Rabu, 01 Maret 2017

Tidak Ada Kebaikan yang Sia-sia






Sebuah chat mampir ke whatsapp saya. Dari seorang teman. Disampaikan bahwa dia ingin belajar menulis lebih baik lagi. Saya sangat mengapresiasi keinginannya. Namun ketika diminta untuk memberi contoh tulisan, dijawab bahwa dia malu. Takut tulisannya dianggap jelek. Aduh, pikir saya. Belum juga dibaca sudah menjudge seperti itu. Sedih dan menyayangkan sikapnya. Tidak ada tulisan yang jelek, kecuali memang tulisan yang tidak pantas untuk dikonsumsi publik.
.


Teringat ketika awal menulis, sayapun bersikap demikian. Malu dan takut tulisan dibaca orang lain. Ragu setiap akan memposting tulisan. Mengikuti grup menulis namun hanya sebagai silent reader. Merasa tidak percaya diri ketika membaca karya orang lain. Menganggap tulisan-tulisan orang lain jauh lebih bagus, namun meremehkan tulisan sendiri. 
.

Hingga ada suatu saat diri tersadar, hal itu tidaklah bagus bila dibiarkan berlarut-larut. Bagaimana tahu letak kekurangan tulisan bila tidak mengizinkan orang lain membacanya? Apa yang membuat diri ragu terus-menerus? Akhirnya, sayapun memberanikan diri memposting tulisan. Apa hasilnya? Yang ditakutkan dan dikhawatirkan ternyata tidak terjadi. Teman-teman memberi respon positif. Meski banyak kritik dan saran, itu sebagai pembelajaran bagi membaiknya karya saya.
.

Menulis yang baik-baik bukanlah sebuah kesalahan. Apalagi kejahatan. Bila kita tidak berbuat salah, maka kita tak perlu menjadi lemah. Bila kita tidak berbuat dosa, maka tak perlu resah. Yakinlah bahwa tidak akan merugi orang-orang yang berbuat baik. Tidak ada kebaikan yang sia-sia. Bukankah setiap perbuatan baik akan mendatangkan pahala buat kita?
.

“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud : 15)
.

Meskipun setelah berbuat kebaikan kita akan tetap diuji. Apakah benar-benar tulus berbuat baik atau hanya ingin mendapat pujian? Pasti akan terbukti siapa yang serius berada dalam kebenaran dan siapa sesungguhnya yang ternyata hanya mendompleng kebaikan.
.

Mempunyai kemampuan untuk membuat karya dengan menulis tidak dimiliki semua orang. Kemampuan itu dianugerahkan pada kita, memberi kesempatan pada kita untuk berbuat baik dan juga bermanfaat, bagi diri sendiri maupun orang lain. Buang jauh segala keraguan, bertindaklah sekarang. Menulislah untuk menebarkan kebaikan dan bermanfaat bagi banyak orang.
.

Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.



≠Artikel

≠Inspirasi

≠Self Reminder


9 komentar:

  1. Salut dengan semangatnya mbak Nova... Keren...
    Semoga saya bisa menirunya...

    Semangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan-tulisan Bang Syaiha juga menjadi penyemangat bagi saya.

      Terimakasih telah menginspirasi :)

      Hapus
  2. Bener sekali. Jangan ragu menebar kebaikan lewat tulisan.

    BalasHapus
  3. Bener sekali. Jangan ragu menebar kebaikan lewat tulisan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mas Ibnu. Ayo tebarkan kebaikan meski hanya lewat untaian kata :)

      Hapus
  4. makasih pengingatnya mba...:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbak Nia. Postingan ini juga sebagai pengingat diriku :)

      Hapus
  5. Masih belajar utk bisa berbuat baik lebih banyak.. :) kadang2 suka mikir ngapain baik ke orang kalau orangnya nyebelin hihihi XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau orangnya balik mikir kita juga pribadi yang nyebelin gimana, mbak Sandra? Hehehe.

      Yang penting kita tetep berusaha jadi pribadi yang baik aja deh :D

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...