Kamis, 27 April 2017

Aku (cuma) Ibu Rumah Tangga




sumber : google




“Mbak … aku ingin menghilang saja. Aku jenuh.”

Sebuah chat muncul di telepon genggam saya. Dari seorang teman. Perempuan. Duh, pagi-pagi mendapat curhatan galau seperti ini membuat saya jadi ikutan nyesek lantas bertanya dalam hati, ada apa gerangan dengan sang teman? Biasanya dia ceria, tapi entah kenapa, pagi ini mendung tengah menggelayut di hatinya.
.


Meskipun sudah di tempat kerja, saya berusaha meluangkan waktu sejenak untuknya tanpa diminta. Dia pasti sedang membutuhkan seseorang untuk mendengar eh membaca curahan isi hati. Tidak ada salahnya menunjukkan empati pada orang lain, begitu suara hati kecil ini.
.

Obrolanpun berlanjut. Disampaikannya bahwa sebenarnya dia minder, tidak percaya diri dengan keadaannya yang (hanya) sebagai Ibu Rumah Tangga. Merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dan diceritakan pada orang lain. Ia merasa bukan siapa-siapa. Deg! Sungguh. Saya sangat kaget dengan ceritanya. Apalagi dia juga mengungkapkan ingin ‘menghilang’ dari dunia media sosial! Keningpun berkerut. Ini bukan soal main-main.  
.

Sejenak memberi jeda untuk berpikir, lantas saya sampaikan bahwa dia harusnya bersyukur dengan keadaannya. Disaat dia merasa bukan siapa-siapa, sebenarnya ada orang lain yang ingin sepertinya. Menjadi Ibu Rumah tangga adalah sebuah hal yang istimewa. Ini bukan profesi menurut saya.
.

Mencoba membuka jalan pikirannya, bahwa tidak semua perempuan diberi kesempatan untuk menjadi seorang ibu ataupun seorang istri. Pernahkah dia berpikir bahwa banyak perempuan yang sangat ingin segera menikah dan bertemu jodoh di usia yang cukup matang, namun Allah memang belum mengizinkan? Pernahkah juga berpikir, bahwa masih banyak perempuan yang merasa menjadi perempuan seutuhnya dengan melahirkan anak-anak dari rahimnya sendiri? Tidak semua perempuan bisa seberuntung teman saya, juga perempuan-perempuan lain, yang bisa menjadi istri sekaligus ibu.
.

Terkadang kita memang melihat kehidupan orang lain lebih menyenangkan dibanding kehidupan kita sendiri. Melihat perempuan-perempuan lain berdandan rapi dan berkarir di luar rumah, rasanya membuat iri dan malu kala melihat diri cukup dengan memakai daster dan bau terasi. Padahal bukan seperti itu seharusnya penilaian kita. Pernahkah terbayangkan bahwa mungkin saja dalam hati kecil para perempuan karir itu, mereka juga merasakan kejenuhan dengan hidup mereka dan ingin berhenti dari pekerjaannya?
.

Hidup memang tergantung yang menjalani. Sudut pandang tiap orang berbeda. Menjadi seorang Ibu Rumah tangga bukanlah sesuatu yang membuat kita tidak percaya diri. Mari kita ubah sedikit cara pandang kita. Bukankah para Ibu Rumah Tangga ini justru mempunyai lebih banyak kesempatan untuk bisa bersama keluarga? Untuk mengusir kejenuhan, mungkin teman saya (juga para perempuan yang mempunyai lebih banyak waktu di rumah), bisa mencoba untuk meningkatkan kemampuan diri. Misalnya saja, yang mempunyai hobi memasak, bisa mencoba resep-resep baru. Yang mempunyai hobi menjahit, bisa membuat baju seragam keluarga (lumayan bisa ngirit ongkos jahit, kan?). Atau yang mempunyai hobi menulis (seperti saya, hehe), bisa membuat tulisan-tulisan dan dikirim ke media. Nah, malah bisa berpenghasilan dari rumah kan?
.

Banyak bersyukur, sabar, ikhlas, berserah diri dengan penuh keyakinan pada Allah adalah kunci sukses kehidupan ini.
.

Semoga teman saya (dan juga para perempuan dimana saja berada), tidak lagi merasa (cuma) sebagai Ibu Rumah Tangga karena inilah sebenarnya karir tertinggi bagi seorang perempuan.
. 

Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.



Nova DW
Nganjuk, 27 April 2017



#PengingatDiri
#BanggaMenjadiPerempuan
#BukanIbuRumahTanggaBiasa
#Inspirasi

33 komentar:

  1. Balasan
    1. Alhamdulillah :)
      Terimakasih untuk apresiasinya, Mas Gilang ^^

      Hapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah :)
      Terimakasih untuk apresiasinya, Mas Gilang ^^

      Hapus
  3. Balasan
    1. Lha kok malah sedih ... Cup cup ...
      Ayo semangat! Kita perempuan setronggg ! Hehe

      Hapus
  4. betul banget mb nova, segala sesuatu tergantung sudut pandangnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Begitulah, Mbak Nia. Semua memang tergantung cara pandang kita akan suatu hal :)

      Hapus
  5. Hidup itu memang sawang sinawang ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mbak Anik. Sawang sinawang. Opo seng disawang durung mesthi koyo seng dipkirke awake dewe :)

      Hapus
    2. Sawang sinawang sih opo Mbak?

