Kamis, 23 Maret 2017

Penting yang Mana?







.
Suatu hari, saat blogwalking, ada sebuah postingan dari seorang teman blogger yang rasanya ‘menampar ‘ diri. Tentang sebuah curhatan dari seorang temannya. Sang teman menceritakan bahwa saat berada dalam suatu komunitas yang diikuti, para anggota sedang menunjukkan pageview di situs personal masing-masing. Pageview dan traffic yang diperlihatkan menunjukkan angka fantastis. Sang temanpun minder, tidak percaya diri kaena merasa traffic situs pribadi sangat kecil, jauh dibanding anggota yang lain.
.


Lantas teman blogger saya menanyakan, tujuan sang teman ikut komunitas tersebut. Sekadar ingin meraih pageview dan traffic yang tinggi, atau sekadar mengumpankan tulisan untuk mesin pencari, atau tujuan lain? Teman blogger saya mengatakan pada sahabatnya, bahwa memang dalam kondisi tertentu, melalui tulisan-tulisan itu kita tidak sedang ingin menarik perhatian mesin pencari dan sembarang orang tapi saudara seiman. Untuk beberapa alasan tujuan akhir kita adalah menarik perhatianNya atas alokasi pikiran yang kita keluarkan dalam tulisan yang penuh dengan manfaat, yang mungkin kalau Allah mengizinkan bisa membuat pembaca berpikir ulang. Seperti menggandeng tangan saudara kita diluar sana yang mungkin mengalami hal yang sama dengan kita, atau mungkin dalam versi yang lebih menyakitkan bahwa mereka masih punya tangan-tangan terulur untuk berjalan bersama.
.

Teman blogger saya juga menyampaikan, jangan hanya memikirkan traffic, namun perhatikan isi tulisan. Kita tidak sedang memikirkan topik yang diminati, tetapi harus bisa merasakan bahagia dengan berbagi . Bisa merasakan manfaat dari setiap tulisan yang dibuat.
.

Kalimat-kalimat yang membuat hati terhenyak. Pernah memang, saya begitu risau dan tergoda mempunyai niat lain saat menulis, terutama untuk me-monetize blog pribadi. Tidak menyadari bahwa akhirnya tulisan kehilangan sisi personalnya. Merasa bahwa menulis tidak datang dari hati, namun karena ada niatan lain, lebih memetingkan diri pribadi tanpa memikirkan dampak dari tulisan yang telah dibuat.  Dan akhirnya ada penyesalan.
.

Memang traffic itu penting, namun bukan yang terpenting. Bila saya hanya mementingkan traffic, monetize, atau melulu  ingin menghasilkan uang dari blog, maka yang ada adalah saya jadi mempunyai prinsip money oriented. Ibarat kerja hanya mikirin duit saja. Hidup cuma uang saja yang dipikirkan. Seperti seorang sopir yang hanya mencuci mobil majikan jika dibayar dan pura-pura bekerja saat sang majikan melihatnya, agar mendapat pujian. Namun kala majikan posisinya jauh dari sopir, mobil lantas dibiarkan terlantar bersama lumpur yang menggenang.
.

Beda halnya bila saya ikhlas. Ada yang membaca atau tidak membaca tulisan, tetap menulis akan dilakukan. Banyak atau sedikit follower, bukan menjadi masalah besar. Yang penting saya ikhlas menulis, mencoba menjadi manusia yang bermanfaat bagi yang lain. Teringat akan yang disampaikan salah seorang teman bahwa menulis adalah bagian dari sedekah, meskipun lewat kata-kata.
.

Hidup ini bila ikhlas menjalani, memang rasanya jauh lebih mudah dan ringan. Pilihan prioritas ada di tangan kita. Ingin menjalani hidup bermanfaat atau ingin memikirkan diri sendiri?
.

Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.



Nova DW
Nganjuk, 23 Maret 2017




#PengingatDiri
#Inspirasi






14 komentar:

  1. TFS mba, iya ya buat apa traffic tinggi tapi tulisan tdk bermanfaat,,,jadi bahan renungan saya juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Nia tulisan-tulisannya keren punya, deh. 😊 kalo saya masih harus banyak belajar. Sama-sama saling mengingatkan ya mbak 😊

      Hapus
  2. Wah mbak nova, aku kok malah ga pernah mikirin itu ya? Terlalu lugu nih berati hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan lugu, mbak Mab. Itu artinya mbak menulis karena tidak ada embel-embel tertentu, murni karena ingin berbagi 👍😊

      Good job!😊

      Hapus
  3. Buat reminded kita smua. Saya pun kadang brfikir seperti itu. Pengen pnya follower dan traffic pengunjung yg tinggi. Tpi tuk apa juga kalo kontennya gx Bagus dn niat krang ikhlas.
    Keep ikhlas until dead

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita selalu ikhlas melakukan apapun ya mas Hanif 😊

      Hapus
  4. terima kasih uda mengingatkan lagi mbak. grafik hanya sebatas grafik. cuma gambar naik turun garis toh. yang penting ngeblog itu bisa berbagi dan menjalin silahturahmi sesama blogger

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mas Fajar. Menulis bisa sebagai sarana mencari pahala 😊

      Hapus
  5. Mungkin uang, kelak adalah bonus bagi kita yg rajin

    BalasHapus
  6. Saya? Dulu juga idealis gak mau nerima job dan mempertahankan ciri khas blog saya. dulu sih, sekarang, saya ngeblog untuk senang senang dan cari uang wkwkwkw.. Mau dibilang gak personal atau mata duitan sama blogger lain yang kayaknya gak ada yang ngatain saya, terserah aja, yang penting saya gak ngrasani mereka :)), Ngeblog suka-suka, dapat uang ya Alhamdulillah.. meski receh :D. blog saya juga gak ada trafiknya wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang penting blog buat yang baik-baik aja deh. Ya nggak, mbak? Dapat penghasilan dari blog ya alhamdulillah, belum dapat ya muring2, hahaha. Becanda2 😃

      Hapus
  7. Ngeblog untuk sharing pengalaman, sharing hal-hal positif, dan bonusnya adalah job review hihihi :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...