Rabu, 26 April 2017

Bebaskan Hati dari Penjajahan Nafsu


sumber : google




Hati manusia sungguhlah gampang berubah. Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengubah akan sebuah keinginan. Menit sebelumnya ingin berbuat ini, menit berikutnya sudah tidak lagi sama apa yang ada di benaknya. Termasuk juga keinginan untuk mencoba membiasakan berbuat kebaikan agar bisa menjadi insan yang mulia.
.


Pernahkah terbersit dalam hati kita berbagai pertanyaan semacam ini. Bagaimana hati dapat bersinar bila kepentingan dunia masih tertancap kuat dalam pikiran? Bagaimana hati bisa berangkat menuju Allah bila nafsu masih membelenggu jiwa? Contoh kecilnya seperti ini. Ketika azan telah berkumandang, kita masih asyik chatting bersama teman-teman karena menganggap topik yang dibahas sedang seru-serunya, lantas abai akan panggilan untuk segera menunaikan ibadah. Satu keinginan untuk mencoba menjadi insan yang lebih baik dan mulia telah terlewat.
.

Manusia sering lalai akan diri sendiri. Tidak menyadari bahwa diam-diam ada virus yang menyelinap masuk ke dalam hatinya, yang bisa membuat sakit. Sakit yang kebanyakan orang tak merasa bila dirinya sedang ‘sakit’. Justru inilah sakit yang paling berbahaya. Sakit yang bisa membuat jiwa resah dan gelisah, bahkan bisa membuat gila. Bukan saja gila dalam artian hilang ingatan, tapi gila yang bisa membuat kehilangan diri. “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (Al Hasyr : 19)
.

Ketika hati tidak bisa dikendalikan, kemanapun manusia mencari kebahagiaan, sesungguhnya dia telah gagal. Ketenangan tak akan diperoleh. Kemanapun hendak mencari kemuliaan, pasti akan terhempas. Kesuksesan, kemuliaan dan kebahagiaan dapat diperoleh saat diri tunduk, patuh dan berserah diri hanya pada Allah dengan penuh keyakinan. Tidak hanya dengan raganya, namun dengan sepenuh hatinya.
.

Hati laksana cermin. Ia memantulkan apa yang dihadapi dan diinginkannya. Cermin itu tertarik pada apa yang diinginkan dan menolak yang dihindari. Bila hati ikhlas menghadap cahaya Ilahi, maka ia akan memantulkan kebenaran. Namun bila hanya dunia penuh gemerlapan ada dalam hati dan pikiran, maka godaan dan realita bak fatamorgana yang akan menyesatkan.
.                                                  

Hati tidak akan tercerahkan oleh penglihatan batin bila selalu tertutup dan ternodai oleh hasrat dan nafsu belaka. Hati harus dipersembahkan semata-mata hanya untuk beribadah kepada Sang Maha Esa. Laa ilaaha illallah. Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah.



Nova DW
Nganjuk, 26 April 2017


#PengingatDiri
#Inspirasi

12 komentar:

  1. Iya benar banget mba nova :(

    Aku baagia di odop dapat banyak.ilmu dan pengingat....

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah ya mbak Aara ��
    Serasa menemukan keluarga baru

    BalasHapus
  3. Ya Allah.. menyejukkan sekali penyampaian makna hatimu, mbak..
    Maknyess.. dan terasa melesak juga menyentil kalbu banget..

    Semoga kita senantiasa dapat menumbuhkan, menjaga dan memelihara agar cahaya hati tetap bersimpuh kehadirat Illahi Robbi ya mbak..
    Aamiin Allahumma aamiin..

    Salam tetap semangat berkarya, ya mbak Nova... :)

    BalasHapus
  4. Aamiin ...

    Terimakasih Pak Dedi. Sekadar menulis terutama sebagai pengingat diri saya yang lemah dan penuh dosa ini. Bila ada yang bisa diambil hikmah dari tulisan-tulisan itu, alhamdulillah tentunya ��

    Salam santun ��

    BalasHapus
  5. Setuju, Mba...

    Makasih sekali udah diingatkan lagi...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali, mbak Raida. Postingan sekaligus reminder untukku. Salam kenal ya ��

      Hapus
  6. Hal-hal besar yang dianggap kecil akan menyebabkan kelupaan, saya sendiri merasakan...
    Makasih sudah diingatkan Bunda Nova...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Inet. Kadang dari hal-hal kecil kita sering abai sehingga merugikan diri sendiri.

      Hapus
  7. makasih sharingnya nova..duuh harus ditata terus nih hati...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena hati kita sering 'terbolak-balik' mbak Ophi, untuk itu harus ditata agar selalu fokus pada tujuan. Terimakasih sudah mampir ��

      Hapus
  8. Masya Allah...jlebb reminder, Bunda.

    Semoga Allah istiqamahkan kita dalm kebaikan selalu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin ...

      Terimakasih mbak Hikmah. Tidak ada kebaikan yang sia-sia kan, mbak? :)

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...