecil yaitu Kabupaten Nganjuk. Libur kali ini kami mencoba sensasi wisata kuliner di sebuah rumah apung, tepatnya di Kampung Iwak Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
.


Lokasi ini berjarak ± 10 dari pusat kota. Dari arah Alun-Alun Nganjuk, menuju ke selatan (arah Kabuoaten atau Kota Kediri), hingga Tugu Adipura yang berada di Kecamatan Loceret, lalu belok kiri. Lurus saja hingga ada pos polisi di timur jalan dengan posisi jalan agak menikung. Kita ambil arah yang ke kiri, dan ikuti jalan beraspal. Kita ikuti saja jalan lurus hingga menemui wisata kuliner di daerah Mbadug, yang juga wisata kuliner dengan menu olahan ikan segar dari sungai.
.

Wisata Mbadug ini sudah terkenal di Nganjuk. Sambil menikmati sajian berbagai olahan ikan segar, sekaligus bisa menikmati suasana dari derasnya aliran air bendungan. Ada juga area bermain untuk anak-anak. Bagi yang suka belanja ikan segar, ada lapak khusus yang disediakan. Mungkin dilain waktu saya posting tentang tempat ini.
.

Kita lanjutkan perjalanan. Dari arah Mbadug tadi, kita terus saja hingga jarak ± 1 km. Lokasi Kampung Iwak ada di pinggir jalan. Dari jalan bisa terlihat berderet kolam ikan dan beberapa gubug apung di atasnya. Kamipun turun menuju lokasi.
.

Berderet kolam ikan dengan ikan-ikan di dalamnya, mulai dari ukuran kecil hingga ukuran besar, membuat anak kami, Rafa tertarik dan bersorak kegirangan. Dia seperti ingin sekali memegang ikan-ikan itu. Apalagi beberapa ikan koi, nila dan sebagainya yang berada tepat di bawah gubug tempat untuk menikmati sajian kuliner sambil leyeh-leyeh. Namun perlu diingat bagi yang membawa anak kecil atau balita harus diawasi dengan ekstra, mengingat lokasi kolam yang ada di bawah gubug bisa membuat anak kecil tertarik untuk terjun kedalamnya
.

Gubug yang tersedia tidak banyak. Ada 4 gubug kecil yang memuat kira-kira 8 orang dengan beralas karpet dan satu meja makan untuk menikmati hidangan dengan gaya lesehan dan 1 gubug yang bisa memuat hingga sekitar 20 orang. Yang menarik adalah di bawah gubug tersedia sebuah kolam besar dengan berbagai jenis ikan di dalamnya, serta tumbuhan teratai menghiasi permukaan kolam. Selain itu, di sekitar lokasi tumbuh beberapa anggrek yang indah dipandang mata.




.

Hari itu kami memesan gurami bakar pedas manis satu porsi dengan nasi dan es teh dan es jeruk. Ada varian menu lain antara lain olahan nila, patin dan lele, dengan cara dibakar maupun digoreng. Namun kami memilih gurami bakar pedas manis saja. Pelengkapnya adalah lalapan dan sambal yang cukup pedas, namun bikin ketagihan. Karena lapar dan ingin segera mencicipi, kami langsung mencomot daging gurami bakar tersebut sampai lupa untuk mengabadikan.




Harga yang ditawarkan relatif standar. Untuk satu porsi gurami bakar pedas manis, dibrandol sebesar 22 ribu saja. Sementara satu porsi nasi seharga    3 ribu, sama harganya dengan segelas es teh atau es jeruk. Dengan uang sekitar 30-an ribu, kami sudah puas menikmati kuliner kali ini, termasuk dengan suasana yang menyejukkan.
.

Bila Anda sedang berkunjung ke Nganjuk, cobalah untuk mencicipi wisata kuliner ini. Anda tidak akan merasa rugi. Selamat mencoba ya.






Nova DW
Nganjuk, 22 April 2017



#WisataKuliner
#MampirKeNganjuk
                              

18 komentar:

  1. Wiih ngiler mbak e. Kpn bs k nganjuk ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak Hasni, ke Nganjuk, ntar kuajak wiskul dehhh ^^

      Hapus
  2. Wiih ngiler mbak e. Kpn bs k nganjuk ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak Hasni, ke Nganjuk, ntar kuajak wiskul dehhh ^^

      Hapus
  3. Waah baru tau ada wisata mbadug mbaaak. . Padahal sering ke nganjuk. Makasiih sharingnya 😁 salam kenaal. .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga. Postingan ini bukan yang di Mbadug, mbak Lucky. Lain waktu saya posting deh. Kalo ke Nganjuk, colek saya dong hehe.

      Hapus
  4. sepertinya wisata mbadug ini enak sekali ya, sayangnya jauhhh :)

    terima kasih sharingnya mba nova :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dekat langsung meluncur ya Mbak Indah hehe

      Hapus
  5. Bikin lapar saja gurame bakarnya...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk ... Ke Nganjuk mbak Elin. Nyicipi gurami bakar pedas manis hehr

      Hapus
  6. Udah tempatnya keren, makan pun semakin nikmat ya di tempat ini. Duuh jadi laper.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Laper dan baper trus nyawer gurami pake serok, cuzz ke dapur. Masak sendiri hehe

      Hapus
  7. duh gagal fokus liat si gurame yang kayanya endeus banget ituhhh!! *kemudian beli gurame*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang endes surendes nih mas Agi, gurami pedas manisnya *gurami segera dibumbui lo, jangan lupa dimasak ����

      Hapus
  8. Tempatnya asri banyak bunga-bunga ya mbak.
    Harganya masih normal terjangkau ya. Harga mirip2 dengan tempat makan di Lampung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Rahma. Tempatnya asri dan menyenangkan, cocok untuk bersantai dan kuliner bersama keluarga :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...