      *maklumin aku orang sunda hehe

      Hapus
  6. Percaya diri aja, setiap orang mempunyao jalan hidup2 masing2.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak April. Mempunyai rasa percaya diri itu penting agar kita merasa bangga pada kemampuan diri dan salah satu kunci menuju kesuksesan

      Hapus
  7. saya kadang juga down dengan profesi sekarang yang bukan pekerja kantoran lagi. Tapi saya bilang ke diri sendiri untuk jadi ibu rumah tangga profesional karena ngurus keluarga itu ga gampang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hal ini harus ditanamkan pada diri bahwa menjadi fulltime mom itu tidak mudah. Harus yakin bahwa lelah sebagai ibu rumah tangga, asal dilakukan dengan ikhlas, pasti berbuah pahala. Ya kan, mbak Helena? ��

      Hapus
  8. Menurut aku ibu rumah tangga itu bukan "cuma" tapi sesuatu yg sangat spesial, ngga semua orang bisa jadi full IRT. Temennya harus kenalan sama Ibu2 rumah tangga yang menginspirasi biar dia tau kalau IRT itu bukan hanya "cuma" tapi satu yang membanggakan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju komennya mamih, kalau IRT tuh jg bisa spesial coba kenalin ke komunitas blogger mba disitu bnyk IRT namun produktif dari nulis buku sampe freelance writer so awesome dg pekerjaan domestik yg numpuk.

      Hapus
    2. @ Mbak Sandra Nova : Aku juga bangga jadi Ibu Rumah Tangga meski harus nyambi berpenghasilan di luar rumah. Tidak semua perempuan bisa mendapatkan kesempatan menjadi Ibu Rumah Tangga kan? :)

      @Mbak Herva : Siipp ... Terimakasih sarannya ya.

      Kita memang Emak-emak keceeehh :D

      Hapus
  9. Ibu rumah tangga menurutku profesi yang super istimewa mbaak :D Pekerjaan rumah banyaak banget, dibanding dengan pekerjaan kantor yang kadang malah lebih sedikit :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pekerjaan Ibu Rumah Tangga itu kayak nggak ada habisnya ya, Mbak Lucky ��

      Hapus
  10. dulu saya juga berfikiran begitu, trus saya cari kesibukan lain yg bikin hati seneng yaitu ngeblog. menulis kadang bisa membunuh fikiran negatif :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menulis juga bisa membuat hati bahagia kan mbak Nia? ��

      Hapus
  11. sebagai IRT, saya nggak pernah ngerasa minder sih mbak... kalau gondok sendiri sih sering bahahhaak *apa banget* resep saya sih selalu menyibukkan diri ke yang positif dan bermanfaat biar nggak mikir yang aneh2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Resep yang jitu mbak Ninda. Be positive! Yeeaaa ��

      Hapus
  12. Duuh saya juga sering begitu dapat curhatan temen. Ga enak banget dengernya. Padahal ibu rumah tangga itu pekerjaan mulia. Saya bersyukur menjadi ibu RT, yang akhirnya bisa kesana kemari, membuka peluang dan lainnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Lis. Menjadi ibu rumah tangga itu mulia lho. Justru lebih banyak hal yang bisa dilakukan, karena mempunyai waktu lebih fleksibel dibanding perempuan yang berpenghasilan di luar rumah ��

      Hapus
    2. Makasih bun ... pelajaran buat aku nih kalo nanti udah jadi Ibu 😊 Izin share ya bun.😊

      Hapus
    3. Monggo mbak Fitri, semoga bermanfaat ya ��

      Hapus
  13. Agak baper mbak baca tulisannya, mudah2an yang pengen nikah segera dipertemukan oleh Allah jodoh yang soleh dan sholehah,. yang penting bener kata mbak Banyak bersyukur, sabar, ikhlas, berserah diri dengan penuh keyakinan

    BalasHapus
  14. Semoga baper yang bermanfaat ��

    BalasHapus
  15. Subhanallah.. postingan yang keren banget mbak Nova..
    Saya baru sempet nyimak.. tapi langsung mbelesek ke ati..
    Kerennya itu.. apa yang diangkat dlm postingan kali ini sering terdengar jadi bahan keluh kesah seorang full IRT kepada para suaminya.

    Dan mbak Nova telah berhasil menjawabnya: ".. inilah sebenarnya karir tertinggi bagi seorang perempuan." dan pingin saya nambahin dikit deh.. boleh ya mbak :):=) ".. seorang perempuan dimata Allah SWT."

    Allah SWT sangat memuji wanita yang full IRT sebagaimana firmanNya:
    “Sebab itu maka wanita yang shalih, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada” (QS. An Nisa’: 34)

    Dan Rasulullah menegaskannya lewat hadits beliau:
    “Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumahnya”. (HR. Ibnu Khuzaimah no. 1685 dan Tirmidzi no. 1173. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

    So... Jangan bersedih atau berkeluh kesah lagi jika memutuskan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga (IRT). Karena sahabatlah sesungguhnya wanita pilihan, mulia dan terbaik dimata Allah SWT. Semoga barokah dan menginspirasi. Jazaakumullahu khairan katsiran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ... terimakasih untuk 'wejangan' yang sangat berarti bagi kami kaum perempuan.
      :)

      Hapus
  16. Setujuuuu. Ibu rumah tanggga itu ngga "Cuma", tapi " Sesuatu" kata inces Syahrini :)

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...