Selasa, 28 Maret 2017

Manajemen Diri







Hari ini, Selasa, 28 Maret 2017 bertepatan dengan Peringatan Hari Raya Nyepi, dan menjadi salah satu hari libur nasional tahun ini. Tapi saya tidak hendak mengulas tentang ini, tapi tentang pentingnya kita mengatur diri sendiri atau manajemen diri, tentu dari sudut pandang saya.
.


Sebagai ibu bekerja, hari libur menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya. Berharap bisa sejenak mengendurkan urat syaraf yang tegang setelah bekerja seharian, atau selama beberapa hari. Syukur-syukur bisa menikmati 'me time', satu hal yang penting bagi saya untuk merefresh diri.
.

Memang tidak mudah bisa menikmati 'me time'. Ada saja kendalanya. Misalnya, anak yang suka menggoda dengan kerewelannya, karena menganggap mumpung sang bunda ada di rumah. Ada saja ulahnya untuk mencari perhatian. Atau sekadar ingin menikmati tayangan televisi meski hanya acara talk show atau kuliner, ternyata yang ada justru acara infotainment yang membosankan, isinya hanya gosip artis saja. Hal-hal yang tidak sesuai keinginan inilah yang membuat diri menjadi kecewa. Acara 'me time' menjadi buyar, tinggal angan belaka. Kekecewaan yang bertambah dan berlarut-larut bisa membuat emosi tidak terkontrol, dan cenderung menyalahkan keadaan. Ironis, bukan?
.

Namun, sebaiknya kita perlu juga berkaca pada diri. Terkadang tanpa kita sadari, banyak perbuatan kita yang tidak berkenan bagi orang lain. Baik itu berasal dari lisan maupun sikap kita. Tak jarang hal tersebut meninggalkan sesuatu di kepala orang lain, mereka bisa kehilangan kepercayaan diri, merasa kerdil, bahkan takut menunjukkan eksistensi diri. Lebih parahnya lagi, mereka menganggap kita sebagai orang yang tidak bisa menjaga amanah, tidak bisa menjaga dengan baik kepercayaan yang diberikan pada kita.
.

Kepercayaan yang telah hilang mungkin tak akan pernah bisa kembali. Untuk itulah, bila kita telah dipercaya, jaga dengan baik agar tidak sampai kehilangan.
.

Menjadi pribadi yang baik dan menyenangkan, bukanlah hal yang mustahil terjadi pada diri kita. Keberhasilan tidak hanya diukur dari tingginya tingkat pendidikan, tingginya jabatan, harta yang melimpah, ataupun rumah dan kendaraan yang mewah. Seseorang bisa dikatakan berhasil apabila bisa memanajemen dirinya sendiri dengan baik, mempunyai empati yang tinggi pada orang lain, dan selalu ikhlas bahwa semua kebaikan yang dilakukan hanya demi mengharap ridhoNya.
.

Semoga yang sedikit ini memberi manfaat.




Nova DW
Nganjuk, 28 Maret 2017



#PengingatDiri
#Inspirasi




4 komentar:

  1. saya harus bisa memanajemen diri nih, supaya bisa bagi waktu di antara beberapa kesibukan. terima kasih Mbak Nova atas artikelnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mari kita sama-sama memanajemen diri agar jadi insan yang lebih baik, dari waktu ke waktu 😊

      Terimakasih sudah mampir, mas Ikh 😊

      Hapus
  2. Bersyukur dengan segala kesibukan ini. Banyak yg kesulitan mencari pekerjaan. Banyak yg tidak memiliki anak. Semua kesibukan ini sesungguhnya adalah anugrah. Nice post mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, mbak Lusi. Disyukuri saja semuanya ��

      Hapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar. Pastikan Anda mencantumkan nama dan url blog, agar saya bisa berkunjung balik ke blog Anda. Semoga silaturahmi kita terjalin indah ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...